
Happy Reading 😊😊😊
🌹🌹🌹🌹
Seorang gadis dengan jubah hitam serta cadar hitamnya itu berdiri. Menikmati angin yang berhembus kencang menerbangkan rambut nya juga jubahnya. Ia sedang berada di pantai. Perbatasan antara Benua Barat dan benua kecil, yaitu Barat Laut
Penjelasan: Benua Utara, Barat, Timur dan Selatan adalah benua besar. Benua kecil juga terdiri atas empat benua, yaitu: Barat Laut, Timur Laut, Tenggara, dan Barat Daya
Ombak kecil sesekali menerpa pinggiran pantai, senja hampir menjemput. Membuat matahari tampak lebih indah. Cahayanya yang berwarna kemerah-merahan menambah kesan menenangkan
Ia merentangkan tangannya, memejamkan mata “Dewi Terdahulu... Aku tahu aku adalah penerus mu, aku berjanji akan membuat keinginan mu tertuntaskan. Kau tahu, aku sedih melihat tempat kelahiran kita memiliki penderitaan, kekurangan, kesedihan, aku benci semua itu”
“Maka dari itu.. Permudahlah semua hal yang kulakukan, aku menunggumu menemuiku... Dewi...”
Ia berjongkok, menggenggam pasir putih didepannya. Ia merasa angin semakin kencang. Tapi.. Ada yang mengelus kepalanya, ia mendongak
Menatap seorang wanita dewasa yang memakai pakaian sama seperti nya. Namun tubuhnya transparan. Ia bangkit, memundurkan langkahnya. “S-siapa kau!”
“Aku.. Terdahulumu.....” Suaranya menggema... Penampilan nya sungguh sama seperti yang ia kenakan. “Zhou Xia.. Aku adalah ibumu”
Zhou Xia tercekat, darimana ia mengetahui namanya. Seingatnya rupa dan bentuk tubuhnya sangat berbeda degan wanita didepannya ini. Tak mirip sama sekali
Tapi dirinya... Jika disandingkan mungkin aman disangka kembar
Wanita itu mendekati Zhou Xia. Ia membuka cadarnya, Zhou Xia kembali tercekat. Wajahnya... Tangannya bergetar, wajah wanita itu tampak sama dengan wajahnya. Ralat... Mereka bisa dikatakan kembar identik
__ADS_1
Lekuk dan bentuk wajahnya sangat-sangat sama, tak ada perbedaan sama sekali
“Aku ibumu...” “Apa? Jangan mengada-ada nona.. Ibuku telah tiada”
Wanita itu tersenyum, senyumannya tampak teduh
“Dia bukan ibumu, dia adalah wanita yang menjagamu selama ini. Dia tak memiliki putri, aku memberikan mu kepadanya diakhir hayatku, aku terdahulu mu...”
Wanita itu membuka cadar yang digunakan Zhou Xia, dia kembali tersenyum. Merentangkan kedua tangannya. Zhou Xia memeluk wanita itu seerat-eratnya. Tangisnya pecah, dia merasakan pelukan ibu yang sebenarnya
Bahunya bergetar hebat, dapat ia rasakan elusan dipunggung nya. “D-dimana ayah? Hiks” ia sesenggukan
“Ayahmu telah tiada, bersama ibu.. Dia bukan ayahmu, dia lelaki kejam, kau berkata bahwa kakek akan melindungi mu bukan?... Dan ibu akan membalasnya?”
Zhou Xia mengangguk, ia menghapus air matanya sambil sesenggukan. “Xia...”
Zhou Xia mendongak. Wajah pria itu tampak dewasa, tampan, sangat-sangat tampan. Tubuhnya atletis, rambut tipis tumbuh disekitar dagunya. Menambah kesan wibawa nya
“Ayahmu..” suara ibunya seolah menjawab pertanyaan dibenaknya. Ia menelan Saliva nya dengan susah payah. Air mata kembali terbendung di pelupuk matanya. “A-ayah. Hiks” ia tak kuasa menahan tangisnya, memeluk pria itu seerat-eratnya
Pria itu membalas pelukan sang putri. Senyumnya terbentuk tanpa diminta, sangat tampan. “Jangan menangis..”
Pria itu melepaskan pelukannya, menatap wajah Zhou Xia yang lebih mendominasi wajah ibunya. “Kau sudah menginjak masa remajamu... Ternyata putriku sudah besar ya”
Pria itu mengacak rambut Zhou Xia, tertawa kecil melihat sang putri yang sesenggukan. Menambah sesak dihati Zhou Xia, akhirnya setelah belasan tahun menanti dan menunggu apa itu cinta ayah yang sebenarnya, ia dapat merasakannya sekarang juga
__ADS_1
“A-ayah.. J-Jangan pergi.. Kumohon, hiks” Zhou Xia kembali menangis dalam pelukan pria itu
Ia menangis cukup lama. Hingga melepaskan pelukannya, “Kemana saja kalian selama ini? Kalian jahat, aku sendirian terus menerus”
Mendengar hal itu pun ibu nya tersenyum. “Kami berada ditempat yang tidak bisa kau jangkau nak, tapi kami selalu mengawasi mu diatas sana. Ibu dan ayah akan menjagamu”
“Kakekmu masih hidup, aku ayah akan memberimu pengunjuk. Suatu hari nanti kau akan bertemu dengan kakekmu” Ayahnya tersenyum
Pria itu memberikan tiga gulungan kertas tebal yang diikat menjadi satu. Kelihatannya kertas itu sangat langka, Zhou Xia tak pernah melihat kertas berwarna emas seperti itu. Mungkin itu kertas lembaran
“Kita akan bertemu lagi, ayah janji” Pria itu mengecup puncuk kepala Zhou Xia, perasaan hangat menyerbu hatinya begitu saja. Beginikah berpisah dengan ayah kandung selama 15 tahun, dan baru dipertemukan sekali
“Sebenarnya kami tidak tiada nak, dilangit sana terdapat kehidupan yang kami tempati. Jika kau bisa, kau akan mencapai kehidupan itu dan menemui kami. Kami menunggu, sayang..” ibunya tersenyum hangat
Zhou Xia mengangguk. Mereka berpelukan bersama, pria itu kembali melayangkan kecupan di pipi & kening Zhou Xia. Ibunya pun sama
“Selamatkanlah benua kelahiran mu dari segala kekejaman. Jangan biarkan kejahatan menguasainya, tugas utama mu adalah Benua Barat, jika telah menyelesaikan nya. Kau akan dapat bertemu kami”
“Baik, ayah”
Pria itu mengusak rambut Zhou Xia. Setelah itu mundur dua langkah. Ia menggandeng tangan sang istri, melayang diudara dan seluruh tubuhnya diselimuti kabut hitam
Mereka menghilang, tanpa jejak dan tanpa bekas
Bahkan cara mereka berteleportasi sama seperti Zhou Xia. Zhou Xia melambaikan tangannya
__ADS_1
Ia tersenyum bahagia. Ia telah mengetahui rupa sang ayah dan ibu. Tampan dan cantik, satu kata yang dapat menggambarkan nya. Sempurna...
“Aku janji, ayah dan ibu...”