Dewi Mawar Hitam

Dewi Mawar Hitam
Membutuhkan Mawar Hitam


__ADS_3

Zhou Xia


Suatu hari nanti ia akan menjadi seperti kakek, ibu, dan ayahnya. Pasti


Gadis itu duduk anggun diatas batu yang berada ditengah sungai. Ditangannya terdapat buku dengan sampul tebal berwarna coklat tua. Buku pengetahuan Alchemist


Baiklah, seharian ini ia akan berlatih membuat ramuan dan meningkatkan ranah Alchemist nya. Setelah selesai membaca salah satu resep. Ia beranjak dari tempat duduknya, menuju rak kayu berisi banyak sekali bahan-bahan ramuan dari yang paling mudah ditemui hingga uang sulit ditemui. Bahkan bahan berusia ribuan tahun juga ada disitu


Disetiap rak ramuan terdapat cap cakar harimau. Yang melambangkan orang terhebat, ‘Macan Tersenyum’


Mengingat hal itu membuat hatinya serasa dihantam berkali-kali. “Kakek... Beri aku kekuatan untuk meniru jejak mu”


Ia menghembuskan nafas perlahan. Mengambil banyak bahan ramuan penghilang penat atau beban pikiran. Bisa dibilang, ramuan penyegar fikiran supaya tak terlalu stres memikirkan sesuatu hal


“Tak kusangka ada juga ramuan seperti ini. Ck ck, hebat sekali yang menemukan ramuannya”


Ia mengambil tungku berukuran sedang. Setelah membuat api, tungku ia letakkan di atas api. Ia mulai menumbuk beberapa bahan seperti akar herbal dan dedaunan. Juga bunga bunga yang bisa membantu menyempurnakan ramuan


Menyaring bahan-bahan yang telah ditumbuk dan di ambil airnya. Ia menyaringnya bolak balik hingga sepenuhnya bersih tanpa tersisa endapan sedikitpun. Tangannya dengan lihai memasukkan ramuan yang telah disaring kedalam tungku


Setelah semuanya masuk dengan pas, ia menjaga api nya agar tak terlalu kecil juga tak terlalu besar. Tampak gelembung-gelembung air yang muncul. Sebentar lagi akan sepenuhnya mendidih. Ia memasukkan beberapa takaran bubuk berwarna hijau


Dan setelahnya air benar-benar mendidih. Ia mengangkat tungku dan memadamkan api. Menyaring ramuan itu sekali lagi. Setelah tahap terakhir terselesaikan, ia memasukkan ramuan itu ke botol kaca berukuran sedang. Ramuan itu terbagi menjadi tiga botol kaca


Ia mendiamkan ramuan itu supaya dingin. Ia kembali membaca buku tentang Alchemist. Untuk memastikan tingkat ramuan, akan ada kristal bening berbentuk persegi yang dapat mengeluarkan warna ketika setetes ramuan menyentuh baru itu


Dan untuk memastikan kemurniannya akan ada batu kristal bening berbentuk bongkahan seukuran kepalan tangan anak kecil yang juga sama seperti kristal pengukur tingkat ramuan. Yaitu akan mengeluarkan warna atau cahaya


Untuk kedua ukurannya terbagi menjadi tiga ukuran. Keduanya memiliki warna sama dalam ukuran. Yaitu:


-**Ukuran rendah dibagi menjadi tiga warna: abu-abu, jingga, dan kuning


-Ukuran menengah dibagi menjadi tiga warna: Orange, merah, dan putih


-Ukuran tertinggi dibagi menjadi tiga warna: hijau muda, hijau tua, dan biru muda


-Ukuran legendaris dan terlangka berwarna : Biru tua dan ungu. Hanya Alchemist hebat dan tak terkalahkan yang mampu menyentuh tingkat dan warna ini. Masa-masa seperti ini mungkin mustahil untuk mencapai nya**


Setelah membaca petunjuk, ternyata kakeknya memiliki dua batu itu jadi ia menuju petunjuknya. Di rak ke empat. Yang memiliki lemari kecil, ia mengambil batu kristal itu dengan hati-hati


Meletakkan nya di meja. Ia mendongak menatap langit. Cahaya kemerah-merahan nampak jelas dilangit, senja hampir menjemput. Untunglah tempat ini dilapisi dinding ilusi yang sangat kuat. Jadi tidak akan ditempati dengan orang yang salah


Ramuan itu ternyata telah dingin ia meneteskan nya ke batu pengukur tingkat. Batu itu bergetar kecil, setelahnya mengeluarkan cahaya berwarna jingga. Ia sedikit kecewa dengan penghasilannya. Tapi tak apa lah dia kan masih pemula

__ADS_1


Ia beralih ke batu pengukur kemurnian, meneteskan nya setetes. Seperti halnya batu pengukur tingkat, batu pengukur kemurnian itu terlebih dahulu bergetar kecil. Setelah itu mengeluarkan cahaya berwarna kuning


Ramuan pertama nya menyentuh tingkat rendah berwarna jingga & kemurnian tingkat rendah berwarna kuning


Tempat ini sangat lengkap. Kebutuhan apapun tersedia disini. Ia merebahkan tubuhnya diranjang yang empuk. Kemudian tertidur begitu saja, hari ini entah mengapa ia sangat lelah


🌹🌹🌹


Pagi ini, pasar pusat di benua barat tampak sangat ramai. Wajar saja, ini adalah pusatnya. Jadi para pedagang besar sejak pagi sudah berdagang Disini


Awalnya tampak tenang-tenang saja. Tapi ketenangan itu koyak seketika saat sekumpulan bandit datang mengacaukan pasar


Mereka mengobrak-abrik seluruh dagangan. Mereka meminta uang secara paksa. Bahkan yang belum mendapatkan uang sedikitpun mereka siksa dengan kejam. Tak ada yang berani menghentikan, mereka lari tunggang langgang. Menyelamatkan diri sendiri saja sukar, apalagi menyelamatkan orang lain


Bandit-bandit ini adalah bandit dari sekte iblis hitam. Bandit yang suka mengacau, dan menyiksa rakyat. Mereka kejam, tak pandang bulu. Apapun yang menghalangi akan langsung ditebas tanpa ba-bi-bu


Mereka terus menerus melakukan kekerasan, tanpa belas kasihan


Sedangkan jauh disana. Seorang gadis cantik baru saja bangun dari tidur nya. Walau begitu wajahnya tetap cantik, walau dengan muka bantal


Ia baru saja mencelupkan tangannya air sungai, tapi tubuhnya seperti tersengat sesuatu. Ia memejamkan mata, sedetik kemudian matanya menajam. Ia mendesis


“Sialan”


Dengan cepat membasuh muka. Ia tak sempat mandi, ia meraih jubah hitam nya. Memakainya dengan tergesa-gesa, merapikan rambut dan memakai cadar nya


🌹🌹🌹


“Mana uangnya!!!”


“S-saya belum mendapatkan uang tuan. Akhir-akhir ini, ka-kami mengalami penurunan”


“Ah sialan!!”


baru saja pria berbadan besar itu melayangkan pukulannya. Tapi sebuah suara menghentikan nya


“Berhenti!!”


Ia menoleh ke sumber suara. Seorang gadis cantik tengah berdiri dengan tatapan matanya yang tajam. Ia memakai pakaian serba hitam


Dia tak lain dan tak bukan adalah Zhou Xia. “Hohoho, ada pahlawan kesiangan ternyata” ia tertawa terbahak-bahak. Pada bandit yang lain juga ikut tertawa


Zhou Xia tersenyum sinis dibalik cadarnya. “Bukan.. Aku pahlawan kepagian, matamu buta kah? Jelas jelas ini pagi hari, kenapa jadi pahlawan kesiangan? Ahahaha, ternyata hanya bermodal badan besar ya. Tapi melihat matahari saja tak bisa”

__ADS_1


Pria itu mengeram marah. Ia berlari kearah Zhou Xia. Zhou Xia mengeluarkan satu tangkai mawar hitam dari saku dimensinya. Pria itu tampak menghentikan langkahnya “D-dewi... Mawar hitam...” Ia hendak lari tapi terlambat


Jleb...


Tangkai itu telah tertancap di punggungnya. Ia ambruk dengan tubuh membiru. “Benarkan apa kataku, hahah. Hanya bermodal badan besar saja sombongnya selangit”


Zhou Xia mengapit tiga tangkai mawar sekaligus di sela-sela jarinya. Ia menatap satu persatu bandit yang hendak melarikan diri, “Mau kabur, hm...”


Jleb.. Jleb.. Jleb..


“Aaakhhh”


Mereka semua tampak waspada setelah tiga rekannya mati secara bersamaan, bahkan dalam hitungan detik.


Srettt... Zhou Xia menangkap anak panah yang melesat ke arah nya dengan dua jari, melemparkan nya balik hingga orang dibalik pohon lebat itu terjatuh dengan tubuh terbujur kaku


Dengan segenap keberanian yang ada di hati mereka, pada bandit itu menyerang Zhou Xia secara bersamaan. Zhou Xia melompat ke udara dengan tubuh berputar


Ia melemparkan lima mawar hitam sekaligus, dalam sekejap lima bandit yang menyerangnya mati seketika


Ia tidak mendarat di tanah. Melainkan melompat dan mendarat pada batang pohon besar. Tak lama, kemudian, dua anak panah melayang ke arahnya


Dengan cepat ia menangkap dengan kedua tangannya. Dan menjadikan nya umpan balik, Jleb.. Jleb..


Dua orang tadi langsung ambruk begitu saja setelah anak panah yang dilemparkan Zhou Xia menusuk dahi mereka


Hanya tersisa satu bandit saja. Bandit itu bergetar ketakutan, ia hanya mendengar rumor tentang kemunculan Dewi Mawar Hitam. Ia fikir orang itu hanyalah Kultivator biasa, ternyata pemikirannya salah. Ternyata rumor itu benar adanya. Dewi Mawar Hitam adalah seorang yang kejam, haus darah, juga kuat dan hebat


Ia berbalik, kakinya melangkah lebar-lebar. Namun sebelum ia berhasil melarikan diri, satu tangkai mawar menancap dilehernya. Tubuhnya Seketika kaku, ia ambruk ditanah dengan mata melotot


Mengerikan...


Para pedagang dan pembeli dipasar itu bersujud dibawah kaki Zhou Xia ketika ia melompat turun dari pohon. “Terimakasih nona, berkat anda kami terselamatkan”


“Benar nona, anda dapat meminta apapun dari kami”


“Kami akan selalu mengingat jasa anda nona”


Zhou Xia tersenyum dibalik cadarnya. “Berdirilah, kalian tidak pantas bersujud kepadaku”


Mereka pun perlahan berdiri. Menatap gadis cantik yang berdiri anggun didepan mereka. “Mulai saat ini kalian akan selalu ku lindungi. Jika merasa dalam bahaya sebutkan kata ini, ‘Dewi, kami membutuhkan mawar hitam mu’”


“Baik, nona. Terimakasih nona, sekali lagi terimakasih” ucap salah satu pria tua

__ADS_1


“Nona, apa benar anda Dewi Mawar Hitam?”


“Benar” setelah mengucapkan satu kata itu, tubuhnya melayang diudara. Diselimuti asap hitam lalu menghilang tanpa bekas...


__ADS_2