DI Kejar Dua Ceo Tampan Konglomerat

DI Kejar Dua Ceo Tampan Konglomerat
Perselisihan Konflik Seorang Wanita


__ADS_3

Hari telah berlalu, mereka pun melanjutkan kegiatan seperti biasanya dan Zenah pun bersiap-siap untuk pergi kekantor. Dan sesampai kantor dia seperti biasanya melakukan bersih-bersih ruangan. Dan saat ini dia berfikiran untuk membersihkan ruangan Rangga karena terlihat berantakan. Dan tak lama Rangga pun datang ke perusahaan dan masuk ruangannya. Tiba-tiba melihat Zenah.


" Loh Zenah ga usah repot-repot, biar saya aja". Ucap Rangga.


" Tidak apa-apa kok pak, saya bersihin karena terlihat acak-acakan tadi tapi udah selesai". Ucap Zenah.


" Terima kasih ya zen". Ucap Rangga.


" Sama sama pak". Ucap Zenah.


Setelah dibersihkan Zenah pun keluar dan tak lama Rangga memanggil.


" Zenah tolong buatin saya wedang jahe ya". Ucap Rangga.


" Baik pak". Ucap Zenah.


Ia pun membuat wedang jahe didapur dan setelah selesai memberikan wedang jahe itu untuk Rangga. Tak lama memberikan ia melihat Rangga seperti capek sekali.

__ADS_1


" Bapak keliatan kurang tidur dan sangat lelah". Ucap Zenah.


" Iya saya seharian dirumah sakit". Ucap Rangga.


"Bagaimana keadaan mb Renata sekarang pak? ". Ucap Zenah.


" Alhamdulillah dia sudah sadar dari koma dan sudah membaik bisa tertawa tadi". Ucap Rangga.


" maaf pak gara- gara saya bantu bapak sakit kemarin mba Renata jadi salah paham". Ucap Zenah.


" Baik pak jika seperti, saya keluar dulu ingin melanjutkan pekerjaan". Ucap Zenah.


Tak lama Zenah keluar dari ruangan dan melanjutkan pekerjaanya. Dan setelah itu Rangga memanggil dia keruangan untuk dapat membuat proposal perencanaan pembuatan mesin diesel terbaru dan sambil berbagi inspirasi Rangga memesan makanan melalui ojek online untuk cemilan disana dan es kopi. Tak lama ojek online pun datang dan ia memberikan kepada Zenah sambil membicarakan pekerjaan tak lama tanpa disengaja Zenah menumpahkan kopi di kemeja Rangga dan ia membersihkan sambil meminta maaf kepada Rangga.


Dan terdengar suara mobil berhenti dan tak lama perempuan masuk keperusahaan dan memergoki Zenah sedang membuka kancing baju Rangga karena telah menumpahkan kopi itu dia ingin mencucinya.


" Oh jadi ini gadis murahan itu, yang kerja di cafe dan berusaha menggoda cowok kaya, sangat murah sekali kelakuan anda ke anak saya, berharap bisa dapetin anak saya ya". Ucap Mama Rangga sambil menampar Zenah.

__ADS_1


Setelah itu Zenah pun pergi meninggalkan ruangan Rangga Dan duduk diruangan. Tak lama keributan terjadi diruangan Rangga.


" Kenapa sih kamu lebih milih wanita murahan kayak dia , dikasih Renata malah pilih wanita murah". Ucap Mama Rangga.


" Siapa yang murah, dia baik dan dewasa di banding Renata yang terlalu kekanakan". Ucap Rangga.


" Oh jadi kamu mau jadi anak durhaka sama orang tua ga pernah dengerin kata orang tua". Ucap Rangga.


" Mah cukup ya pernikahan itu harus atas dasar cinta bukan perjodohan dari awal saya sudah tidak suka dengan Renata". Ucap Rangga.


" Renata itu baik, mama ingin kamu dapat yang terbaik dan itu ada di Renata, dan mama ngerasa Renata yang pas untuk jadi menantu mama dibanding gadis murahan tadi". ucap Mama Rangga.


" Tapi Rangga tetep ga cinta sama dia cukup mah jangan atur-atur Rangga lagi". Ucap Mama.


" Oke kalo kamu mau itu mama ga akan pernah merestui kamu, dan kalo kamu mau mama tetap ada di samping kamu, kamu harus memecat dia". Ucap Mama Rangga. Dan setelah itu ia pun pergi meninggalkan perusahaan Rangga. Dan Rangga pun terdiam dan terpikirkan dengan ucapan Mamanya dan bingung ingin melakukan apa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2