Di Bawah Langit Yang Sama

Di Bawah Langit Yang Sama
#4


__ADS_3

Pukul 15:30


Desa Totsukawa


Raiden dan Aldriano telah sampai di desa Totsukawa dalam waktu 5 jam menggunakan mobil sport miliknya dengan kecepatan tinggi. Tanpa hambatan sedikitpun.


Raiden dan Aldriano turun dari mobil yang sudah terparkir di depan pekarangan rumah milik keluarga Sasaki.


Mereka berdua tak kaget dengan kemegahan rumah tersebut karena mereka sering sekali mengawasi dan menjaga Madoka dan Ao.


Mereka berdua di sambut hangat oleh Madoka dan yang lainnya berbeda dengan Yoona yang langsung memeluk Aldriano bahkan mereka sempat bercuiman di depan banyak orang.


Srettt


Madoka menarik kerah baju Yoona saat Yoona dan Al berciuman.


*******


Setelah kedatangan dua orang tampan ke rumah keluarga Sasaki banyak gadis desa yang datang melihat bahkan rela berkali kali lewat hanya untuk cuci mata.


Sudah hampir seminggu ke-2 pria tampan itu menginap di Rumah madoka tentu saja ada bayarannya yaitu dengan menjadi karyawan dadakan di tempat pemandian air panasnya.


Wkwkw konspirasi nih Bunda madoka


Raiden dan Al begitupun Yoona sedang asik duduk di depan pekarangan tempat pemandian.


"Mereka sedang apa?" Cicit Raiden saat melihat Ao dan kazaki sedang beradu katana. Ya, kali ini kazaki mengizinkan Ao menggunakan katana asli miliknya.

__ADS_1


Al yang mendengar segera mengalihkan pandangannya kearah penglihatan Raiden. Begitupun dengan Yoona.


"Ao sedang berlatih katana." Ucap Yoona


Raiden dan Al langsung melihat ke arah Yoona tak percaya karena yang mereka tau Ao Zora adalah gadis yang polos dan anggun mna mungkin dia bisa bermain katana.


"Ada apa kalian tidak percaya? Ao sangan hebat menggunakan katana"


Raiden tak mendengarkan kata Yoona dia kembali fokus pada wanita yang sedang bermain katana dengan pamannya.


"Di sini tidak terlihat jelas, ayo pindah" ajak yoona untuk melihat lebih dekat.


Sebenarna Raiden sedari tadi ngin melihatnya lebih dekat namun ia sedikit canggung untuk itu untung saja Yoona mengajaknya terlebih dahulu.


Sring


Srett


Sringg


Tap


Tak


setelah semakin dekat terdengar jelas Suara katana dan derap kaki Ao dan Kazaki seperti alunan musik bagi di telinga Raiden yang sesama pengguna Katana.


Raiden di buat terpesona dengan wajah Ao yang sedang serius saat bermain katana.

__ADS_1


Kelincahan bergerak, menebas, menghindar, menyerang Yang Ao lakukan sangat menawan menurut Raiden. Tanpa di sadarinya dia sangat fokus pada pertandingan Ao dan Kazaki selaku sesama tangan kanan 2 bersaudara.


"Wow gadis itu juga menguasai bela diri, hebat sekali benarkan Rai?"


Mata Al memicing tajam kepada Raiden yang fokus bahkan tanpa berkedip sedikitpun.


Yoona yang ikut menyaksikan betapa seriusnya Rai saat melihat pertandingan tersebut...


String..


suara katana yang melengking akibat ketuk kencang dan membuat salah satu katana terlempar.


Jleb


Ya katana milik Kazaki terlempar dan berdiri tegak menacap sempurna di tanah tepat tak jauh di belakang Kazaki.


Kazaki sempat terkejut dengan serangan Ao yang tiba-tiba membuatnya melepaskan katananya.


Saat ini Ao sedang menyodorkan katananya pada pamannya dan terukir senyum kemenangan di wajahnya


"Skakmat!.." ucap Ao pada pamannya dan Kazaki pun mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


"Pangkat 3 kalah bermain katana dengan keponakannya. Hee" ucap Al meremehkan.


Ao dan Kazaki menoleh ke asal suara. Gadis berambut panjang hitam tersebut terkejut melihat siapa yang menontonnya lain dengan pamannya, kazaki hanya besikap biasa saja.


"Walaupun aku pangkat ke 3, aku pasti akan kalah 75% dari keponakanku yang lebih pandai menggunakan katananyan. Terlebih lagi aku tidak terlalu ahli dalam bermain katana" elak kazaki tak mau direndahkan

__ADS_1


"Ehhh sehebat apa keponakanmu jika di sandingkan dengan Rei?" Ucap Al merendahkan Ao


__ADS_2