Di Bawah Langit Yang Sama

Di Bawah Langit Yang Sama
bermain katana


__ADS_3

Ao terkejut saat Al memberikan tantangan kepadanya untuk bertanding dengan Rai.


Ao teringat saat hari pertama meteka datang...


FLASHBACK


Jam menunjukan pukul 02:05 dini hari, Ao terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Biasanya sebelum tidur Ao tak lupa untuk menaruh gelas berisikan air di atas meja hias miliknya.


"Kok ilang airnya?" Ucap Ao bingung


"Memangnya gelasnya bocor yah?" Ucap Ao yang masih meneliti gelasnya


(Suara dengkuran orang tidur)


Ao menoleh kebelakang ternyata Yoona yang sedang asik dengan mimpinya.


"Dasar lintah, air gw di abisin. Males lagi gw turunnya" grutu Ao


Sejak kejadian sore tadi saat Yoona memeluk bahkan berciuman dengan Al, Ao memanggilnya dengan sebutan Lintah Sawah.


Dapur yang gelap tanpa penerangan tak membuat Ao takut karena diriny memiliki penglihatan yang sangat tajam walau di tengah kegelapan, bahkan menyala seperti kucing saat di dalam gelap.

__ADS_1


Saat itu juga Rai terbangun dengan alasan yang sama seperti Ao dirinya sangat haus dan memutuskan untuk pergi ke dapur.


Saat sampai di pintu daput Rai terkejut melihat 2 cahaya seperti bola mata. Dilihatnya lebih jelas dan dia tau siapa pemilik mata tersebut yaitu Ao Zora.


Rai mendekat, saat dirinya tepat di belakang Ao betapa terkejutnya Ao saat membalikan tubuhnya dan menubruk sebuah tubuh yang kuat.


"Sedang apa malam-malam belum tudur?" Tanya Rai dingin


"Kou sendiri sedang apa?" Ao bertanya balik


"Kou belum menjawab pertanyaanku?" Desak Rai


"Aku haus. Kou sendiri?" Ucap Ao yang mulai ketakutan karena Rai semakin lama semakin dekat.


Ao semakin ketakutan dan saat ini dirinya sudah memejamkan matanya untuk menghilangkan ketakutannya.


"Minggir aku ingin mengambil air." Ucap Rai dingin, lalu Ao menggeder tubuhnya ke samping.


Dengan sadar Ao merasa dia mempermalukan dirinya sendiri.


FLASHBACK End

__ADS_1


Saat ini Rai sedang berada di hadapan Ao sambil memegang sebuah katana.


Ya, Rai dan Ao bertanding dengan menggunakan katana asli. Tapi tak ada sedikitpun keraguan terukir di wajah cantik Ao itu membuat Rai sedikit terkejut sekaligus kagum.


Pertarungan mereka sangat sengit tak ada yang mau mengalah satu sama lain. Yang mereka berdua tau adalah MENANG atau KALAH dan tak ada kata MENYERAH.


Ao sangat fokus pada musuhnya. Begitupun Rai namun hanya saja Rai tidak terlalu niat untuk bermain katana karena dia tau Ao akan kalah jika dia serius.


Ternyata itu di manfaatkan oleh Ao, dirinya langsung menyerangnya tanpa hitungan detik Rai terjatuh dan Katana yang di pegangnya terlempar dengan cepat Ao Zora menangkapnya.


Dan.... Raiden kimura kalah untuk pertama kedua kalinya saat bermain katana yang pertama oleh Riyota ayah dari Ao dan sekarang oleh putrinya seorang gadis yang polos.


"Kou terlalu memandang ku rendah. Ingat ini, siapapun musuh yang kou hadapi jangan lernah memandangnya rendah, karena kou tidak tau karena mereka merendah hanya untuk mencari celah!!" Ucap Ao membuat Rai, Al, dan Kazaki membelalakan mata nya karena terkejut.


Ucapan yang di lontarkan oleh Ao sama persis seperti perkataan mendiang ayahnya kepada semua Anggota Mafia saat akan menjalani misi.


Memang benar jika di lihat dari sisi lainnya Ao dia sangat mirip seperti mendiang ayahnya.


Lembut namun keras


polos tapi menyimpan sesuatu yang tak diketahui orang lain.

__ADS_1


Terlihat lemah ternyata kuat bahkan sangat menakutkan jika saat marah


Benar-benar sangat mirip.


__ADS_2