
Happy reading 😊
***
"Ani" ucap papaku terkejut
"Kamu pulang nak" ucap papaku panik
"Iya aku pulang kenapa papa terkejut kanapa papa gk senang" tanya ku
"Mama mana pa mama mana" tanyaku sudah menyimpulkan sesuatu
Papa menghampiri ku "sayang dengerin papa dulu ya nak kamu duduk dulu" ucap papa
Aku menuruti papa aku duduk di sofa tengah,
Tante juga masuk dan duduk disofa samping ku.
"Ini kenapa pa mama mana" tanyaku dengan mata yang mulai panas, perempuan hamil itu keluar main diluar dengan anaknya mungkin
"Sayang maafin papa ya nak papa sama mama sudah cerai dan itu adik kamu yang main boneka tadi dan yang diperut istri baru papa maafin papa ya nak papa salah" ucap papa merasa bersalah
Air mataku sudah meluncur tidak bisa di bendung bagaimana bisa anak yang main boneka itu adik ku sudah selama itu papa berkhianat dan mama apa kabar dengan mama pasti hati nya sakit karena ulah papa.
Aku diam saja tidak menjawab aku kecewa sama papa.
"Maafin papa nak waktu itu papa dijebak dan papa melakukan itu maafin papa nak gk bisa jaga keluarga" ucap papa sambil memegang tangan ku
Aku tepis tangan papa "papa tega bisa menghianati mama kenapa papa gk jujur sama mama kenapa pa" tanyaku
"Papa sudah jujur sama mama nak, mama juga kecewa waktu itu sama kaya kamu, mama mendiamkan papa selama sebulan tampa kamu tau dan mama menyuruh papa untuk bertanggung jawab karena dia masih gadis nak dan merahasiakan ini dari kamu" ucap papa
"Kenapa mama sama papa gk jujur kenapa harus bohong kalau ujung ujungnya juga membuat hatiku sakit paa kenapa" ucapku mulai terisak Isak.
Tak lama mama datang dengan lari.
"Sayang" ucap mama menghampiri ku dan memeluku
"Kenapa mama gk jujur ma kenapa hiks hiks" ucapku dengan tangis
"Maafin mama nak maafin mama telah merahasiakan ini" ucap mama mulai menangis
"Aku kecewa ma aku marah sama mama papa" ucapku
"Maafin mama ya nak tapi ini kenyataan nya" ucap mama
Aku melepas kan pelukan mama dan pergi dari rumah aku menuju kerumah isa yang tak jauh, aku gk bisa dengan keadaan ini.
"Sayang kamu mau kemana nak" ucap mama
Aku tidak menjawab dan langsung lari.
Tok tok
"Ani kamu pulang" ucap Isa terkejut dan langsung memeluk ku melihat aku menangis pasti dia sudah tau aku menangis karena apa
"An kenapa ini bisa terjadi" ucapku dipelukan nya
"Masuk dulu an" ucap nya menarik ku ke dalam kamar
"An maafin aku juga ya gk ngomong sebenarnya sama kamu" ucap Isa minta maaf
__ADS_1
"Hiks hiks aku sedih banget sa kamu tau kan aku dimanja sama mama papa aku anak yang lemah sa aku gk kuat lihat mama papa pisah" ucapku
"Yang sabar ya an kamu pasti kuat semangat" ucapnya memeluk ku
"Makasih Kamu udah ada buat aku" ucapku dalam pelukan Isa
Aku gk pulang aku nginep di rumah Isa pakai baju Isa,aku gk sanggup lihat mama nangis walaupun aku kecewa dan aku juga gk sanggup melihat anak dan perempuan hamil itu
Aku hanya diam saja melihat bintang di jendela kamar Isa.
"An makan dulu yok nanti kamu sakit Lo" ajak Isa
"Aku gk lapar sa" ucapku padahal aku hanya makan pagi pas mau kesini
Isa keluar dan tak lama masuk membawa makanan satu piring tapi penuh dan segelas air
"Ayok makan kamu gk kangen makan bareng aku"ucap Isa
"Gk sa aku gk lapar" ucapku tetap menolak
Setelah berbagai cara Isa merayuku sampai terakhir dia mau nangis karena aku gk mau makan dan akhirnya aku makan dengan nya dari pada dia nangis.
"Nah gitu dong an makan biar gk sakit" ucapnya
Aku dan Isa makan Isa makan dengan bercerita sudah ku beri tahu tapi ngeyel dan akhirnya dia keselak juga dan aku memberi minum untuk nya.
"Makasih an, eh an kamu tau gk aku sama Leo pacaran Lo kamu seneng kan kalau aku seneng dia itu makin nyebelin tau jadi BT"
"Kenapa BT" tanyaku mulai kepo
"Dia itu pacaran sama aku, tapi kayak pacaran sama game Mulu akunya dianggurin walaupun kadang nyenengin" ucapnya
Aku cerita sama Isa dan kadang aku juga ketawa mendengar cerita nya yang kocak
***
Aku terbangun dan melaksanakan salat berjamaah bersama Isa dan keluarganya
ini yang aku inginkan keluarga yang utuh harmonis bukan malah ada perceraian yang menghancurkan.
Aku mengechat Tante untuk menjemputku dan langsung pulang ke Jakarta
***
Didalam perjalanan aku hanya diam saja dan melihat ke luar jendela.
"An kamu juga marah sama Tante" tanya Tante
Aku hanya diam tidak menjawab aku sedikit kecewa sama Tante karena ikut merahasiakan.
"an kamu beneran marah" tanya Tante lagi
"Ani sayang maafin Tante yaa" ucap Tante
Aku tidak menjawab diam saja
"Sayang biarin Ani tenang dulu" ucap om Heri
"Iya mas" kata Tante
Setelah sampai dirumah aku masuk kekamar dan melaksanakan salat zuhur.Aku berdoa pada yang kuasa untuk menguatkan aku.
__ADS_1
Selesai salat aku melihat album keluargaku di hp rasanya makin sesak karena keseruan ini gk akan terulang lagi.
Hik hiks ma pa aku kangen dulu aku gk mau dewasa aku mau kecil lagi yang penuh dengan keharmonisan
Yok tok
"Ani sayang Tante masuk ya" aku tidak menjawab dan pintu terbuka menampakkan Tante
"Maafin Tante ya an" ucap Tante sambil memeluk ku
"Tante aku pengen kecil lagi Tan aku gk mau gede"ucapku
"Sayang kamu harus kuat semangat yaa Tante yakin pasti Ani bisa" ucap Tante
"Kita makan dulu ya kamu pasti lapar mau kebawah atau Tante bawain ke sini" ucap Tante
Aku gk mau menyusahkan Tante dan akhirnya aku makan di bawah bersama Tante, om dan juga kak Andrian.
"Kenapa mata kamu an di cium Arga" tanya kak Andrian
"Andrian diam" kata om Heri sambil melotot
"Iya iya pah" ucap kak Andrian
"Tan nanti Ani mau keluar boleh" ijin ku karena kalau aku sedih aku akan tenang dengan keindahan alam
"Sama kak Andrian ya sayang" kata Tante elsi
"Tapi Tan" ucap ku
"Kalau gk mau kamu gk boleh keluar" ucap Tante
"yaudah sama kak Andrian" ucapku
***
Aku dan kak Andrian sedang di bawah pohon melihat keindahan sungai
"Kak, kakak juga tau" tanyaku
"Tau apa" kata kak Andrian malah tanya balik
"Tau kalau mama papa Ani cerai" ucapku
"Oh kamu sedih karena itu" kata kak Andrian
"Sabar ya hidup memang gitu gk selalu asik" ucap kak Andrian
"Tapi aku slalu di manja kak aku bukan wanita kuat" ucap ku
"Kamu harus kuat dong ada yang lebih sedih dari pada kamu jadi kamu jangan merasa kamu yang paling sedih, contohnya kakak,kakak gk tau muka mama kandung kakak kayak apa baru lahir udah di tinggal pergi dan potonya juga gk dikasih lihat" ucap Kak Andrian memaksa kan senyum.
Benar kak Andrian lebih sedih aku juga harus kaya kak Andrian harus kuat jangan lemah.
"Jadi kamu harus kuat kayak kakak tunjukkan pada dunia kalau kamu bisa" ucap kak Andrian dengan sebelah tangan di kasih kepunggungku
"Iya kak makasih ya udah nyemangatin" ucapku.
"Iya dong buat apa punya Kakak kalau gk bisa bantu adiknya" ucap kak Andrian sambil memeluk.
Aku mengangguk dan membalas pelukan kak Andrian.
__ADS_1
Semoga terhibur yeaa🤗
jangan lupa tinggalin jejak 😁