
Tokyo,
Pukul 01:25
di dalam kegelapan gang yang sempit terlihat pria membawa sebuah tas kecil sedang berlari dari kejaran seorang tangan kanan seorang mafia yang terjenal dengan pembunuh darah dingin yang membunuh musuhnya hanya dengan sebuah katana yang secepat Kilat.
Srett...
Tanpa berkedip pria itu memenggal kepala seseorang yang memegang tas dengan tebasan mautnya. Tentu saja pria yang membawa tas tadi langsung mati dalam detik berikutnya.
"Misi selesai" ucapnya tenang sambil mengambil sebuah tas yang di pegang orang yang di bunuhnya lalu pergi tanpa mengubur mayatnya.
Entah sudah berapa banyak orang yang di bunuhnya yang jelas baju dan katana miliknya penuh dengan lumuran darah.
*********
Desa Toshukawa
Pukul 08:00
Desa Totsukawa yang terkenal dengan desa permandian air panas, desa Totsukawa terdiri dari hutan dan pegunungan.
Seorang gadis berusia 19 tahun yang memiliki wajah yang Cantik dan memiliki berambut panjang lebat berwana hitam pekat masih tertidur.
Cahaya matahari yang masuk melalu jendela menurutnya sangat menggangu tidur cantiknya.
Tit Tit Tit
Sebuah alarm hp berbunyi. Membuat wanita berambut hitam tersebut megeliat dan berusaha untuk membuka matanya.
Karena ini hari minggu membuat gadis itu sedikit bangun lebih telat dari biasanya.
Setelah bersiap-siap dan memakai baju kimononya dan mengikat rambutnya membuatnya terlihat sangat anggun.
Ao Zora pov
Hai namaku Ao zora Sasaki, sebenarnya nama asliku Ao Zora Mori. Namun bundaku mengubahnya menjadi nama keluarganya setelah ayahku meninggal 7 tahun yang lalu saat usiaku 12 tahun dan kami pun pindah ke desa ini. Desa tanah kelahiran bundaku.
Aku sendiri tidak tau kenapa Bundaku menggantinya, aku pernah bertanya dan Bunda hanya menjawab " itu untuk melindungimu" .
Aku menghela nafasku ketika mengingatnya entahlah aku tidak tau jelas untuk melindungiku dari apa aku tidak tau.
Sesampainya di tempat pemandian air panas.
"Ao-chan selamat pagi.?"
__ADS_1
"Emm selamat pagi juga shina."
"Bibi Madoka ada di dalam jika kou menemuinya" ucapnya sebelum aku bertanya.
"Ya. Terimakasih" aku masuk kedalam pemandian air panas milik keluarga Bundaku.
Yang tadi itu shina Aoki, teman ku saat sekolah dan sekarang dia bekerja di tempat pemandian air panas milik keluarga Bundaku.
Buk
Aku menabrak seseorang yang tak lain adalah adik dari ibuku yang umurnya berbeda 10 tahun denganku.
Kazaki Sasaki laki laki paling tampan di desa. Dia membantu Bundaku juga di tempat pemandian ini. Tak jarang banyak wanita yang datang ke sini bukan hanya untuk berendam air panas tapi juga untuk melihat pamanku ini.
Selain memiliki wajah yang sangat tampan, pamanku juga memiliki tubuh yang atletis yang sangat menggoda. Selain itu dengan sikapnya juga sangat dingin kecuali kupada ku.
"Paman....."
"Apa kepalamu sakit?" Ucapnya khawatir berbeda dengan ku yang ketakutan karena mendapatkan tatapan tajam dari para pengunjung wanita yang ingin melahapku hidup-hidup.
Aku hanya menjawabnya dengan mengelengkan kepala saja.
"kakakku sedang berbicara dengan salah satu pelanggan yang akan menyewa tempat ini. Sepertinya dia sangat sibuk. Bagaimana jika kou berlatih katana lagi dengan ku?" Ucapnya panjang lebar namun masih dengan wajah yang tak berubah.
'Padahal aku belum bertanya bagaimana paman bisa tau aku ingin menemui Bunda ku?' Batinku
"Em kurasa ide yang bagus, aku juga merasa lenganku sedikit kaku karena sudah lama tika mengayunkan pedang" ucapku sambil menyengir kuda. Dan paman Kazuki mengacak acak rambutku.
Bermain katana Sudah menjadi hobiku sejak ayahku masih ada. Mengayun, menebas, menotong itu yang kusukai dari katana. Sangat menakjubkan.
selain memgajarkanku cara menggunakan katana Ayakhku juga mengajarkanku ilmu bela diri dan juga sedikit bermain panahan yahh tapi aku lebih sering bermain katana di sertai dengan bela diri.
Pada awal aku belajar katana bersama ayahku saat umurku 5 tahun menggunakan balok kayu yang berbentuk katana.
Ayahku pernah berkata "kita harus bisa menggunakan katana maupun bela diri karena kita gak tau ke depan nanti akan terjadi apa"
Tak
Tak
Tak
Suara balok berbentuk katana saat beradu. Ya, paman tidak mengizinkanku menggunakan katana asli. Berbeda dengan ayahku saat umurku 10 tahun aku sudah mulai menggunakan katana asli.
"Jangan terus menahan seranganku Ao, kou akan kalah!" Bentak paman
__ADS_1
"Aku mengerti!" Ucapku sambil mulai menyerang.
Tak!
Tak!
Srettt (berputar)
Tak!
Serangan andalanku yang di ajarkan oleh ayah ku berhasil mengalahkan paman yaitu serangan berputar. Membuat paman terduduk dan membuat balok katana yang di pegangnya terlempar
"Kou kalah paman." Ucapku sambil mengarahkan balok katanaku ke wajah paman.
Plok plok plok
Aku dan paman menoleh ke asal suara
"Hebat!..." ucap wanita berambut pink panjang sambil terus bertepuk tangan.
"Yoona." Pekikku aku melempar katanaku sembarang lalu berlari ke arah Yoona dan memeluknya.
"Aku merindukanmu" ucapku
"Aku juga. Hey, yang tadi itu hebat" ucapnya memujiku
"Tidak ada yang hebat." ucapku malas
Ao Zora Pov END
"Dari kapan?" Tanya Kazuki dengan nada dinginnya pada Yoona.
"Halo jendral?" Ucap yoona sambil tersenyum. Membuat kazuki menatapnya tajam.
"Jendral? Paman kou tak pernah bilang jika kou seorang tentara?" Tanya yoona polos
"Dia hanya bergurau"
"Woahhh, jendral tingkat 3 memandang seorang gadis dengan tatapan lembut" ucap yoona histeris.
"Kou seperti biasa banyak bicara." Kazuki kesal lalu masuk ke dalam pemandian untuk berendam meninggalkan yoona dan Ao Zora yang masih penasaran.
"Yoona kenapa kou memanggil paman dengan sebutan jendral? Dan kou kesini....."
"Aku ingin berendam air panas. Dan juga ingin bertemu dengan Bibi madoka." Yoona memotong omongan Ao dengan cepat.
__ADS_1
Eh?
"Kenapa diam? Ayolah aku sudah lelah di perjalanan ajak aku berendam ok." Yoona menarik tangan Ao ke dalam ruangan khusus wanita.