
Tok Tok Tok
"Siapa?" Ucap seorang wanita dari balik pintu
"Ini aku kaK?" ucap kazaki
"Masuk lah" ucap wanita yang berada di dalam ruangan tak lain adalah Bundanya Ao.
Kazuki pun masuk dan melihat kakanya sedang sibuk dengan tumpukan kertas.
"Ada apa?" Ucap madoka yang masih fokus kepada kertas yang di pegangnya.
"Yoona datang." Ucap kazaki tenang. Madoka yang fokus teralihkan karena mendengar nama anak dari adik kembar suaminya.
Ya yoona adalah sepupu Ao dari ayahnya. Ayahnya Ao, Riyota Mori memiliki adik kembar bernama Rieyu mori.
"Di mana Yoona sekarang?"
"Sedang di pemandian bersama Ao"
Mendengar itu Madoka langsung bangun dan pergi ke pemandian miliknya dan meninggalkan tumpukan kertasnya. brserta adiknya yang kaku.
*******
"Boleh ikut gabung?"
Ucap Madoka pada Ao dan Yoona yang sudah lebih awal berendam.
"Tentu saja nyonya" ucap Yoona sopan
"Nyonya? Oh. Jangan panggil Bibi seperti itu, rasanya sangat aneh" ucap madoka terkekeh lalu ikut bergabung.
"Baik lah"
Em, Madoka menoleh dan menatap Ao tajam membuat Ao ketakutan.
"Kou abis bermain katana bersama pamanmu ya?"
"Iya bunda, bunda tau. Tadi aku mengalahkan paman menggunakan jurus andalanku Bunda." Ucap Ao bersemangat.
__ADS_1
Madoka tersenyum melihat putri satu satunya terlihat bersemangat.
"Baiklah tapi ingat jangan sampai kou terluka. Pergilah obati lengan kirimu" ucap madoka lembut
Ao melihat lengan atas bagian kirinya memang lebam akibat terkena serangan dari pamannya tadi.
"Eh bagaimana bisa lebam? Padahal aku tidak merasakan sakit sama sekali?" Cicik Ao pelan tapi masih bisa di dengar oleh Yoona dan Madoka. Lalu Ao bangun dan meninggalkan Madoka dan Yoona berdua.
"Bibi, kou terlihat sangat cantik di usia mu saat ini?" Ucap yoona saat Ao sudah pergi.
"Kou mirip seperti ibumu. Selalu menggodaku" madoka terkekeh mendengar ucapan keponakannya.
"Jadi. Ada urusan apa kou datang kemari?" Ucap madoka yang mulai serius
Yoona menghela nafas panjang.
"Aku tau bibi tidak akan mengizinkannya, tapi ini juga untuk kebaikan Ao"
"Apa maksudmu?"
"Papah menyuruhku mengajak Ao untuk kuliah di Universitas milik keluarga Mori. Jadi Yoona minta izin pada bibi untuk membawa Ao ke Tokyo?"
Madoka menatap Yoona tajam
"Untuk apa?" Tanya madoka
"Untuk melindungi Ao" lanjut Yoona
Madoka mengehela nafas.
"Keputusan ada di tangan Anakku" ucap madoka membuat Yoona senang.
"Tapi ingat jika anakku terluka. Aku akan merebusmu!" Ucap madoka horor membuat yoona menelan ludah kasar.
"Bibi kou seram. Seperti ibu tiri" ucap yoona dan mereka pun tertawa.
******
Malam hari
__ADS_1
kediaman Sasaki
Walaupun di perdesaan Rumah Madoka cukup besar dan berlantai 2. Yoona tidur di kamar Ao atas keinginan Ao Padahal masih ada kamar tamu tapi Ao kekeh ingin tidur bersama sepupunya.
Yoona membuka pintu balkon untuk melihat lukisan indah milik tuhan pada malan hari.
langit malam sangat indah saat di taburi oleh ribuan bintang.
Saat Yoona sedang asik merasakan membusan angin malam lewat balkon kamar Ao terdengar suara dring panggilan telfon miliknya.
Daddy's calling...
"Halo pah?"
"..."
"Aku sudah minta izin pada Bibi madoka"
"..."
"Tapi bibi bilang keputusan berada di tangan Ao sendiri"
"..."
"Baiklah malam ini aku akan bicara pada Ao"
Panggilanpun ter putus sepihak oleh Papih Yoona
Ao yang baru saja selesai mandi tubuhnya merasa mengigil sepert di terpa angin.
Ao menoleh ke balkon dan ternyata benar pintu balkon terbuka dengan Yoona yang sedang bersandar di pagar pembatas sambil memejamkan matanya menikmati hembusan angin malam yang seakan memeluknya.
"Yoona kou bisa terkena flu?"
Yoona langsung menoleh kebelakang melihat Ao yang terlihat segar setelah mandi.
"Kou sudah selesai mandi?"
"Ya kenapa?" Jawab Ao lalu dia duduk di meja rias miliknya.
__ADS_1
"Aku ingin bicara dengan mu?" Ucap Yoona serius membuat Ao mengalihkan pandangnya ke arah Yoona yang masih berdiri di balkon.
Lama terdiam Ao menganggukan kepalanya tanda setuju dan menyuruh yoona masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu