DI Kejar Dua Ceo Tampan Konglomerat

DI Kejar Dua Ceo Tampan Konglomerat
Keterpaksaan Demi Kebahagiaan dan Keselamatan Mama


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya mereka melanjutkan kegiatannya. Rangga pergi kekantor dan Zenah melanjutkan berjualan kebab.


" Selamat pagi pak. terdengar ucapan Carissa menyambut Rangga di pagi hari". Ucap Carissa.


" Selamat pagi". Ucap Rangga.


lalu Rangga pun langsung masuk ke ruangan tempat kerja dia. Dan pada saat ia masuk terdengar suara mobil berhenti didepan kantornya. Dan ternyata itu adalah mobil Renata. Renata langsung memasuki kantor untuk menemui Rangga.


" Selamat pagi sayang aku". Ucap Renata.


" Pagi". Ucap Rangga.


" Oh iya sayang, minggu depan kita melakukan pernikahan yaa". Ucap Renata.


Rangga kaget dan tiba-tiba ia langsung berdiri.


" Hah! apa ?". Ucap Rangga.


" Iya aku udah bilang mama kamu dan dia setuju dengan rencana pernikahan minggu depan". Ucap Renata.


" Kenapa gak bilang aku dulu sih kan harus tanya pendapat aku minggu depan gimana". Ucap Rangga dengan tegas seperti orang kesal.


" Iyaudah deh kamu gak usah pusingin acara aku yang bakal ngurus semuanya". Ucap Renata.


Rangga pun keluar dari ruangan meninggalkan Renata dan menelpon mamanya.


"Kriiinggggg". suara Handphone.


" Halo mama". Ucap Rangga.


" Ada apa nak?". Ucap Mama Rangga.


" Mama ini apaan deh, kok langsung setuju sih Renata mau ngadain pernikahan minggu depan". Ucap Rangga.

__ADS_1


" Lah emangnya ada masalah, kan mama yang bakal ngurus semuanya bersama Renata". Ucap Mama Rangga.


" Engga bisa gitu, Seharusnya mama bilang sama Rangga dulu". Ucap Rangga.


"Iyaudah kan ga masalah juga. lagian mama udah tanya carisa kamu ga ada agenda kok diminggu depan". Ucap Mama Rangga.


" Tapi mama seharusnya minta pendapat Rangga, Dan tanya keputusan Rangga". Ucap Rangga (Dengan nada kesal) dan mematikan telepon.


Dan setelah itu ia kembali ke ruangannya.


" Aku gak mau tau ya ga ada pesta-pestaan untuk minggu depan!" Ucap Rangga.


" Loh ada apa ?". Ucap Renata.


" Kamu ini ya gak menghargai pendapat aku, Seharusnya kamu tanya dulu sama aku". Ucap Rangga.


"Aku cuman mau kamu menikah sama aku dan tidak memikirkan semua tentang pesta". Ucap Renata.


" Dirumah sakit kan aku bilang ke kamu! Kalo aku belum ada perasaan apa-apa ke kamu!". Ucap Rangga.


" Non ayok makan non ini sudah siang nanti non sakit". Ucap Pembantu.


" Gak!, buang aja nasinya". Ucap Renata.


Pembantunya pun langsung menelpon Mama Renata.


" Kriiinnnngggg". Suara Handphone.


" Haloo". Ucap Mama Renata.


"Bu, Non Renata dari tadi belum mau makan, setelah dari Kantor Rangga".Ucap Pembantu.


" Siapin dlu mbok nanti saya telepon Mama Rangga apa yang terjadi". Ucap Mama Renata.

__ADS_1


" Baik Bu". Ucap Pembantu.


Lalu Mama Renata menelpon Mama Rangga.


" Kriiinnggg". Suara Handphone.


" Halo Beb". Ucap Mama Rangga.


" Halo Beb, ini ada apa ya abis dari kantor kok Renata tidak mau di suruh makan". Ucap Mama Rangga.


" Oh ga ada apa-apa cuman masalah sedikit nanti akan saya langsung selesain dengan Rangga ya beb". Ucap Mama Rangga.


" Oke baik. jangan sampe ada apa-apa ya dengan anak saya,kalo sampe anak saya sakit saya akan pidana Rangga".Ucap Mama Renata.


" Siap Beb". Ucap Mama Rangga (dengan suara lembut dan merasa ketakutan).


Lalu Mama Rangga langsung menelpon Rangga.


" Kriiiingggg". suara Handphone.


" Halo ada apa mah". Ucap Mama Rangga.


" Rangga mama gak mau tau minggu depan kamu harus menikah dengan Renata ini demi kebaikan kamu!". Ucap Mama Rangga.


" Kasih Rangga waktu ya untuk memikirkan semua ini". Ucap Rangga.


" Oke kalo kamu gak mau nikah mama loncat aja dari lantai 3". Ucap Mama Rangga.


" Mah jangan mah, Oke Rangga mau Mah tapi mamah jangan gitu okee". Ucap Rangga.


" Oke baik mama gak gitu asalkan kamu setuju". Ucap Mama Rangga.


Dan setelah itu Mama Rangga mematikan telepon. dan Rangga pun dengan perasaan sedih mendengar hal tersebut dan tiba-tiba ia pun pergi untuk mengobati luka dan perasaan sedih di dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2