Dewi Mawar Hitam

Dewi Mawar Hitam
Sekte Lengan Panjang


__ADS_3

Zhou Xia mengusap peluh yang membasahi pelipisnya. Nafasnya sedikit tak beraturan, lantas ia mengistirahatkan tubuhnya. Mengambil salah satu botol ramuan, dan meneguk cairan bening itu. Ia bersila, memfokuskan diri.


Ranah Bone Refining tingkat 5


Secepat itukah ia melompati lima ranah sekaligus? Padahal baru beberapa jam yang lalu berlatih. Orang lain yang melihat ini mungkin akan kaget setengah mati. Bahkan tidak ada pemula yang langsung melompati 5 ranah sekaligus


Zhou Xia tersenyum puas, ia melepas semua pakaian nya. Dan berendam di air sungai, sungguh menyegarkan. Apalagi udara panas seperti ini, bagai masuk ke surga


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Kediaman Chen - Benua Timur


“Bagaimana tabib Agung? Bagaimana keadaan putra ku?” seorang pria paruh baya menghampiri seorang tabib yang baru saja keluar dari kamar


“Saya tidak tahu menahu tentang racun itu Baginda, hamba sungguh tidak tahu. Racun ini sulit ditemukan penawar nya, kalau boleh tahu darimana Pangeran Bungsu mendapat racun seperti ini?”


“Saya menemukan nya tergeletak di pinggir sungai saat pencarian, dan saya tidak sengaja menemukan ini” Yang dipanggil Baginda menunjukkan kalung dengan liontin tengkorak kecil


Tabib itu tampak bergetar ketakutan. “B-baginda, i-ini.. Ini...”


“Ada apa Tabib Agung?” Baginda tampak panik sendiri


Tabib Agung mengatur nafasnya, ia berkata dengan cemas. “Baginda.. Apa anda sedang berseteru dengan salah satu pendekar aliran hitam?”


“Seingatku tidak pernah, tapi kemarin Liam tampak bertengkar dengan kumpulan pria-pria berjubah hitam di pasar karena mereka hendak merampas barang-barang yang ia beli dengan jumlah yang tak sedikit”


“Baginda... Ini adalah salah satu Pendekar Aliran Hitam terhebat ketiga setelah Pendekar-Pendekar lainnya di Benua Timur”


“Apa itu, Tabib?”

__ADS_1


Tabib Agung menatapnya sejenak. Ia menghela nafas menyadari bahwa Keluarga besar Chen terancam bahaya


“Sekte Iblis Lengan Panjang”


“A-apa...”


......🌹🌹🌹🌹🌹......


“Lalu bagaimana ini ayah?” Tuan Besar Chen sedang berdiskusi dengan Tuan Tua Chen dan tetua keluarga lainnya tentang racun yang masuk kedalam tubuh Tuan Muda bungsu dari keluarga mereka, Chen Tian...


“Racun apa itu?” Tanya Tuan Tua Chen, “Menurut Tabib Agung, racun itu bernama Daun Telinga Macan Loreng”


Seketika Tuan Tua Chen terhenyak mendengar nama racun itu. Laju jantungnya tak karuan, tangannya sedikit gemetar. “Dari mana Sekte itu mendapat racun hebat itu?” gumamnya lirih


“Ayah.. Ada apa denganmu?” Suara Tuan Besar Chen menyadarkan lamunan Tuan Tua Chen. “Aku akan bersemedi memanggil leluhur, jangan mengganggu ku. Kosongkan pendopo pertapaan, jangan sampai ada suara dari orang lain. Sekecil apapun itu, atau nyawa Chen Tian akan menjadi taruhan nya”


Tuan Besar Chen meneguk salivanya, sepenuh tubuhnya bergetar, seolah menyatakan bahwa ini sama dengan hidup dan mati seseorang


Ruang keluarga sudah kosong, hanya tersisa Tuan Tua Chen sendiri. Ia merenung, apakah nasib nya dulu turun temurun hingga cucu dan cicit nya nanti?


“Daun Telinga Macan Loreng. Jika tidak ada Dewi, mungkin keluarga ku sudah tak menginjakkan kaki dibumi ini”


...✓✓✓✓✓...


Lima Hari Kemudian


Zhou Xia tersenyum bangga, ia menatap rak hitam didepannya. Semuanya dipenuhi ramuan ramuan hebat. Ia telah menyentuh ranah High Stage Alchemist tingkat 6. High Stage adalah ranah ke 6


Ia membaca buku lain tentang ahli ramuan. Kali ini bukunya bersampul biru tua, juga lebih tebal dari buku biasanya. Disini berisi pengetahuan dan cara-cara membuat ramuan penyembuh racun atau ramuan hebat lainnya. Intinya ramuan ini lebih langka dan lebih berkualitas dari ramuan yang ia buat

__ADS_1


Ia ingin menyumbangkan uang-uang nya untuk para orang yang membutuhkan. Maka dari itu ia harus menumpuk uang lagi, walaupun uang-uang nya masih banyak. Ia membaca deretan-deretan tulisan kecil di atas kertas. Tinta itu tertulis sangat rapi, tak ada bercak tinta lain


Ramuan Penghalus Rambut. Wow.. Zhou Xia berdecak, ternyata juga ada ramuan yang digunakkan untuk merawat diri. Hanya tinggal dioleskan di seluruh bagian rambut. Maka rambut yang tadinya kasar dan kusut akan menjadi lembut dan indah


Ternyata ramuan mencakup banyak bidang, bahkan bidang perawatan diri juga ada di pembuatan ramuan


Dia mulai berkutat dengan alat-alatnya. Berusaha sebaik mungkin


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Klan Zhou


Hari ini pesta meriah dilaksanakan di Klan Zhou. Banyak Klan lain yang diundang untuk menghadiri acara ini. Lebih tepatnya acara pertunangan sekaligus pernikahan Zhou Yixing dan Xiao Fang


Pesta digelar dengan sangat meriah. Mereka berpesta ria, bahkan Zhou Lang hanya memusatkan perhatian pada Yixing. Tanpa mempedulikan putri lainnya yang terabaikan


Sementara itu.. Zhou An, ibu Zhou Yixing sedang duduk dikamarnya dengan amarah memuncak. “Yixing... Keterlaluan... Xia, ibu harap kau datang malam ini” ia mengeram marah, ia sudah meneguk lima gelas air untuk meredam amarahnya, namun tak juga kunjung mereda


Putrinya sungguh keterlaluan, menghalalkan segala cara untuk melancarkan ambisi nya. Sungguh ia tak mengira hal ini terjadi, tak sesuai perkiraan nya. Ia mengira sang putri telah berubah pikiran, namun tebakannya salah


Padahal seluruh perhatian orang-orang klan tertuju pada Yixing, bahkan mereka semua mengabaikan Zhou Xia. Tapi gadis itu tetap serakah,ingin mendapatkan apa yang dimiliki adiknya. Kejam dan serakah, Zhou An tak habis fikir dengan putrinya


Ia memijat pelipisnya, menghela nafas berkali-kali


Akankah putri kesayangannya mendapat karma atas semua ini? Apakah semua pertanyaan dibenaknya akan terjadi menjadi kenyataan? Tidak.. Itu tidak boleh terjadi, bagaimana pun Zhou Yixing adalah putrinya. Tapi.. Sebagian lain dari dirinya mengatakan kalau pembelaannya salah


Ia merenung didekat jendela, menatap rembulan yang bersinar cerah. Ia menutup matanya ketika merasakan hembusan angin datang dari jendela. Ia terperanjat, terkejut setengah mati. Seorang wanita mengenakan cadar sedang berdiri menyandarkan tubuhnya ke tembok


“S-siapa kau..” nafasnya tercekat ketika cadar itu terbuka.. Ia hampir saja meneteskan air mata

__ADS_1


“X-xia... Xia, ini k-kau.. Zhou Xia...”


“Ya Bu,, aku kembali”


__ADS_2