
🌹🌹🌹
Zhou Xia berjalan-jalan berkeliling pasar di pusat desa. Dia tidak lagi memakai cadar. Orang-orang akan menganggap nya aneh jika ia memakai cadar. Namun dia tetap terlihat mencolok karena kulit putih lembut & tentunya juga parasnya yang sangat-sangat menawan
Zhou Xia menyembunyikan aura kultivasi nya. Bisa-bisa satu pasar ribut sendiri karena ada gadis muda yang telah mencapai ranah tinggi
Zhou Xia berjalan melihat-lihat. Tapi tak ada yang menarik baginya. Jadi ia memutuskan untuk mampir di salah satu rumah makan
“Mau pesan apa nona?” Seorang pelayan menghampiri nya
“Bawakan aku roti dan teh dingin”
“Baik nona, tunggu sebentar”'
Zhou Xia hanya mengangguk sebagai jawaban. Sialnya para pangeran benua sebelah sedang memasuki rumah makan ini. Zhou Xia berdecak.
“Hhhh, lihat pasti mereka menoleh ke arahku. Ck”
Benarkah begitu? Ya, memang benar. Mereka memilih tempat duduk paling pojok, namun pangeran pangeran itu matanya tetap memperhatikan Zhou Xia
Tak lama, pesanan Zhou Xia telah datang. Gadis itu berusaha menyibukkan diri dengan menyendokkan roti bakar berselai keju ke mulutnya. Tapi tetap saja, rasa risih masih hinggap di dalam dirinya
Ternyata ada tiga orang pangeran yang berkumpul. Dan di sambut baik oleh pemilik rumah makan
“Kakak, siapa gadis yang sedang memakan roti disana” Ucap salah seorang pangeran bernama Chen Tian. Chen Tian datang bersama kedua kakaknya, Ia adalah putra bungsu
Kakak pertamanya bernama Chen Liam, kakak kedua bernama Chen Long
__ADS_1
“Aki tidak tahu, kenapa? kau suka?”-Chen Liam
“Hei, wajahnya saja sangat cantik. Siapa yang tidak tertarik, dasar bodoh”-chen Long
“Kakak... Apa jangan-jangan, kau penyuka sesama jenis?”-Chen Tian
“Hei bodoh. Jangan ngawur, aku masih waras ya. Yang tidak waras itu kamu sendiri”-Chen Liam
“Akh, sakit. Kenapa mencubit ku, hei”-Chen Tian mengaduh
Atensi ketiga pangeran tampan itu teralihkan ketika Zhou Xia sudah selesai memakan makanannya.
“Hei, kakak. Gadis itu sepertinya hendak pergi. Bagiamana kalau kita ikuti?”-Chen Tian
“Kurang kerjaan saja sih”-Chen Long menjawab malas
“Hei. Kenapa kalian pemalas? Dimana pangeran Chen yang kuat? Aku melihat cadar dan bunga mawar hitam di pinggangnya. Makanya aku penasaran” Chen Tian buru-buru ketika Zhou Xia sudah membayar pesanan
“Berapa totalnya?” tanya Helena
“Dua koin perak, nona” Jawab pelayan itu
“Apa disini ada buah-buahan?” Zhou Xia kembali bertanya, ia berniat membeli beberapa buah untuk persediaan makanan nya beberapa hari kedepan
“Tentu saja ada nona, apa anda ingin memesannya?” jawab pelayan itu sembari membereskan sisa makanan Zhou Xia
“Mmm, aku ingin memesan buah apel, anggur, mangga, dan jeruk. Masing masing dua ikat” “Baik, nona.. Akan saya ambilkan dulu”
__ADS_1
Tak lama, pelayan itu muncul dengan buah pesanan Zhou Xia tadi yang di taruh di atas nampan. “Berapa totalnya?” Zhou Xia memasukkan buah-buahan segar itu ke dalam cincin dimensinya. Sementara pelayan tadi menghitung total harga
“10 koin perak, nona. Sekaligus makanan yang anda pesan tadi” “Ini, lima sisanya untukmu” gadis itu menyerahkan 15 koin perak. Pelayan itu berbinar “Terimakasih banyak nona, terimakasih.”
Zhou Xia hanya berdehem. Ia cepat-cepat keluar, tapi Mawar hitamnya jatuh. Sebelum ia mengambil, ada anak ayam yang mematuknya. Dan apa yang terjadi? Tentu saja ayam itu mati dalam sekejap, sontak kejadian itu menarik perhatian para pelanggan
Terutama ketiga pangeran dari keluarga Chen. Mereka terkagum-kagum dengan bunga ajaib itu. Tak ingin mengundang banyak perhatian lagi, Zhou Xia mengambil bunga itu. Orang-orang berfikir kalau gadis muda itu akan mati. Tapi tidak seperti yang mereka pikirkan
Justru Zhou Xia dengan tenang menyentuh bunga itu tanpa terkena luka ringan maupun kematian. Hal itu semakin membuat tiga pangeran Chen semakin penasaran
Zhou Xia berjalan menjauhi kerumunan itu. Ia tersenyum tipis ketika melirik tiga pemuda sedang mengikutinya dari belakang. Ia tetap melanjutkan perjalanan nya
“Tunggu!!!” Suara berat menyapanya dari belakang. Ia menoleh dan itu adalah seseorang yang dia kenal, ayahnya dan pria yang dibencinya sedang berada di atas punggung kuda. Berdiri menjulang di hadapannya
“Nona, apa kau adalah orang yang sama di depan gerbang klan Zhou?”. “Aku tahu kau orang yang sama, aku mengenali bunga mu” Xiao Fang menatap tajam Zhou Xia
Kerumunan kembali terjadi, kira kira mereka hanya memikirkan masalah apa yang di buat gadis itu hingga di datangi pembesar klan Zhou dan tuan muda dari klan Xiao
Zhou Xia hanya tersenyum tipis. Rupanya banyak perubahan wajahnya hingga ayahnya sendiri tak mengenali nya. “Lihat, bahkan kalian tak mengenaliku” senyum miring yang tipis tercetak di bibirnya
Zhou Xia kembali mundur beberapa langkah. Ia melemparkan dua mawar hitam ke kuda milik Zhou Lang & Xiao Fang. Tepat sasaran. Dua pria itu merasakan kudanya gak bertenaga. Kemudian meloncat secara bersamaan dan kuda-kuda itu mati secara perlahan
Orang-orang semakin menatap ngeri ke arah Zhou Xia. Angin kencang datang secara tiba-tiba. Kabut hitam menyelimuti tubuh Zhou Xia, kemudian tubuh nya hilang tak berbekas
“Kakak, hebat sekali gadis tadi. Kira-kira kekuatan apa yang dimilikinya, ia bisa menghilang dengan kabut hitam”-Chen Tian
“Mawarnya sangat beracun. Mawar hitam adalah bunga langka, hati-hati jika kalian menemukan salah satu mawar itu. Jangan menyentuhnya dengan tangan kosong”-Chen Liam
__ADS_1
“Ayo kembali, kita akan menceritakan ini kepada ayah. Kukira ayah mengetahuinya”-Chen Long
Mereka meninggalkan area pasar menuju benua mereka. Benua tempatnya para Kultivator ahli