
Happy Reading 😊😊😊
Sedikit info: Kemarin maaf banget ya. Salah nulis mata uangnya 😓😓. Jadi disini author mau pake mata uang Yuan. Nah yang koin emas atau koin perak kemarin kita tinggal ya guys. Jadi kita pake Yuan. Setelah aku cari-cari di Google (ceritanya nanya Mbah Google ini 🤭) aku nyari-nyari ternyata hitungannya tuh rumit. Aku pusing ini bacanya gimana, nulisnya gimana. Nah aku tuh nemuin novel China. Fiksi modern gitu genre nya. Aku cari komentar disitu, dan ketemu akhirnya. Kata salah satu readers satu Yuan sama dengan Rp2.500
So, kita ikutin kata komentar itu aja ya. Hehe😝😁
jadi malu kan 🥺🥺
Oke lanjut ya
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Info:
Tingkatan Seorang Alchemist
Early Stage Alchemist
Beginner Alchemist
Junior Alchemist
High Stage Junior
Senior Alchemist
High Stage Senior
High Stage
__ADS_1
Great Stage
Greatest Leader
Golden Goddess (untuk perempuan)
Golden God (Untuk Laki-laki)
Goddess of Heaven (untuk perempuan)
Sky god (untuk laki-laki)
Back To Story
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Zhou Xia berhenti dengan tatapan datar nan dingin. Tangannya tergerak ke atas. Srettt..
Secepat kilat ia berbalik melempar anak panah yang ia tangkap tadi dengan sangat cepat namun tenang. Bruk... Seorang pria berjubah hitam seperti ninja jatuh dari pohon
Tangannya memegangi dada yang tertancap anak panah. Pria itu sekaligus Zhou Xia menjadi pusat perhatian, mereka langsung bergidik melihat gadis yang berdiri dengan tenang ini. Sebagian dari mereka mengenal Zhou Xia, pemilik mawar hitam beracun yang menghilang tiga hari lalu
Zhou Xia menghampiri salah satu pedagang perhiasan yang tubuhnya bergetar di tempat. “Siapa dia?” Tanya Zhou Xia dengan ucapan mengintimidasi
“Di-dia.. Dia salah satu bandit yang-... Yang suka merampas para pedagang, nona” Ucap pria tua itu dengan terbata. “Dan satu lagi, mengapa pengunjung pasar ini berkurang dari biasanya?” Zhou Xia kembali melontarkan pertanyaan namun nadanya lebih lembut lagi. Sehingga memberi kelegaan tersendiri bagi pria tua di hadapannya
“Du-dua kota besar di benua ini se-sedang terserang penyakit aneh, nona. Ba-badan mereka akan muncul kemerah-merahan dan kadang akan memuntahkan makanan yang baru saja mereka telan. Jika, jika mereka sudah tidak kuat. Me-mereka akan tiada, hanya itu yang saya tahu, nona”
“Hm. Ini untukmu” Zhou Xia memberikan 10 Yuan kepada pedagang perhiasan itu
__ADS_1
“Te-terimakasih nona. Terimakasih banyak nona” Hampir saja pria tua itu bersujud di hadapan Zhou Xia, namun ia tak punya keberanian untuk melakukannya. Sudah berhari-hari ia tak mendapatkan uang, namun sekarang ia mendapatkan uang secara cuma-cuma
Zhou Xia menghela nafas, agaknya ini adalah musibah berat. Mulai sekarang ia harus belajar kultivasi secepatnya atau akan banyak lagi nyawa melayang
Zhou Xia kembali melangkahkan kakinya, namun bukan untuk menuju tempat rahasia nya. Namun menuju pemukiman penduduk
Sesampainya disana, ia mendengar suara tangis wanita dari salah satu rumah penduduk. Ia segera berlari memasuki rumah tersebut
Didalam rumah itu, seluruh keluarga tampak menangis dengan duduk mengitari seorang gadis cilik yang mungkin berusia 5 tahun. Gadis itu tampak sedang melawan maut
“Maaf, tuan dan nyonya. Bisakah saya memeriksa putri anda?” mereka kaget melihat seorang gadis yang masuk begitu saja kedalam rumah mereka. Meski ragu mereka memperbolehkan Zhou Xia untuk memeriksa putri mereka
“Tapi sebelumnya, apa anda memiliki Kultivasi Qi ranah Soul Wandering? Jika tidak, anda bisa tertular penyakit adik saya” ucap salah satu laki-laki seumurannya. Barang kali dia adalah kakak laki-laki dari gadis kecil yang sedang sekarat ini
“Aku sudah melewati ranah itu. Jadi bisakah aku memeriksa nya?” laki-laki itu pun mengangguk mendengar jawaban Zhou Xia
Zhou Xia mendekati gadis itu. “Siapa namanya?” tanya Zhou Xia sembari menyentuh urat nadi gadis cilik itu. “Tian Yu” Jawab ibu dari Tian Yu
“Setelah selesai memeriksa nadinya. Ia mendekatkan Indra penciuman nya ke salah satu luka kemerahan yang ada pada kulit tahan Tian Yu
Dahinya sedikit mengerut. “Tolong bawakan kertas dan tinta sekaligus kuasnya” kakak dari Tian Yu mengambil kebutuhan Zhou Xia. Zhou Xia pun menuliskan bahan-bahan ramuan
Setelah selesai menulis ia menyerahkan selembar kertas itu kepada kakak Tian Yu. Dan memberikan sekantong uang berisi 400 Yuan. mungkin itu lebih cukup untuk membeli bahan-bahan nya
“Tolong beli bahan-bahan yang saya sebutkan sebanyak mungkin. Cepat sampai disini sebelum tujuh jam. Atau nyawa adik dan para orang lain akan melayang” mendengar itu tangis ibu Tian Yu semakin pecah
Kakak Tian Yu juga semakin panik. Oh maaf, bukan berniat menakut-nakuti. Namun itu memang faktanya
Kakak Tian Yu pun berlari meninggalkan rumah. Zhou Xia menghela nafas, musibah besar menimpa benua kelahirannya. Kabar buruk
Ia harus secepatnya menyembuhkan seluruh penduduk. Ya, harus
__ADS_1