Dewi Mawar Hitam

Dewi Mawar Hitam
Kacang Lupa Kulitnya?


__ADS_3

Zhou Xia tersenyum puas. Ramuan yang ia ciptakan telah dimasukkan ke botol kaca kecil. Tahu tidak? Setelah diberitahu kalau nyawa Tian Yu akan melayang dalam tujuh jam. Kakak Tian Yu sampai dirumah dengan waktu kurang dari 40 menit. Dengan sekeranjang bahan-bahan permintaan Zhou Xia


Saat itu Zhou Xia hampir terkikik. Namun ia tidak ingin merusak suasana. Dalam waktu setengah jam. Dan ia telah menyelesaikan ramuan itu. Tersisa 6 jam lagi bagi orang-orang yang sekarat untuk bertahan hidup menurut perhitungannya


Ia memanggil kakak Tian Yu. “Ah, siapa namamu. Dan berapa umurmu?” tanya Zhou Xia. “Namaku Tian Wu. Umurku 17 tahun”


“Baiklah, aku akan memanggilmu kak Wu, karena umurmu lebih tua dariku”


“Jadi, aku memanggilmu kesini untuk menyerahkan ramuan-ramuan ini ke orang-orang yang sekarat” Zhou Xia mengangkat dua keranjang yang penuh berisi botol ramuan itu


“Ini, tolong serahkan satu botol kerumah setiap penduduk. Minta mereka untuk memberikan ramuan ini 12 jam sekali. Ukuran dalam sekali minum adalah satu sendok, dan jangan sampai melebihi ukurannya atau akan berakibat fatal. Bisa saja malah mati keracunan”


“Baiklah, aku akan membagikannya” Tian Wu sudah melangkah ke pintu. Namun Zhou Xia menghentikan nya. Ia memberikan 3 kantong uang. Zhou Xia tersenyum kepada Tian Wu lalu berkata


“Tolong berikan kerumah penduduk masing-masing 40 Yuan. Katakan pada mereka ini adalah bantuan dari mawar hitam”


Tian Wu tampak bingung. Ia belum mengetahui perihal seorang gadis yang memiliki mawar hitam beracun, jadi wajar saja jika ia bingung dan hanya mengangguk. Tian Wu pun hilang dari pandangan. Zhou Xia menghampiri Tian Yu yang keadaannya semakin parah


“Bibi, tolong berikan ini 12 jam sekali. Dan ukurannya satu sendok setiap memberikan nya. Ramuan ini dapat membuat seseorang yang sekarat bertahan dalam lima hari. Ini adalah sumbangan dari ku” ucap Zhou Xia sembari memberikan sebotol ramuan dan 80 Yuan


Ibu Tian Yu meneteskan air matanya. “Terimakasih nak, terimakasih. Maaf jika kami tidak dapat membalas kebaikan mu ini”


“Tidak perlu Bi, ini semua sumbangan dari saya untuk benua yang saya tinggali” ucap Zhou Xia. “Paman dan Bibi, saya akan kembali dalam tiga hari dengan membawa penyembuhnya. Saya mohon pamit”


Zhou Xia berdiri dan mundur beberapa langkah. Ia memejamkan matanya dan tubuhnya pun diselimuti kabut hitam. Ia pun hilang dari pandangan


Ibu dan ayah Tian Yu tak henti-hentinya mengucap syukur. Mengucapkan do'a yang ditujukan untuk Zhou Xia


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Dua hari setelah kepergian Zhou Xia. Penduduk benua Barat di gemparkan dengan ramuan milik Zhou Xia. Keadaan penduduk yang tadinya akan tiada menjadi lebih baik lagi. Mereka sudah bisa beraktivitas di luar ruangan


Tapi mereka tetap waspada karena ramuan itu hanya akan berfungsi selama lima hari. Mereka mengharapkan ramuan penyembuh yang katanya dari seseorang bernama Mawar Hitam. Mereka juga bahagia karena selain mendapat ramuan, mereka juga mendapat sumbangan berupa uang


Di rumah Tian Yu dan keluarganya, ternyata didatangi keluarga Klan Zhou dan Klan Xiao.. Juga sekte naga api. Rupanya keluarga dan para murid klan mereka juga terjangkit penyakit itu. Rupanya penyakit ini sudah menyebar


Tian Yu sudah sehat. Tian Yu dan Tian Wu pun keluar dari rumah mereka. Ibu & ayah mereka sedang mencari kayu bakar, jadi mereka hanya dirumah berdua


“Ada apa ya. Tuan-tuan terhormat ini hingga sampai mengunjungi rumah hamba” tanya Tian Wu dengan nada sesopan mungkin. Ketiga klan ini adalah klan hebat, terhormat dan sangat kuat. Jadi ia harus bisa bersikap sopan


“Ah, kami dari ketiga klan. Murid dan keluarga klan kami juga terjangkit penyakit aneh itu. Kabarnya banyak orang-orang sembuh karena menerima ramuan dari keluarga anda” ucap utusan klan Naga Api


“Sebenarnya bukan hamba yang membuat ramuan itu, Pangeran. Namun seseorang gadis remaja yang saya ketahui bernama Zhou Xia” bagai disambar petir di siang bolong. Zhou Lang yang notabenenya dari klan Zhou langsung merasakan darahnya berdesir, kepalanya pening, ia hampir jatuh jika saja Xiao Fang tidak menahan tubuhnya


“Di-dimana gadis itu, nak. Dia... Dia putriku yang sudah menghilangkan berminggu-minggu ini”-Zhou Lang


“Saya tidak tahu, Tuan. Setelah saya pulang dari membagikan ramuan darinya. Saya tidak melihat Tuan Putri Zhou, yang ayah dan ibu saya katakan Putri Zhou menghilang begitu saja tanpa bekas” jujur saja Tian Wu juga kaget mengetahui identitas asli Zhou Xia

__ADS_1


“Apa kau tidak punya beberapa botol ramuan lagi? Keadaan klan kami sangat darurat” ucap utusan Klan Naga Api


“Benar-benar tak tersisa tuan, semuanya sudah dibagikan kepada para penduduk” Ucap Tian Wu takut-takut


Utusan klan naga api tampak mengeram marah


“Seharusnya kau menyisakan sejumlah besar kepada kami, kau sungguh tidak menghargai sumber daya dan sumbangan yang selama ini diberikan Klan kami. Sungguh kacang lupa kulitnya!” Ucapnya tajam


Sret..


Jleb.. Jleb.. Jleb..


Pria yang tampak marah tadi tiba-tiba melompat dari kudanya. Kuda itu menjerit kesakitan, seperkian detik kemudian kuda hitam itu tergeletak tak bernyawa. Salah satu prajurit klan Zhou tampak bergetar seraya berkata


“Ma-mawar hitam?....”


Utusan Klan Naga Api itu terkejut setengah mati. Siapa sih yang tidak mendengar berita tentang Dewi Mawar Hitam? Berita itu dengan cepat menyebar luas, dan menjadi topik hangat yang gemar diperbincangkan


“Siapa yang kau katakan kacang lupa kulitnya?” Mereka semua tercekat, ucapan itu terdengar sangat lembut namun mengandung banyak ancaman. Mereka semua menoleh ke asal suara. Gadis cantik dengan gaun putih sedang memakan apel sembari menyilangkan kakinya di atas atap rumah Tian Wu


Ia tampak anggun dan berwibawa, juga tampak kejam dan tegas secara bersamaan. Sejenak mereka semua terpesona dengan kecantikan yang dimiliki gadis itu


“Ouh, ternyata dari Klan Naga Api ya?... Silahkan pergi tuan-tuan, kehadiran kalian sungguh tak di harapkan” Ucap Zhou Xia setelah melihat lambang naga api di baju mereka


Utusan klan naga api tampak mengeram marah, ia hendak menghampiri Zhou Xia. Tapi gerakannya terhenti ketika gadis cantik itu mengeluarkan mawar hitam dari balik gaunnya. Ia was-was takut jikalau Zhou Xia tiba-tiba melemparkan mawar itu ke arah dirinya. Namun tebakannya salah, Zhou Xia melemparkan mawar itu ke arah semak-semak


Aakkhh!!!


Pria berjubah putih keluar dari semak-semak dengan memegang dada nya, disana tepat mawar hitam menancap. Sebelum tiada, ia mengarahkan panahnya ke arah Zhou Xia dengan tangan bergetar menahan sakit. Setelah itu dia meninggalkan dunia. Zhou Xia hanya sedikit menyampingkan kepalanya, dan anak panah itu melayang tepat disamping telinganya


Semua orang pun menatap Zhou Xia kagum. Bisa-bisanya ia menghindari anak panah itu dengan santai dengan raut wajah datar nan dingin. Zhou Xia melompat turun, dan menepuk pundak Tian Wu


“Kakak, ambil semua barang-barang yang ku taruh di belakang rumah” Tian Wu hanya mengangguk dan berlalu begitu saja. Zhou Xia berjongkok menyamakan tinggi tubuh Tian Yu


“Kau sudah sehat?” tanya Zhou Xia, ia juga tersenyum hangat. Tian Yu sedikit mengingat wajah Zhou Xia saat ia setengah sadar. “Sudah kak. Kakak yang berada di rumahku saat aku sakit kan?” tanya nya imut


“Iya” Zhou Xia mencubit hidung Tian Yu. “Dimana ayah dan ibu mu? Kakak tidak melihatnya”


“Ayah dan ibu mencari kayu bakar, setelah itu akan dijual. Dan dibelikan ubi rambat untuk dimakan. Tapi 3 hari ini kami makan daging ayam, kata ibu kami mendapatkan sumbangan dari kakak. Terimakasih ya kak, karena kakak kami bisa makan daging” Tian Yu yang polos memeluk leher Zhou Xia. Zhou Xia tersenyum seraya mengusap punggung anak kecil itu


Zhou Xia merasakan matanya berkaca-kaca. Dulu sebelum menghilang dari klan nya, dia tidak pernah keluar dari wilayah Klan. Jadi dia tidak tau menahu tentang kesulitan rakyat benua barat. “Ya, sekarang kau akan memakan daging setiap hari, bahkan bisa memakan daging sapi segar” ucap Zhou Xia setelah Tian Yu melepaskan pelukannya


“Wahh.. Benar kan kak? Kakak tidak berbohong kan?”


“Kakak tidak pernah berbohong kok, setelah ini kalian akan makan daging terus. Jadi jangan sampai kelaparan ya...”


Semua orang yang berdiri menyaksikan itu merasa trenyuh sekaligus sedih. Xiao Fang dan Zhou Lang menatap Zhou Xia dengan raut sedih. Begitu banyak kah perubahan Zhou Xia saat mereka melupakannya

__ADS_1


“Nak, ayah merindukan mu...” Zhou Lang mendekati Zhou Xia, dan hendak memeluknya. Tapi Zhou Xia sudah terlebih dahulu memundurkan langkahnya


“Aku tidak memiliki ayah, aku hanya memiliki ibu. Dan ibu ku sudah tiada, jadi jangan berharap” Zhou Xia mendesis tajam, seperdetik kemudian ia menyeringai tipis


“Apa kau lupa? Ibu akan membalas mu, kakek akan melindungi ku”


Bonus Chapter


Zhou Xia menatap 6 keranjang besar yang tertata rapi di meja yang diletakkan di bawah pohon yang tak terlalu lebat daunnya. Keranjang-keranjang itu terisi botol kaca kecil seperti waktu lalu, namun kali ini berisikan ramuan penyembuh. Juga ada 3 keranjang besar berisi uang miliknya, ia berniat menyumbangkan uang-uang itu untuk para penduduk yang membutuhkan. Selebihnya diabaikan saja


“Kalian, kemari...” Zhou Xia menunjuk kerumunan para murid Klan Zhou. Mereka pun menghampiri Zhou Xia dengan langkah takut-takut. Takut jika tiba-tiba Zhou Xia menancapkan mawar hitam miliknya


Zhou Xia memilih total 10 orang, dan menyuruhnya mengabarkan penduduk yang terjangkit penyakit untuk pergi ke rumah Tian Wu bahwa ramuan penyembuh telah tiba. Merekapun segera berpencar


Kini gadis muda itu menatap para utusan Klan Naga Api yang beristirahat di bawah pohon, menunggu Zhou Xia memberikan ramuan miliknya. “Tuan-tuan yang tak diharapakan, siapa nama kalian?” mereka tampak ingin marah, tapi segera tersadar kalau mereka juga membutuhkan ramuan milik Zhou Xia


“Ini adik bungsu kami, Fang Li berumur 12 tahun. Ini adik keduaku, Fang Chi 15 tahun dan namaku Fang Cheng 18 tahun”


“Oh” jawabnya singkat. Ia menghampiri Tian Yu yang menikmati buah-buahan darinya. Gadis kecil itu tampak asik. “Terakhir kali, kapan kau memakan buah-buahan?”-Zhou Xia


“Seingatku 1 bulan lalu. Aku selalu menabung jika diberikan uang untuk membeli seikat buah anggur” jawabnya polos, Zhou Xia semakin merasa bersalah kepada orang-orang seperti keluarga Tian Yu. Kelaparan, sakit, membutuhkan, tapi tak ada yang peduli. Betapa susah kehidupan mereka. Zhou Xia tanpa sadar meloloskan air mata nya


“Xia, mengapa kau menangis?” Gadis itu tercekat, menatap Tian Wu yang berjongkok didepannya seraya menatapnya. “Ah, bukan apa-apa. Kak, kau bekerja dimana?” tanya Zhou Xia merubah topik


“2 bulan lalu aku bekerja di salah satu rumah makan. Tapi berhenti bekerja setelah pemilik rumah makan itu bangkrut. Sampai saat ini aku belum menemukan pekerjaan. Tabunganku hampir menipis, tapi berkat dirimu kami bisa makan tanpa khawatir lagi, namun aku tak tahu setelah ini akan mendapatkan uang dari mana” Tian Wu tampak menghela nafas


“Waktu itu mengapa kau tak berfikiran untuk mengambil atau menyelipkan beberapa uang yang kuberikan pada para penduduk?”-Zhou Xia


Tian Wu tampak tersenyum teduh “Aku ingin mendapatkan uang dari hasil keringat ku sendiri. Tidak akan pernah mencuri, kau tahu pencuri tercerdik di benua ini merampok sejumlah besar uang dari kaisar Lu. Tapi ia terpergoki dan ditangkap, lalu dijatuhi hukuman mati karena terlalu banyak mencuri dan melukai bahkan sampai membunuh orang. Dan aku tidak mau menjadi seperti itu”


“Bagus kak, pertahankan harga dirimu sebagai laki-laki. Jangan menjadi brengsek. Memberi harapan, menyatakan cinta, lalu pergi begitu saja. Tapi itukan untuk cinta ya, bukan untuk mencuri. Kenapa mencong sekali perkataan ku ya?” Ia menggaruk pipinya yang tidak gatal, Tian Wu tertawa lantas mengacak rambut Zhou Xia dengan gemas


“Ya, perkataan mu sangat mencong. Tapi itu juga tentang harga diri dan kejantanan seorang pria. Dia harus mampu bertanggung jawab akan segala sesuatu yang diperbuat nya sekecil apapun itu. Karena jika tidak, ia sendiri yang menjatuhkan harga diri dan menjadi seorang yang brengsek” Tian Wu tersenyum mengejek


Zhou Xia memang sengaja mengatakan kata-kata menusuk itu. Dan ternyata Xiao Fang juga mendengarnya, bahkan Zhou Lang juga mendengarnya. Xiao Fang mengepalkan tangannya kuat-kuat, rasa amarah atas kecemburuan memenuhi otaknya


Padahal ia sudah memutuskan hubungan dengan Zhou Xia, sungguh keterlaluan. Pria muda itu menghampiri Zhou Xia dengan langkah seolah berdentum. Ia menarik Tian Wu dari duduknya. Secara spontan memukul dan menendang nya. Tian Wu yang tidak siap pun sudah tergeletak di tanah


Zhou Xia tampak mengeram marah, ia menghampiri Xiao Fang yang masih memburu. “Keterlaluan..” Seketika amarah Xiao Fang mereda ketika suara lembut itu mengayun begitu saja tanpa diminta. Ia baru saja tersadar atas perbuatannya. “Xi-Xi'er, maafkan aku. A-aku tidak- Aakhhhh!!!”


Xiao Fang terlempar 5 meter dari tempatnya berdiri. Tendangan yang Zhou Xia tidak main-main, semua pun hanya bisa tercengang dan membeku. Bahkan pada pengikut Xiao Fang hanya bisa menyaksikan kejadian mengerikan itu, semua berlangsung dengan cepat


Sangat-sangat mengerikan...


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


2016 Kata ☹️🙃🙂😁😭🤭🤭☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2