
Hari yang di tunggu tiba setelah satu minggu di tahan oleh madoka membuat kedua pria tampan itu sedikit kesal.
Hari ini Ao Zora besama dengan Yoona, Aldriano, Dan Raiden akan pergi ke Tokyo. Karena Seminggu lagi Ao Zora dan Yoona memasuki perguruan tinggi.
Ao Zora sedikit berat meninggalkan ibunya dana meninggalkan Desa yang sudah 7 tahun ini dia tinggali.
Raiden yang sedang menyetir melirik sedikit kesampingnya, ia melihat gadis 2 hari yang lalu mengalahkannya terlihat sedikit gelisah.
"Apa kou ragu?" Tanya Rai penasaran
"Tidak. Aku hanya cemas meninggalakan Bundaku sendiri" jawab Ao Zora tenang
"Nyonya Sasaki akan baik-baik saja."
Lalu Raiden mengajak Ao Zora Berbincang guna untuk menghilangkan Kekhawatirannya. Terkadang sedikit Ao Zora tertawa membuat Raiden yang melihatnya seperti ada gemuruh di dalam Dadanya.
'Sial. Dia manis sekali' batin Raiden
setelah 4 jam perjalanan Ao Zora tertidur pulas di samping Raiden.
"Apa princess sudah tidur?" Tanya Aldriano kepada Raiden. Sekilas Raiden melirik kaca sepion lalu melirik Ao Zora.
"Sepertinya ada segerombolan tikus pengganggu!!" Ucap Raiden setelah menyadari jika meteka sekarang sedang di kepung oleh 8 mobil berwarna hitam di sekeliling mobil mereka.
"Kita di kepung?" Ucap Yoona yang juga menyadari.
__ADS_1
"Tenang sayang. Biasanya jika di posisi tengah akan sangat menyenangkan. Benar bukan?" Ucap Aldriano sambil tersenyum Devil kepada Raiden. Yoona hanya terdiam melihat kekasihnya mengeluarkan hawa seperti iblis, karena menurut nya hal seperti ini biasa terjadi
"Tapi ini di jalan Tol, akan memakan banyak korban. mereka sangat pintar memilih tempat" Ucap Raiden sambil memperhatikan sekeliling banyak mobil milil penduduk sipil yang juga melintas. Aldriano dan juga Yoona membenarkan hal itu.
"Itu mudah. Tinggal hancurkan saja mereka yang mengikuti kita." Saran Yoona
Tanpa aba-aba Raiden membelokan mobilnya keluar dari lintas Jalan Tol mengarah ke padang rumput yang kebetulan mengelilingi jalan tersebut.
Mobil bergerak maju tanpa peduli jalan yang tak rata membuat seisi mobil bergoyang tak menentu mengukuti irama ban mobil yang menyentuh tanah tidak rata.
"Heii!! Bisa lebih pelan. aku rasa semua isi perutku mendadak ingin meledak!" Geram Aldriano yang memang tidak suka dengan guncangan. Bahkan dia pernah di tugaskan di dalam sebuah kapal pesiar al hasil misi gagal dan dia harus di rawat selama satu minggu katena guncangan air laut membuatnya membuang semua isi perutnya.
Nyitttttt
Raiden menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Dengan cepat Aldriano keluar dari mobil memuntahkan isi perutnya. Begitupun dengan Yoona membantu kekasihnya untuk mengeluarkan isi perutnya
Huekk!!! Hoekkk
Srekk
Raiden membuka Kaca mobil.
"Cepatlah mereka datang!"
"Sialan jika karena bukan tikus-tikus pengganggu itu aku tidak akan sememalukan ini!" Kesal Aldriano
"Aku akan membuat mereka membayarnya!!" Lanjut Aldriano lalu kembali ke dalam mobil untuk mengambil pistol di bawah jok mobil yang tadi iya duduki.
__ADS_1
"Jangan Sampai terluka hanya melawan tikus seperti mereka" ucap Raiden memperingatkan Aldriano yang terlihat geram.
Aldriano tak menggubris dan pergi keluar mobil menghabisi musuhnya dengan membabi buta.
"Dia bisa menyelesaikan nya sendiri, jadi tak perlu di bantu." Ucap Raiden pada Yoona yang hendak keluar mobil untuk membantu kekasihnya.
"Lagi pula jika nona membuka pintu mobilnya bukankah akan lebih berbahaya jika Nona AoZora mendengar suara tembakan di luar sana" lanjut Raiden.
"Dia pasti bisa menyelesaikan nya sendiri." Lanjut Raiden kembali dan di angguki Yoona.
15 menit kemudian Aldriano selesai dengan baku Tembak melawan -+ 30 orang sendirian tanpa bantuan sama sekali dan juga tanpa luka sedikitpun.
Karena mobil ini telah dimodifikasi agar kedap suara. Mungkin jika belum di modifikasi akan sangat terdengar suara tembakan yang terjadi di luar.
Setelah selesai Aldriano kembali masuk ke dalam Mobil, dan Raiden kembali melajukan mobilnya ke arah jalan Tol.
******
hari sudah menjelang tengah malam mereka ber-4 basu saja tiba di sebuah gedung Apartemen milik perusahaan Mori.
Ao Zora membuka matanya dan melihat sekeliling, ternyata dia masih ada di dalan mobil dan saat ini Ao Zora hanya tinggal berdua dengan Raiden karena Yoona dengan Aldriano pergi ketempat tuan Rieyu ayah dari Yoona untuk melaporkan jika Ao Zora sudah datang dengan selamat.
"dimna Yoona?" tanya Ao Zora para Raiden dengan suara yang seperti orang bangun tidur.
" mereka sudah turun sejak 20 menit yang lalu" jawab Raiden lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Ao Zora.
Ao Zora yang di perlakukan seperti seorang Putri menjadi laha tingkah sendiri.
__ADS_1
"tidak perlu seperti ini aku bisa melakukannya sendiri" cicit Ao Zora yang masih gugup.
"tidak apa. lagi pula aku tidak pernah melakukan hal se istimewah ini untuk para wanita, anda terkecuali nona?" ucap Raiden lembut lalu mengulurkan tangannya kepada Ao Zora. dan diteroma dengan senang hati oleh Ao Zora.