
Setelah mereka menikmati waktu berdua di pegunungan mereka pun pergi menuju hotel untuk beristirahat sejenak. Dan tiba-tiba pada saat mereka sampai di depan hotel Rangga telah berdiri menatap Zenah.
" Zen, apa kabar?". Ucap Rangga.
" Baik". Ucap Zenah.
" Ada apa kamu kesini, istri kamu tau kalau kamu ada disini?". Ucap Aliando.
" Bukan urusan kamu". Ucap Rangga.
" Zen ada waktu sebentar aku mau ngobrol berdua sama kamu". Ucap Rangga.
"Kenapa gak disini aja". Ucap Zenah.
" ada hal penting yang harus saya sampaikan". Ucap Rangga.
Zenah menyetujui permintaan Rangga ia pun pergi ke kafe samping hotel.
" Zen aku sebenernya cinta sama kamu". Ucap Rangga.
" Kamu tidak usah ngaco deh". Ucap Zenah.
__ADS_1
" Maaf selama ini aku belum menyadari kalau cinta aku itu lebih besar ke kamu".Ucap Rangga.
" Kamu sadar gak kalau kamu itu punya istri". Ucap Zenah.
" Iya aku tau aku punya istri tapi memang itu pernikahan terpaksa ". Ucap Rangga.
" Cukup yaa saya tidak ada perasaan ke kamu". Ucap Zenah.
" Kamu bohong. waktu terakhir kamu datang ke pernikahan aku terlihat jelas kalau kamu itu suka sama aku". Ucap Rangga.
" Oke aku akui memang aku waktu itu suka sama kamu, tapi sekarang rasa itu udah mati, jadi tolong jangan ganggu aku lagi". Ucap Zenah.
" walaupun kamu bilang gak akan ganggu kamu, aku akan tetap ngejar kamu sampai benar-benar kamu menikah". Ucap Rangga.
" Siapa pacar kamu sekarang?". Ucap Rangga.
" Bukan urusan kamu , aku mau pacaran dengan siapapun bukan hak kamu". Ucap Zenah.
" Oh jangan-jangan kamu pacaran dengan Aliando yah". Ucap Rangga.
" Bukan urusan kamu ngerti gak!". Ucap Zenah.
__ADS_1
" Jangan terlalu berharap sama dia Zen kamu tau dia sama kamu beda derajat dan pastinya dia juga sudah diatur perjodohan oleh keluarnya. saya yakin kamu tidak bakalan deh sampai nikah dengan dia". Ucap Rangga.
" sudah selesai ngomongnya?,boleh silahkan pergi kalau tidak pergi aku yang pergi". Ucap Zenah.
" oke biar aku yang pergi inget ya omongan aku, Kalian gak akan bisa berjalan lancar". Ucap Rangga.
Setelah itu Rangga pun pergi meninggalkan Zenah. dan Zenah merasakan sakit dan berdiam merenungi apa yang dikatakan Rangga dan ia pun berfikir bahwa apa yang dikatakan Rangga ada benarnya. Dan setelah itu ia pun pulang ke hotel dan bertemu Aliando di lobby yang duduk menunggunya.
" Kamu dari mana aja?". Ucap Aliando.
" Dari Cafe". Ucap Zenah sambil berwajah muram.
" kamu kenapa?apa yang Rangga bilang kekamu?". Ucap Aliando.
" Tidak apa-apa, sudah saya mau istirahat dulu capek". Ucap Zenah.
" Oke aku anter sampai depan pintu". Ucap Zenah.
Aliando pun berjalan mengantarkan Zenah menuju kamarnya. tetapi ia masih memikirkan mengapa Zenah bersikap aneh dan semakin acuh. dan penasaran dengan apa yang di bicarakan antara Zenah dan Rangga.
waktu pun berlalu sore hari dan Zenah pun tidak keluar dari kamarnya dan tidak makan sama sekali.Aliando menelponnya pun tidak diangkat. Aliando mempunyai inisiatif membelikan makanan untuk Zenah. Dan ia pun pergi ke kafe
__ADS_1
Dan setelah ke kafe ia pun menuju kamar Zenah. mengetuk pintu Zenah tetapi tidak ada suara.
Bersambung...