DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
BAB 11 : Bunga yang terjual


__ADS_3

Suara tangisan itu terus terisak kian bertambah menggema diseantero ruangan, siapaun yang mendengarkan membuat iba akan sosok gadis malang berambut panjang itu, ia terduduk memojok di sebuah ruangan sempit tanpa cahaya, disana ia hanya meratapi nasibnya karena akan di jodohkan dengan pria asing demi melunasi utang-utang keluarganya di usia yang masih sangat muda. Tiba-tiba suara ketukan pintu menghentikan tangisannya, sesosok wanita paruh baya mendekati gadis malang itu, ia mencoba menenangkannya dan membujuknya keluar untuk bertemu pria yang di jodohkan, namun gadis itu masih tetap menangis, tak mau merespon bujukan dari tantenya itu. gadis itu merasa dirinya tidak berharga lagi, bagaikan barang yang di jual dan ditukarkan uang. Namun ia terus menguatkan hatinya, mencoba untuk tegar dan menerima nasibnya, ia menatapkan wajahnya di cermin untuk merias diri seanggun mungkin, namun bedak, lisptik dan berbagai macam kosmetik yang memoles wajahnya, seakan luntur dan tak sanggup menutupi raut wajah kesedihannya.


Suasana di ruang tamu begitu riuh, pertemuan dua keluarga besar itu terus memecah malam, gelak tawa dan canda ria dari pertemuan seakan tertutupi oleh kesedihan seorang gadis bergaun biru itu, ia turun dari tangga lantai dua menuju tempat pertemuan di ruang keluarga. Wajahnya masih terlihat bengkak karena menangis semalam, tapi rona kecantikan yang terpancar dari gadis itu seakan tak sirna, tubuhnya seakan kaku karena ia sendiri merasa sangat ragu tentang perjodohan ini. Tiba waktunya ia harus bertemu dengan calon suaminya, yaitu seorang pria yang jauh sekali dengan umurnya, pria itu seakan tidak menyukai pertemuan ini, ia terus acuh dengan gadis di sampingnya itu, seakan tau bahwa sip ria juga tidak menyukai perjodohan ini, gadis itu mulai mencairkan suasana dengan mengajak ngobrol santai, namun pria itu sama sekali tidak menjawab dan hanya cuek saja, ia masih saja memainkan ponsel yang berada di tangannya.


“ aku diana maylovia.” Sembari menjulurkan tangan kearah pria tampan itu.


Dengan wajah dingin pria tampan itu sama sekali tidak menjawab, justru menatap tajam ke arah wajah sayu diana, ia seakan mengintimidasi wajah sayu itu. Diana hanya berusaha tersenyum, hingga pria itu mulai berbicara dengannya.

__ADS_1


“ saya kesini hanya ingin memenuhi janji ke orang tua saya, mengenai perjodohan yang lucu ini.!!” Jawab pria itu dengan ketus


“ baiklah….aku tak masalah kalau memang kamu tidak menyukai perjodohan ini, akupun juga sebenarnya tidak menyukainya, namun aku sendiri tidak punya piilihan lain.” Kata diana yang menjelaskan keadaanya.


“ saya tidak peduli dengan apa yang kamu katakan, Kamu bisa panggil saya bima!” jawab ketus bima, sembari meninggalkan ruangan.


Melihat bima yang seakan ketus dan tidak menyukai diana, wanita paru baya yang sedari tadi melihat mereka berduapun, langsung menghampiri diana, ia berusaha untuk menghibur diana, adalah nyonya anggun nugraha, yang akan menjadi mertua diana nanti. Meskipun bima sangat jutek dan dingin ke diana, nyonya anggun sendiri sangat menerima kehadiaran dari diana, ia sangat menyukai karakter, sifat diana yang lugu, polos, dan penurut itu. Diana yang seakan sudah pasrah dengan perjodohan ini, hanya tersenyum kecut, ia sudah tidak berminat lagi menanggapi calon ibu mertuanya itu.

__ADS_1


“ kenapa sih selalu kaku” kata wanita itu sembari meraba-raba dada bidang bima.


“ kamu taulah, kalau perjodohan konyol tadi sedang berlangsung.” Kata bima sembari merbahkaan badaannya di sofa.


Melihat bima yang sedang banyak pikiran dengan sigap, Wanita dengan pakaian sensual itu, langsung menuangkan wine ke gelas yang berada di depan mereka, ia langsung menyodorkan gelas yang berisi wine it uke mulut bima, bima dengan tatapan tajamnya mulai melunak, membalas gestur tubuh wanita itu.


“ agatha kamu paling tau, apa kemauanku!” kata bima sembari mencium nafsu tangan lentik agatha.

__ADS_1


“minumlah sebelum memulai ronde nanti.” Kata agatha sembari menjilat lembut tangan bima.


Bima yang sudah tidak bisa menahan nafsu langsung saja meletakkan gelas wine yang ditangannya, ke sebuah meja di depannya. Ia mulai merebahkan tubuh agatha ke sofa, ia tanpa ragu melupat dada agatha dengan lembut. Agatha seakan tau responnya, ia menjerit dengan ******* yang membuat bima bertambah nafsu. Agatha yang sudah mulai terpancing dengan hisapan lembut bima tadi, memberikan kode untuk bima, dengan berpindah ke tempat tidur. Bima langsung mendorong tubuh agatha ke tempat tidur, tubuh agatha seakan mendayu menggeliat menggoda bima, bima dengan sigap melucuti jas yang ia kenakan itu. ia seakan menerkam tubuh sensual agatha tanpa ampun, pergulatan malam itu seakan menciptakan antara nafsu, kebencian, dan kesepian. Tidak ada cinta di raut wajah bima, yang ada hanya raut nafsu yang terus menggerogoti. Sebaliknya agatha sangat mencerminkan rasa tergila-gila akan bima, seorang pria yang membuatnya rela menyerahkan harga diri dan moral kea rah nafsu. Agatha sendiri adalah salah satu cucu dari pemilik saham perusahaan milik keluarganya bima, karena sedari kuliah mereka sudah saling mengenal, agatha memutuskan untuk menyatakan perasaannya dengan bima, namun respon bima sendiri memang lain, bima sama sekali tidak mencintai agatha, ia hanya butuh agatha sebagai tempatnya menyalurkan nafsunya saja. Melihat bima menolaknya, ia seakan tidak peduli, agatha terus menggandakan harga dirinya untuk bima, ia rela digadikan budak **** bima selama ini, dan juga ia rela menjadi sekertaris pribadi bima, karena agatha ingin selalu bersama bima. Padahal keluarga agatha sendiri adalah salah satu orang terkaya di negaranya. Keluarga agatha adalah pendatang, dan karena tau agatha sangat menyukai bima, keluargannya langsung membeli 30% saham milik perusahaan nugraha grub. Namun orang tua dari bima sendiri, sangat tidak menyukai agatha, karena gaya hidup dan manjanya, maka dari itu ibu bima, sangat menentang hubungan mereka. Bima yang tidak mau meninggalkan agatha membuat ibunya sering sakit-sakitan, namum bima seakan tidak peduli, karena ambisinya hanya menjadi salah satu CEO yang terbaik. Bima sendiri sangat menjaga jarak dengan orang lain, bahkan dengan keluarganya ia sangat tertutup, hal itu yang membuat ibu nugraha sangat stress, tapi semenjak keluraganya bima mengenal, mendiang keluarga diana, ia berangsur-angsur kesehatannya mulai membaik. Karena mendiang ibu diana sendiri adalah seorang dokter spesialis, dan ayahnya adalah rekan bisnis keluarga nugraha. Tapi tragedy pada tahun itu, membuat perusahaan milik mendiang keluarga diana jatuh bangkrut, seakan memanfaatkan keadaan, ibu nugraha memberikan sebuah tawaran untuk membantu keuangan perusahaan milik mendiang keluarga diana, dengan syarat diana harus menjadi milik keluarga nugraha dan suatu saat diana harus menjadi menantu keluarga mereka. Mendengar semua itu, tentu mendiang ayah diana sangat menentang keras kemauan ibu nugraha itu, mendiang ayah diana sangat menyayangi diana, dan tidak mau putri kesayangannya di gantikan dengan uang sepeserpun. Mendengar pernyataan itu ibu nugraha sangat kecewa, ia langsung memutuskan untuk membangkrutkan total perusahaan milik mendiang ayah diana, hingga tragedy kecelakaan itu terjadi. Mendengar tragedy yang menimpa keluarga diana, itu membuat ibu nugraha sangat kehilangan, tapi di satu sisi ia sangat senang mendengar diana selamat dari tragedy megerikan itu, tanpa ragu ibu nugraha langsung memberikan fasilitas Kesehatan yang sangat lengkap demi bisa membuat diana tetap hidup. Hingga diana Kembali sadar pada tiga bulan lamanya, karena diana sebatang kara, ibu nugraha mengutus seseorang asistennya membawa diana kecil ke sebuah panti asuhan milik nya, disana diana di berikan fasilitas pendidikan gratis hingga suatu hari om dan tantenya pulang dari luar negeri dan menjemput diana. mereka beranggapan akan mengurus dan mengadopsi diana. seakan sudah tau tabiat om dan tantenya diana yang sangat sekali gila harta, ibu nugraha memutuskan untuk menjodohkan diana pada saat diana umur duapuluh tahun, dengan bima putranya umur tiga puluh satu tahun, mendengar semua itu pada awalnya, om dan tantenya diana sangat menolak, mereka justru menyarankan putrinya sendiri Bernama kandhita, yang saat itu sudah memasuki umur dua puluh empat tahun. Namun tentu saja ibu nugraha menolak dengan tegas permintaan dari tente rina itu, dengan baik-baik ibu nugraha menjelaskan alasannya dan tidak bisa di ganggu gugat.


__ADS_2