Dewi Mawar Hitam

Dewi Mawar Hitam
Ingin Menjadi Alchemist


__ADS_3

Happy Reading 😊😊


...**********...


Zhou Xia memfokuskan pandangannya pada ramuan yang dibuatnya. Tangannya dengan lihai memainkan saringan ramuan, menyaringnya bolak balik. Menaburkan bubuk tanpa takaran. Semuanya seolah mudah dilakukan


Ia ingin meningkatkan kemampuan Alchemist nya dengan bantuan kitab dari Macan Tersenyum, kakeknya. Tatapannya tajam, ia mengaduk ramuan di tungku api dengan sendok kayu yang panjang. Beberapa kali memeriksa besar kecil ukuran api


Ia menunggu ramuan itu mendidih sembari membaca buku tebal. Ternyata kedudukan seorang Alchemist juga sangat tinggi, dihormati dan disegani. Tak heran, ahli ramuan di Klan nya dulu diperlakukan layaknya tetua agung


Tungku api sedikit bergetar. Ia mengangkat tungku itu dan menuangkan ramuan di botol kaca berukuran sedang. Ramuan itu berwarna biru dengan gelembung-gelembung kecil didalam airnya


Ia meneteskan di atas batu pengukur tingkat. Batu itu bergetar, kemudian muncul cahaya. Ramuan nya mencapai tingkat menengah dengan warna tertinggi di ukuran itu. Yaitu Putih


Ia beralih ke batu pengukur Kemurnian. Meneteskan ramuannya, setelah menerima tetesan ramuan itu lantas batu pengukur bergetar kecil. Ukuran menengah berwarna merah


Ia tersenyum tipis. Ramuan tingkat menengah memang mudah ditemukan di Benua Barat, tetapi dengan Kemurnian menengah sedikit sulit ditemukan. Karena ahli ramuan disana sangat sedikit. Wajar saja, Benua Barat tidak sehebat benua-benua lainnya. Ia adalah benua terlemah

__ADS_1


Zhou Xia menyimpannya di rak ramuan. Ia melompat ditengah sungai, duduk di batu ditengah sungai adalah hobinya. Ia duduk bersila, tangannya masing-masing diletakkan diatas lutut. Ia memejamkan mata


Ia memeriksa peningkatan ilmu ramuannya nya. Ternyata telah mencapai ranah Junior Alchemist. Tak apa, ia bisa belajar lebih giat lagi


Kini ia ingin meningkatkan aliran tenaga dalamnya. Ia mulai menenangkan diri, nafasnya perlahan teratur. Tubuhnya nampak tenang namun tetap fokus.. Ia dapat merasakan energi alam disekitarnya


Dengan perlahan tubuhnya menyerap energi itu. Tekanan energi alam disini sangat tinggi, jadi tubuhnya serasa ditekan kuat-kuat. Keringat dingin mengalir di pelipisnya. Tubuhnya bergetar. Nafasnya mulai memburu, ia berusaha menahan kendali tubuhnya


Setelah belasan menit, tubuhnya nampak tenang. Ia menghela nafas. Ia telah mencapai ranah Ensouthment tingkat 3. Seharusnya dengan begini ia akan disebut senior hebat bukan? Bagi orang biasa mungkin meningkatkan satu ranah ke ranah lain sudah sangat sulit. Tapi Zhou Xia? Dengan mudah ia melompati dua ranah sekaligus. Padahal sebelumnya ia masih pemula


Woowww...


Kini saatnya meningkatkan kemampuan Kultivasi Fisik nya. Ia belum pernah berlatih kemampuan itu. Zhou Xia melompat dari sungai. Ia mengganti jubah hitamnya menjadi pakaian latihan. Celana dan baju hitam


Ditempat ini terdapat ruang peningkatan kultivasi fisik tersendiri. Dan terpisah, banyak alat-alat peningkatannya. Zhou Xia memutuskan untuk berlatih pedang. Hal pertama yang ia lakukan adalah membaca buku tebal berisi tekhnik pedang. Lagi, sampul buku tebal untuk bertuliskan gelar sang ayah


Ia berdecak kagum. “Ayah, sehebat apa dirimu? Hingga mampu membuat sendiri jurus-jurus pedang yang langka ini. Luar biasa...”

__ADS_1


Ia mencoba salah satu tekhnik. “Tekhnik Pedang Api”, tekhnik ini juga menyerap tenaga dalam seseorang dalam penggunaannya. Jika tenaga dalamnya kuat dan dapat menyamai kekuatan pedang ini, maka pedang yang ia gunakan dapat menimbulkan percikan api saat menyerang


“Harus berhasil, jangan lemah” Ucapnya menyemangati diri sendiri


...*******...


Klan Zhou..


Saat ini Xiao Fang dan juga Zhou Lang sedang berdiskusi diruang keluarga. “Ayah, saranku. Sebaiknya pernikahan ku dan pernikahan Yixing dipercepat saja. Lebih cepat lebih baik bukan?”


“Ya, tapi kita belum mempersiapkan apapun. Seharusnya pernikahan mu digelar tiga pekan lalu setelah bertunangan. Tapi kita justru menyibukkan diri dengan mencari keberadaan Zhou Xia. Entah kemana anak itu, susah sekali ditemukan keberadaan nya”


“Ayah, bukannya itu ayah sendiri yang mau. Ayah berkata kita akan mencari Zhou Xia terlebih dahulu dan setelah ditemukan maka kita akan memfokuskan diri pada pernikahan ku dengan Yixing”


“Ayah menyesali keputusan ayah nak, walau kita telah mengerahkan seluruh pasukan tapi tetap tak ada tanda-tanda keberadaan nya walau sedikit saja. Apa anak itu tak mempedulikan usaha kita selama ini? Aku benar-benar kecewa dengan nya”


Mereka terus bercakap-cakap dengan santai. Tanpa menyadari senyum miring penuh kemenangan terpatri di bibir seseorang

__ADS_1


...🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2