
"Kou ingin mengajakku ke Tokyo?" Ucap Ao terkejut sekaligus senang.
"Ya."
"Tapikan bunda tidak akan mengizinkanku untuk pergi?" Ucap Ao lemas. Ya karena Ao sangat menginginkan untuk pergi ke Tokyo tempat kelahiran ayahnya.
"Bibi madoka sudah mengizinkan"
Ao terkejut takpercaya pada yoona karena sering sekalo Ao meminta bundanya untuk pergi ke Tokyo tapi di larang dengan alasan Banyak orang yang jahat.
"Apa kou bercanda?"
"Bundak tidak akan meng....."
"Bibi ngengizinkanya." Potong yoona cepat
Ao menatap yoona masih tak percaya dan Ao tidak menemukan kebohongan pada mata Yoona.
Dan akhirnya pun Ao dapat di yakinkan oleh Yoona untuk pergi ke Tokyo.
"Kapan kita akan kesana?" tanya Ao
"Secepatnya lebih baik" jawab Yoona tersenyum
Ao banyak bertanya tentang Tokyo. Dan Yoona menjawabnya tanpa berbohong sedikitpun karena dia tau jika berbohong pada Ao tidak akan bisa.
Ao bisa melihat kebohongan pada orang lain lewat raut wajah dan retina mata orang tersebut.
******
Pagi hari Ao sangat sibuk menyiakan keperluannya untuk di bawa ke Tokyo. Dengan bantuan Bunda, Yoona dan Paman Kazakipun ikut membantu.
__ADS_1
Em? Ao melirik pipi pamannya yang sedikit lebam.
"Paman, apa kou baik baik saja?"
"Ya, aku baik-baik saja." Ucap kazaki tenang
"Kou berbohong."
Deg
Sontak madoka, yoona dan kazaki pun terdiam. Kazaki lupa jika keponakannya bisa mengetahui orang yang berbohong maupun yang berkata jujur.
"Pipi mu lebam paman. Apakah paman abis berantam?" Tanya Ao kembali.
"Oh kemarin aku di pukuli oleh singa hutan." Jawab kazaki enteng sambil nemegang kedua pipinya.
Singa yang tak lain adalah Madoka. Kemarin selepas berendan madoka mencari Kazaki lalu menghajarnya abis abisan dengan alasan sudah melukai putri kesayangannya.
"Singa hutan? Memangnya di hutan ada singa?" Tanya Ao kembali.
Bak Buk Bak
Sebuah balok kayu menghantam kepala dan tubuh Atletis kazaki.
Yoona yang melihannya hanya merinding dan tertawa sedangkan Ao terdiam memikirkan kenapa Bundanya marah.
******
"Aw sakit. Kalau tidak niat ngobatin gak usah ngobatin!" Ucap kazaki kasar
Tapi Yoona malah tambah menekannya membuat Kazaki tambah memekik kesakitan.
__ADS_1
Sedangkan di Tokyo di sebuah gedung pencakar langit milik perusahaan Mori sedang di adakan rapat pribadi oleh Rieyu dan para bawahan mafianya.
"Raiden. Kou sudah mendapatkannya?" Ucap Rieyu adik kembar ayahnya Ao Zora sekaligus ketua Mafia terbesar di Jepang maupun di seluruh dunia.
"Ya tuan" ucap Raiden tenang sambil memberikan sebuah tas kecil yang dia ambilnya beberapa hari yang lalu.
Ya pria yang membunuh dengan memenggal Kepala itu adalah Raiden orang kepercayaan dua bersaudara Riyota dan Rieyu.
Raiden di tugaskan untuk metebut kembali chip rahasia milik perusahaan Mori yang di curi oleh sekelompok Mafia kelas bawah.
Raiden sendirilah yang mengambil dan membantai seluruh anggota pasukan Mafia kelas bawah tersebut. Walaupun begitu Dia harus membunuh sekitar 250 orang dengan katananya dan selesai dalam Waktu kurang dari 2 jam.
"Apa ada misi baru tuan?" Tanya Raiden dan Rieyu hanya tersenyum
"Jemputlah Putriku dan keponakanku bersama Aldriano di desa Totsukawa" ucapnya Raiden dan Aldriano membungkuk memberi Hormat lalu pergi dari ruangan tersebut bersama dengan Aldriano.
"bersenanglah" ucap Raiden pada Aldriano saat berada dalam mobil.
"Untuk apa?" Jawannya dingin
"Tsk" Raiden kesal dengan jawaban singkat lalu kembali fokus kejalan.
Aldriano hanya tersenyum melihat Raiden kesal karenanya.
"Berhentilah tersenyum atau aku akan menebas tubuhmu!!" Ucap Raiden kesal
"Hey kou seram sekali, tentu saja aku senang karena bisa beryemu dengan putriku kembali" ucap Aldriano
Aldriano adalah kekasih Yoona lebih tepatnya Tunangannya. Mereka bertunangan 2 tahun yang lalu saat ulang tahun Yoona ke-17.
Aldriano dan Raiden adalah salah satu orang kepercayaan Dua bersaudara Riota dan Rieyu.
__ADS_1
Sangan mudah bagi Aldriano untuk meminang Yoona karena mereka juga saling mencintai.
Raiden yang selaku masih Singel tak peduli yang dikatakan oleh Aldriano.