Diam Diam Mencintaimu

Diam Diam Mencintaimu
BUKAN MIMPI


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Arga datang membawa makanan untuk Ani.


"Woo kelihatanya enak nih" ucap Ani


"Iya dong nih di makan" ucap Arga


Ani melihat makanan itu dengan diam.


"Kok cuma di lihat? mau aku suapi?" tawar Arga


"Hah" ucap Ani langsung di suapi oleh Arga


"Enak gk" tanya Arga


"E enak" ucap Ani gugup


"Lagi" ucap Arga dan Ani membuka mulut


"Kamu gk makan" ucap Ani di sela sela makanya


"Aku masih kenyang an" ucap Arga masih menyuapi Ani


Sampai habis Arga menyuapi Ani dan kejadian itu tidak akan di lupa keduanya.


Sudah sore hari Arga menelpon Aril memberi tahu kalau dia mau tidur di rumah sakit lagi dan meminta aril untuk datang ke rumah sakit membawa baju untuk nya.


"Hay" Aril datang membawa kotak yang berisi baju untuk Arga


"Lama banget" ucap Arga


"Lama bagaimana kamu baru nelpon aku 30 menit yang lalu aku juga harus bersiap siap, mengambil baju mu dan perjalanan ke sini juga butuh waktu, 30 menit sudah termasuk cepat" ucap Aril yang tak terima di katain lama


"Oke thanks" ucap Arga


"Aku mandi dulu" ucap Arga pada Ani yang sudah mandi


"Mandi aja pamit ngomong segala" ucap Aril


"Ya dong" ucap Arga langsung masuk ke kamar mandi


"An kamu pacaran sama Arga" tanya Aril pada Ani ketika Arga di dalam mandi.


"Gk aku sama Arga gk pacaran" ucap Ani


"Gimana sih tuh bocah gk habis pikri udah ada kesempatan juga" gumam Aril


"Apa ril" tanya Ani


"Ah gk gk kok angin lewat" ucap Aril


Tak lama dokter Alina datang bersama suster yang setia menemaninya dan membawa makanan untuk ani.


"Hay Ani periksa dulu ya" ucap Alina


"Iya dok" ucap Ani


"Oke semua baik" ucap Alina


Cklek


Arga keluar dari kamar mandi dengan memakai baju yang di bawa Aril.


"Mandi di sini tuan?" tanya Alina yang melihat Arga baru keluar kamar mandi.


"Gk" ucap Arga


"Oh kirain mandi" ucap Alina


"Kapan Ani bisa pulang" tanya Arga


"Besok Ani bisa pulang" ucap Alina


"Beneran" tanya Ani

__ADS_1


"Iya an kita gk ketemu lagi deh" ucap Alina


"Gk ketemu lu mah gk rugi" ucap Arga


"Iya deh ya udah saya pamit dulu" ucap Alina keluar sebelum keluar dia melihat Andrian yang sibuk dengan laptop nya


"Seneng banget yang mau pulang dari rumah sakit" ucap Arga mengarah ke Ani


"Iya dong siapa sih yang betah tidur duduk tidur duduk bosen tauk" ucap Ani


"Kenapa gk bilang kalau bosen" ucap Arga


"Emang kenapa" ucap Ani


Bukannya menjawab Arga malah keluar.Tak lama Arga masuk membawa kursi roda.


"Kamu bawa kursi roda buat apa Ar" tanya Ani


"Iya buat apa Ar semua bisa jalan kenapa bawa kursi roda" tanya Aril


"Katanya bosen aku mau bawa kamu jalan jalan" ucap Arga mendekati Ani untuk menggendong dan membawa ke kursi roda.


"Oke" ucap Arga yang melihat semua sudah siap.


"Ar aku malu" ucap Ani ketika Arga mendorong kursi roda ke luar.


"Kenapa malu" tanya Arga


"Ar kan aku bisa jalan kenapa pake kursi roda sih" ucap Ani


"Ya gk pa pa udah kamu diem aja" ucap Arga


Ani menurut arga diam saja. Arga membawa Ani ke taman rumah sakit. Selama di perjalanan banyak suster atau pun dokter menyapa Arga ketika bersimpangan.


"Ar tadi kalau aku lihat semua ramah banget sama kamu" ucap Ani ketika di taman rumah sakit


"Semua siapa" tanya Arga yang duduk di kursi taman


"Itu suster sama dokter" ucap Ani


"Kok gk tau sih aneh banget" ucap Ani


"Udah gk usah di pikirin tuh lihat bagus banget lama gk kesini" ucap Arga


"Kamu sering kesini" tanya Ani


"Dulu aku pernah di rawat di sini cukup lama" ucap Arga


"Sakit apa kok bisa sampai di rawat" tanya Ani


"Sakit hati lihat kamu sama dia" ucap Arga


"Aku tanya serius kok kamu jawab nya bercanda sih" ucap ani


"Aku juga serius duarius malah" ucap Arga


"Kamu sakit apa Ar" tanya Ani lagi


"Aku keseringan main game sampai jatuh sakit Ani udah tau kan" ucap Arga sambil menatap Ani dengan tatapan berbeda.


"Makanya kalau di bilang gk usah main game jangan bantah" ucap Ani gugup melihat tatapan arga


"Iya sekarang udah jarang kok" ucap Arga


"Ya karena kamu sibuk di rumah sakit jadi gk sempat main game deh" ucap Ani


"Haha pinter banget" ucap Arga memencet hidung Ani.


"Auw sakit tau" ucap Ani


"Nanti kalau udah gk sibuk jangan suka main game" ucap Ani


"Iya an, oh iya kamu di sini sama Tante, mama sama papa kamu dimana" tanya Arga


"Mama papa aku ada di Bandung iya aku di sini sama Tante adik papa ku" ucap Ani


"Kamu gk kabari mama papa kamu kalau kamu di rumah sakit" tanya Arga

__ADS_1


"Emang mereka perduli" tanya Ani


"Pasti dong kamu kan anak nya" ucap Arga


"Aku kecewa sama mereka" ucap Ani menatap Arga


"Jangan terlalu lama kecewa sama orang tua nanti jadi penyakit gimana coba" ucap Arga


"Aku harus apa" tanya Ani


"Kamu mau telepon mama atau papa kamu" tanya Arga


Ani mengangguk kan kepala.


"Aku akan menelepon Aril untuk membawa telpon mu ke sini" ucap Arga yang hendak menelepon Aril


"Jangan telpon Aril aku hapal nomor mama" ucap ani


"Oke nih" ucap Arga memberikan hp nya


Dert dert


"Halo siapa ya" tanya mama Ani di sebrang telpon


"Halo ma ini Ani pakai hp temen Ani" ucap ani


"Owh sayang bagaimana kabar kamu kenapa nomor kamu tidak aktif" tanya mama Ani


"Ani baik ma" ucap Ani


"Alhamdulillah kalau baik nak" ucap mama ani


"Ma Ani kangen" ucap ani


"Mama juga kangen nak besok kalau mama udah gk sibuk mama ke Jakarta" ucap mama Ani


"Beneran ma" tanya Ani


"Iya sayang, oh sayang mama harus matiin dulu ya mama lagi kerja bye bye sayang" ucap mama Ani langsung mematikan telepon


"Mama kerja apa" tanya Ani pada diri sendiri


"Kenapa kamu bohong dan mengatakan baik padahal kamu di rumah sakit" tanya Arga


"Aku gk mau nambahin beban mama" ucap Ani


"Kenapa" ucap Arga


"Mama aku masih banyak masalah karena perceraian nya dengan papa" ucap ani


"Mama papa kamu cerai?" tanya Arga


"Iya" ucap Ani


"Sabar ya" ucap Arga


"Iya makasih" ucap Ani mencoba biasa aja agar tidak sedih


"Iya" ucap Arga


Sampai malam hari Ani dan Arga masih di taman melihat lampu taman yang semakin indah.


"An" panggil Arga dan Ani menoleh


"Kenapa Ar" ucap ani


"An aku mencintaimu" ucap Arga menatap Ani dalam.


"Ar" ucap Ani berhenti ketika melihat Arga memegang tangannya.


"An maukah kamu jadi pacar ku" tanya Arga pada Ani


Ani diam apakah ini mimpi batin Ani,Ani mencubit pahanya ternyata sakit berarti bukan mimpi batin Ani.


"An aku.."


Semoga terhibur 😊

__ADS_1


__ADS_2