
Berbeda dengan Zenah dan Aliando kehidupan pernikahan Rangga pun sedang di penuhi masalah. Renata yang saat ini selalu overprotektif terhadap Rangga membuat Risih sehingga tidak nyaman untuk beraktivitas.
" Udah deh Ren jangan terlalu mengekang aku". Ucap Rangga.
"Iya kamu kan suami ku, aku gak mau sampai kamu jatuh cinta dengan yang lain". Ucap Renata.
" Apa yang perlu kamu khawatirin Zenah juga sudah tidak bekerja lagi disini". Ucap Rangga.
" Oh jadi kamu sedih merasa kehilangan dia tidak disini?". Ucap Renata.
" Sudah jangan buat saya emosi". Ucap Rangga.
" Sepertinya firasat ku benar kamu masih ada rasa dengan dia". Ucap Renata.
" Udah diam jangan buat saya lebih emosi lagi ". Ucap Rangga.
" Oh iya aku liat Zenah sedang bersenang-senang dengan Kakak Aliando tersayang, sedang menikmati liburan gratis diluar negeri kalo bukan kak Aliando siapa lagi yang mau bayarin dia hahahaha". Ucap Renata.
" Zenah bukan wanita seperti itu bahkan dia lebih mahal dibanding kamu". Ucap Rangga.
" Oh gitu jadi kamu yang suamiku lebih memilih membela dia". Ucap Renata.
__ADS_1
" Sudah kamu sudah dewasa sudah tau mana yang baik dan benar tidak usah bertingkah seperti anak kecil". Ucap Rangga.
Renata terdiam mendengar omongan Rangga dan kesal sehingga ia pergi keluar ruangan untuk menenangkan diri. Tak lama Mama Rangga pun datang ke perusahaan Rangga.
" Loh Renata kamu ngapain disini?". Ucap Mama Rangga.
" Saya kesel mama .Rangga selalu membela Zenah dan terus-terus mikirin Zenah". Ucap Renata.
" Dasar perempuan tidak tahu diri Zenah itu, wanita biasa yang berharap sekali untuk naik kedudukan". Ucap Mama Rangga.
" Saya capek melihat Rangga seperti itu mam". Ucap Renata.
" Tenang saja mama mau masuk ke ruangan omongin Rangga ". Ucap Mama Rangga.
" Rangga kamu itu sudah menjadi suami harusnya tidak boleh memikirkan perempuan lain". ucap Mama Rangga.
" Stop deh mah dari awal kan Rangga udah bilang gak ada perasaan apa-apa sama Renata masih aja mamah maksa Rangga menikahi dia dan sekarang Rangga masih di salahin lagi". ucap Rangga.
" Kamu mau jadi anak durhaka?, apa sih hebatnya perempuan itu?. Perempuan Murahan yang berharap jadi seorang Ratu". Ucap Mama Rangga.
" Cukup mah, kenapa Mama sama Renata selalu memandang seseorang dari status sosial, kalo mau memandang seperti itu toh dulu kita juga status sosial rendah". Ucap Rangga.
__ADS_1
" Iya itu dulu, sekarang beda dengan yang dulu. karena mengubah status itu tidak gampang makannya mamah milihin jodoh terbaik untuk kamu yaitu Renata". Ucap Mama Rangga.
" Mah status sosial tidak menjamin seseorang itu hidup bahagia semua itu harus di dasari karakter masing-masih orang". Ucap Rangga.
" Karakter Renata bagus sopan, pintar,dan Rajin". Ucap Mama Rangga.
" Renata masih seperti anak kecil yang selalu menempel dengan aku". Ucap Rangga.
" Wajar dia menempel ke kamu toh kamu suaminya". Ucap Mama Rangga.
" Menurut Mama wajar kalo bagi Rangga tidak sama sekali, Rangga kayak ngerasa sedang di penjara padahal Rangga sendiri hanya bekerja bukan melakukan apapun". Ucap Rangga.
"Sudah bersabarlah dulu mungkin Renata masih butuh waktu untuk bisa percaya sama kamu". Ucap Mama Rangga.
Rangga pun terdiam dan tidak menjawab setelah itu Mama Rangga meninggalkan Ruangan Rangga.
" Sudah Mama bilangin Ren ke dia, Mama cuman mau bilang tolong percaya dengan Rangga kasih dia keluasan sedikit untuk bernafas". Ucap Mama Rangga.
" Baik mah terima kasih". Ucap Renata.
" Sudah yuk temenin mama belanja saja biarin dia konsen bekerja". Ucap Mama Rangga.
__ADS_1
Renata pun pergi mengikuti Mama Rangga untuk belanja. Dan Rangga pun mempunyai niatan akan menyusul Zenah ke luar negeri.
Bersambung...