Dewi Mawar Hitam

Dewi Mawar Hitam
Melupakan


__ADS_3

happy reading ☺️☺️☺️


🌹🌹🌹


Zhou Xia tersenyum tipis. Orang-orang sudah berkerumun dihalaman rumah Tian Wu. Wajah mereka tampak bahagia. Disaat-saat seperti ini, Zhou Xia akhirnya angkat bicara


“Mohon perhatiannya. Selain ramuan kami juga akan membagikan sedikit sumbangan bagi orang-orang yang membutuhkan. Aku harap semua dapat menikmati apa yang kami berikan. Memang sangat sederhana, tapi kami berharap semua ini bisa sedikit membantu kalian” Ucapnya lantang. Sorak Sorai semakin terdengar, mereka memuji Zhou Xia yang memberikan ramuan secara gratis ditambah lagi sumbangan yang ia berikan. Semua bersyukur dipertemukan dengan bidadari sepertinya


“Aku wajibkan, semua harus meminum ramuan ini supaya tak lagi terjangkit penyakit itu. Kalian bisa meminumnya satu teguk untuk yang belum terserang penyakit, dan untuk yang sudah terserang penyakit kalian bisa meminumnya dua teguk. Baik, kalian bisa mengambilnya sekarang. Harap tertib dan tidak saling dorong, semuanya akan kebagian”


mereka semua mematuhi ucapan Zhou Xia. Mengantri dengan rapi. Tian Wu bertugas untuk membagikan ramuannya, dan Zhou Xia bertugas untuk memberikan sumbangan uang


Wajah mereka tampak berbinar. Zhou Xia terus tersenyum, akhir nya ia bisa melihat wajah bahagia mereka. Dan itu dikarenakan Zhou Xia, ia tak berhenti tersenyum. Hingga para remaja seumuran nya ikut terpesona dengan senyumnya


Sebenarnya ia meletakkan campuran herbal dalam ramuan ini. Zhou Xia tidak ingin wajahnya dikenali sebagai Dewi Mawar Hitam, ini cukup menjadi rahasia nya. Jadi ia juga mencampurkan herbal yang bisa membuat orang-orang melupakan wajah Zhou Xia dengan Mawar Hitam nya. Mereka hanya akan mengingat tentang Dewi Mawar Hitam tanpa menyertakan wajah Zhou Xia didalam otak mereka


Dan mereka bisa mengingatnya kembali saat mereka secara langsung melihat Zhou Xia melemparkan mawar hitam. Maka dari itu mulai sekarang ia akan memakai penutup wajah ketika melemparkan mawar hitam


Barisan-barisan dipisahkan. Ia terlebih dahulu melayani yang sudah lanjut usia. Lalu melayani para penduduk paruh baya, setelah itu melayani anak anak kecil yang juga ikut serta dalam mengambil ramuan. Mereka tampak imut dan lucu


Tapi Zhou Xia cukup prihatin dengan pakaian yang mereka kenakan. Standar ekonomi benua barat memang yang paling rendah dengan benua lainnya. Bisa dibilang, penduduk benua barat kebanyakan adalah orang yang tidak mampu


Bahkan anak kecil saja memakai pakaian yang ditambal sana sini. Apalagi yang dikenakan orang tua mereka. Mendapati fakta seperti ini ia sudah ingin menangis saja. Begitu jahat dunia ini


Ia menatap anak kecil seumuran Tian Yu yang mengenakan pakaian dengan tambalan yang paling banyak dari anak kecil lainnya. Hatinya serasa diremat habis melihat pemandangan seperti ini, menyesakkan

__ADS_1


Ia berjongkok. “Hai. Boleh tau kemana kedua orang tuamu, kenapa kau sendirian?” wajah polos itu tampak menyedihkan. “Kata kakek ayah dan ibu sudah berada di surga, tapi kakek juga sudah terbang ke surga” ucapnya lembut


Satu lagi yang membuat menyesakkan, kedua orangtuanya telah tiada juga kakeknya. Tampaknya anak kecil ini masih berusia lima tahun. “Lalu kau tinggal dengan siapa?” “Aku tinggal dengan teman-teman ku”


Gadis kecil itu menunjuk sekumpulan anak sebayanya yang juga berpenampilan seperti nya. Mereka berkumpul dan mengobrol dipojok halaman. Menunggu gadis kecil itu mengambil ramuan


“Siapa namamu?” “Su Qiang” jawabnya manis, ia tersenyum hingga menunjukkan lesung pipinya. Jika ia tidak berpenampilan seperti ini, mungkin ia tampak seperti putri kecil bangsawan


“Kak, kakak mirip seperti ibu. Bolehkan aku memeluk kakak” pupil mata Zhou Xia bergetar, ia lantas mengangguk. Su Qiang masuk kedalam pelukan hangat Zhou Xia. Zhou Xia menerima pelukan itu dengan tangan bergetar


Ia meneteskan air matanya, malang sekali nasib gadis kecil ini. Beberapa orang yang melihat dan mendengar percakapan itu menatap sedih. Juga menatap kagum pada Zhou Xia yang sungguh memiliki hati bak malaikat


“Terimakasih ya kakak, kakak mirip ibu” “Terimakasih juga ya” Zhou Xia mengusap sisa sisa air matanya. “Ini untukmu ya, dan juga teman-teman mu” Zhou Xia memasukkan 4 botol ramuan dan 120 Yuan kepada Su Qiang. “Ini banyak sekali kak”


“Ini untuk bonus karena kamu sudah mandiri, terus mandiri ya. Lain kali kita akan bertemu lagi, daaa”


“Iya sayang, daaaaaaaaaaa”


🌹🌹🌹


Zhou Xia duduk dan menelungkupkan kepalanya dimeja tempat ramuan tadi diletakkan. Ia kurang tidur karena membuat ramuan, badannya serasa remuk. Tian Wu pun menghampirinya. “Xia, kau lelah? Ayo tidur di rumahku” Zhou Xia hanya menggeleng, ia menelungkupkan kepalanya kembali. “Xia, para utusan klan masih menunggu ramuan mu. Apa masih tersisa?”


Zhou Xia memejamkan mata, ia telah mengeluarkan keranjang berisi ramuan dari dalam saku dimensinya. “Coba lihat dibelakang rumahmu” “Bukannya telah habis” “Masih, kau saja yang tak melihat secara teliti”


“Baiklah, aku akan mengambilnya. Istirahatkan tubuhmu” “Hm...”

__ADS_1


Zhou Xia akhirnya tertidur dimeja. Wajahnya tampak damai, lebih cantik dari biasanya. Kebanyakan utusan dari para klan itu adalah pemuda sebayanya, jadi mereka terus memperhatikan wajah Zhou Xia. Sungguh bak bidadari, mempesona


Setelah orang-orang meminum ramuan yang dibuat Zhou Xia mereka akan melupakan Zhou Xia dan hanya mengingatnya sebagai sampah keluarga Zhou. Ia telah memasukkan herbal yang membuat siapapun yang meminumnya akan melupakan sang pencipta ramuan itu. Ia menemukan resep itu dalam buku peninggalan Dewi terdahulu nya


Banyak rahasia di sana. Jika rahasia itu jatuh ke tangan orang yang salah maka akan berbahaya bagi manusia. Maka dari itu lebih baik semua orang melupakan nya, supaya tak ada yang mengincar atau berusaha menjatuhkan nya. Karena mereka hanya akan memandang nya sebagai sampah keluarga Zhou, tak apa. Itu lebih baik


Bahkan beribu-ribu lebih baik baginya


Ia tertidur setengah jam lamanya. Ia terbangun, dan melihat Tian Wu masih sibuk membagikan ramuan untuk para utusan. Ia menepuk pundak pria gagah itu. Tian Wu tersentak, ia terlalu fokus hingga tak menyadari Zhou Xia telah berada di sampingnya


“Kak, setelah ini jangan lupa meminum ramuan nya. Supaya tak terjangkit lagi” Setelah terdiam beberapa saat, Tian Wu pun mengangguk. “Aku tau setelah ini kau akan melupakan diriku. Tapi kau akan selalu mengingat perkataan ku ini” “Apa maksudmu Xi'er?”


Zhou Xia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya secara perlahan. Tersirat tatapan sedih dimatanya


“Jadilah pria bertanggung jawab, jangan lari dari masalah. Karena disetiap masalah tetap akan terselip jalan keluar didalamnya. Jangan pernah putus asa disaat dirimu bersedih, karena disetiap kesedihan akan ada kebahagiaan setelahnya”


“Jadilah seorang pria yang baik, jangan melupakan orang-orang yang telah berjasa dan telah mendampingi mu. Jika kau telah sampai pada kehidupan yang mapan, tetaplah menolong rakyat kecil yang menderita dan membutuhkan. Jangan sombong dan jangan semena-mena”


“Jangan pernah lupa akan pesanku ini”


Zhou Xia menempelkan dua jarinya di kening sebelah kiri Tian Wu. Secara reflek Tian Wu memegang tangan Zhou Xia yang sedang menyentuh keningnya. “Pejamkan matamu” Pria itu memejamkan mata, begitu juga Zhou Xia


“Kau akan mengingat pesanku ini, selama-lamanya. Tak ada yang bisa menghapusnya dari memorimu, tak ada. Sama sekali tak ada” bisiknya lirih


Zhou Xia melepaskan tangannya. Ia mundur tiga langkah, tangannya sedikit terangkat. Ia melayang di udara, semua utusan menatap takjub ke arah Zhou Xia. Angin kencang berhembus, menerbangkan debu-debu dan dedaunan. Sontak, semua menutup mata mereka menghalangi debu yang siap memasuki mata mereka

__ADS_1


Kabut hitam menyelimuti tubuh gadis itu, secara perlahan tubuhnya menghilang bersamaan dengan redanya angin kencang itu


“Selamat tinggal kak, kita akan berjumpa lain waktu” suara itu menggema ditelinga Tian Wu...


__ADS_2