Diam Diam Mencintaimu

Diam Diam Mencintaimu
HARI HARI BARENG TEMAN


__ADS_3

Happy reading 😊


***


Pagi hari Ani dan Isa bersiap untuk mancing udah lama mereka gk bareng bareng.


"An aku dapat aku dapat horee" Isa kesenangan teriak teriak sampai orang yang ada di situ ngeliat pas diangkat ternyata kayu potongan dari pohon.


"Yaaa kok kayu sih" ucap Isa lemas


"Kasian banget udah habisin tenaga untuk teriak eh malah di ghosting sama ikan haha" bukanya ikut sedih Ani malah ketawa


"Bener bener teman lagi malu tuh di lihat orang orang eh kamu malah ketawa juga" ucap Isa


"Haha maaf" ucap Ani dan tak lama pancing Ani bergerak


"Eh gerak nih pasti ada ikannya" ucap Ani senang


"Wow besar banget" ucap Isa ke girangan lihat ikan yang di pancing Ani


"Iya besar banget" ucap Ani senang


"Ah makin semangat deh ayok semangat" ucap Isa


"Iya ayo semangat" ucap Ani ketika sudah meletakan ikan ke dalam ember.


"Nanti ikannya kita apain an" tanya Isa


"Em panggang aja nanti malam" ucap Ani


"Lama banget ke buru basi ikannya kalau di olah nanti malam" ucap Isa


"Iya juga kalau gitu kita SOP aja siang ini" ucap Ani


"Boleh" ucap Isa


Ketika mereka ngobrol ngobrol tiba tiba pancing Isa bergerak mereka pun teriak teriak ke girangan mendapatkan ikan lagi.Tampa memperdulikan orang orang di sekeliling bagaikan di dunia hanya mereka berdua Ani dan Isa teriak teriak ketika dapat ikan.


"Udah banyak pulang yuk udah siang nih pasti ikannya tidur siang" ucap Isa


"Ayuk aku udah capek banget" ucap Ani


Sesampainya di rumah ikan yang di dapat di tuangkan ke ember yang lebih besar.Mereka langsung mandi habis itu tidur karena kecapekan langsung tidur tampa memikirkan ikan ikan nya di ember.


Ketika sore Ani dan Isa bangun dari tidur nya.


"Astaga an ikan kita" ucap Isa


"Astagfirullah iya ayo ke dapur" ucap Ani


Ani dan Isa berlarian ke dapur ternyata sudah ada namanya Ani.


"Ma ikannya" tanya Ani


"Ikan nya sudah mama masak jadi SOP kalian ini mancing habis mancing ikanya malah di anggurin" ucap mama


"Hehe iya Tan ngantuk" ucap Isa


"Isa ma ngajak aku tidur" ucap Ani


"Mana ada kamu tidur sendiri kenapa jadi salahin aku" protes Isa


"Udah udah cepat kalian makan tuh udah siap" ucap mama

__ADS_1


"Mama kok cepat banget masak sambil bersih bersih" ucap Ani


"Tadi ada art kesini bantu mama" ucap mama


"Tadi pas aku pulang mama gk ada kemana" tanya Ani


"Mama ke butik tempat Tante Nana" ucap mama


"Mama kerja di sana" tanya Ani


"Mama yang mendesain dan Tante Nana yang buat karena Tante Nana mau ke luar negeri ikut suaminya jadi mama yang akan menggantikan Tante Nana sebagai pemilik butik itu" ucap mama


"Mama beli" tanya Ani


"Papa yang beli untuk mama an" ucap mama jujur


"Gk di marahin Tante Reni kalau papa beliin mama" tanya Ani


"Tante Reni yang minta mama untuk terima pemberian papa kamu sayang" ucap mama


"Oh" Ani beroh


Ani tak menyangka dia kira mama papanya akan jaga jarak ternyata masih sama hanya saja bukan suami istri dan satu lagi dia kira istri baru papa nya itu sengaja mengambil papa nya ternyata dia juga korban.


Selesai makan Ani dan Isa main ke tempat Dewi untuk berkumpul.Mereka membicarakan dulu dulu ketika duduk di bangku SMP juga SD.


"Udah mau magrib nih ayo ke masjid" ajak Dewi Dewi memang anak yang rajin solat tapi dia keliatan bar bar kalau lihat cowok ganteng.


"Ayo sa kita ambil mukena dulu" ucap Ani


"Ayok" ucap Isa


Ani dan Isa mengambil mukena habis itu ke masjid bareng Dewi.


Keesokan harinya Ani,Isa juga Dewi ikut membantu tetangga yang mau menyunat anaknya.


"Eh itu ada Edo ayok kesana" ucap Isa mengajak Ani dan Dewi menghampiri Edo yang habis sunat


"Sakit ya do" tanya Isa


"Iya kak sakit" ucap Edo


Ani dan Dewi kira Isa mau menyemangati eh malah buat anak orang nangis.


"Kan masih sakit tuh nah selama 1 Minggu yang di sunat itu habis dan kamu gk bisa pipis deh" ucap Isa menakut nakuti Edo yang masih 1 SD


"Gk kak Isa bohong kata mama kalau habis sunat jadi ganteng" ucap Edo sambil nangis


"Hah makin ganteng kamu di bohongi mama kamu" ucap Isa malah membuat Edo tambah nangis.


"Aa mama aku gk mau huaa" tangis Edo


"Isa tuh kan jadi nangis Edo nya" ucap Ani


"Heh kalian apa in Edo kok jadi nangis" ucap Tante mama nya Edo


"Dia nangis sendiri kok Tan" ucap Isa


"Mah nanti tit*t Edo habis ya" ucap Edo


"Gk lah kan kalau habis di sunat jadi ganteng kayak Abang" ucap mama Edo


"Kata kak Isa nanti habis dan Edo gk bisa pipis" ucap Edo

__ADS_1


"Gk kok do kak Isa bohong itu" ucap Dewi


"Iya kak Isa bohong" lanjut Ani


"Beneran bohong" tanya Edo


"Iya bohong iya kan sa" tanya Ani menyenggol Isa


"Ee eh iya kakak bohong biar kamu nangis hehe" ucap Isa


Ani,Isa dan Dewi di suruh membagi bagikan makanan ke tetangga dari pada membuat anak orang nangis.


"Kamu juga aneh aneh sa anak orang di buat nangis" ucap Dewi


"Gk papa kali dari pada diem aja mending ngehibur diri" ucap Isa tanpa rasa bersalah


Ani dan teman temannya membagikan makanan ke para tetangga.


Selesai makan Ani dan teman temannya membantu membungkus makanan untuk hari H besok.


Ani dan Isa pulang Isa masih menginap di tempat Ani sampai Ani pulang di Jakarta.


"Capek ya hari ini" ucap Ani


"Iya capek" ucap Isa


Ani mengaktifkan hp nya dan membalas pesan Arga. Tak lama Arga menelpon Ani bingung mau angkat atau tidak.


"Siapa an" tanya Isa


"Em" Ani berfikir


"Pacar kamu ya" tebak Isa


"Iya" ucap Ani


"Angkat aja" ucap Isa


"Kamu diam ya" ucap Ani


"Iya" ucap Isa mengangguk kan kepala


"Halo Ar" ucap Ani ketika sudah mengangkat dan menampakan leher Arga


"Aar" panggil Ani karena Arga belum tau kalau sudah di angkat


"Eh udah diangkat ya kapan ke Jakarta yang gk bisa di cepetin ya" tanya Arga menampakkan mukanya


"Haaa" Isa menutup mulutnya syok melihat Arga


"Ini pacar kamu an ganteng banget" ucap Isa menampakkan wajahnya ke layar


"Isa biasa aja kali" ucap Ani ketika Isa mendesak desak


"Hay kamu pacar Ani ya" ucap Isa pada Arga


"Iya" ucap Arga


"Kamu gk usah malu maluin sa" ucap Ani ketika melihat wajah Isa yang gk biasa


"Yang udah dulu ya ini temen aku kesurupan" ucap Ani


"Eh yang jangan dong" ucap Arga tapi sayang Ani sudah mematikan telepon.

__ADS_1


__ADS_2