
Zhou Xia menghapus air matanya. Senja hampir datang, terbukti dari matahari yang mencondong ke barat... Ia sedang berada dimakam ibunya. Zhou Li.
Ibunya tiada saat klan laba-laba hitam menyerang klan Zhou. Saat itu dia masih bisa berkultivasi, Namun tetua klan laba-laba memaksanya meminum cairan hitam itu. Ia dipaksa dan terus dipaksa. Ia meminumnya karena ia diancam ibunya akan dibunuh jika ia tidak meminumnya. Tapi setelan ia meminum cairan itu, ibunya tetap dibunuh
************
Zhou Xia telah sampai di depam ruangan kerja ayahnya. “Ayah, apa aku boleh masuk?” “Masuk saja nak”
Zhou Xia memasuki ruangan, dan menghampiri ayahnya. “**Ayah, temani aku tidur. Kali ini saja, aku ingin dipeluk” “Nak, ayah akan menemani kakakmu. Kau tahu, sebentar lagi ayah akan berpisah dengannya, jadi ayah akan menghabiskan waktu ayah dengan kakakmu”
“Ayah, bukankah sudah ada ibu? Temani aku ayah” “Xi'er, Ada apa denganmu.. Biasanya kau tidur sendirian nak”
“Ayah. Mengapa semenjak aku kehilangan kultivasi, semenjak ibu tiada. Ayah berubah, ayah lebih sering menghabiskan waktu dengan kak Yixing”
“Ayah selalu mencari alasan ketika aku meminta untuk menemani ku, kenapa ayah? Bahkan aku sudah lupa kapan terakhir kali ayah memeluk dan menemani ku”
“Bisakah kau adil terhadapku ayah? Aku juga anakmu, aku butuh pelukan. Bukan hanya perlakuan mewah dari para pelayan-pelayan mu itu”
“Ya aku tahu, aku sampah. Jadi semua memperlakukan ku dengan tak enak. Aku tahu, aku hanya seonggok sampah....Ya hanya se-”
“Xi'er!!!!!”
plakkkk!
__ADS_1
“Cih, lihat”
“Sejak kapan ayah berani menamparku. Dimana kelembutan mu ayah? Ayo, pukul aku. Jangan hanya menampar saja. Ayah bisa menggantikan pelukan yang dibutuhkan dengan pukulanmu. Ayo...”
“Kenapa diam?”
Zhou Lang menatap putrinya dengan sendu
“Maafkan ayah nak... Ayah tidak sengaja, sungguh... Maafkan ayah nak”
“Cih... Ayah.. Ibu akan membalas mu.. Ingat itu**”
Zhou Xia tak mempedulikan teriakan ayahnya yang memanggil dan berusaha menghentikan nya. Ia berusaha mati-matian menahan air matanya
Zhou Xia membekap mulutnya dengan tangan. berusaha sekuat mungkin untuk tak mengeluarkan tangisan. Ia berlari ke kediaman nya. Para pelayan dan penjaga kediaman keheranan melihat tuan putri mereka menangis
brak!!!!
Zhou Xia menutup pintu kamarnya dan mengunci nya dari dalam.. Ia memeluk lukisan ibunya dengan erat. Melampiaskan sakit hatinya
“Ibu... Hiks”
Zhou Xia menangis hingga malam. Ia tertidur dengan mata merah membengkak
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
🌤️🌤️🌤️🌤️🌤️🌤️
Zhou Xia keluar dari kediaman nya. Ia melewati arena para Kultivator. Disana anak-anak didik ayahnya sedang berlatih. Ada yang beristirahat, bercanda, tertawa, melakukan arahan kepada para junior. Dan masih banyak lagi
Zhou Xia menatapnya dengan iri. Andai ia masih bisa berkultivasi. Mungkin ia akan belajar lebih giat lagi. Membayangkan nya terasa pedih. Ia ingat betul ibunya ditusuk dengan pedang didepan matanya sendiri
Ia menangis, meraung, mengamuk
Tapi semua itu tak bisa mengembalikan sang ibu.
Zhou Xia kembali melangkah kakinya. Dan pemandangan menyesakkan kembali di hadapkan dengan dirinya. Kedua keluarga yang sebentar lagi menjalin hubungan tengah bercanda dan tertawa bersama. Tampak harmonis. Ya bagi orang lain kurang lebih begitu
Tapi tidak bagi Zhou Xia. Itu adalah pemandangan yang sangat-sangat melukai hatinya. Xiao Fang menghianati nya, dan kini ayahnya mengabaikan nya
Ia berjalan kembali
“Xi'er! Kemari nak”
Ayahnya memanggil dari kejauhan.. Tapi Zhou Xia seolah tuli. Ia pergi begitu saja
*🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
545 kata 😊*