
Laju mobil hitam milik alex terhenti di sebuah warung bubur ayam pagi, jam masih menunjukkan pukul delapan tepat, ia mengajak diana yang sudah mulai kelaparan untuk segera makan, diana dengan sigap keluar dari mobil dan langsung memesan dua mangkok bubur ayam dengan minum teh hangat. Alex yang tau perut diana sudah mengeluarkan bunyi naga, mulai mengejeknya lagi, diana yang tau kalau alex mengejeknya hanya memasang muka masam. Begitulah tingkah mereka Ketika saling bertemu hanya saling mengejek, dari alex yang sering mengejek dan membuat diana kesal tapi di dari ejekan tersebut tersimpan rasa sayang alex ke diana. Namun diana sendiri belum menyadari bahwasannya alex menyimpan rasa yang lebih untuk dirinya, ia hanya meresponnya alex dengan senyuman terkesan diana menganggap alex sebagai kakaknya sendiri. Diana menghabiskan semua makanan yang berada di hadapannya, alex terus memandangi wajah cantik diana, ia mencoba mengusap rambut diana.
__ADS_1
“din…kamu tidak ada masalahkan?”tanya alex yang masih menatap tajam mata diana yang indah.
__ADS_1
“apasih…kamu berlebihan!!” jawab diana yang berusaha melepaskan tangan alex dari kepalanya. Alex yang ingin sekali mengungkapkan persaannya hanya bisa terus memendam sekali, karena ia terlalu takut akan jawaban diana. Diana yang tau alex melamum lantas menyadarkannya dan memintanya untuk segera mengantarnya bekerja. Diana sendiri sebenarnya manyadari bahwa sannya alex menyimpan rasa lebih dengan dirinya, namun ia masih terlalu takut dalam menjalin sebuah hubungan, masa lalunya yang membuat trauma akan cinta. Terlebih lagi diana belum sanggup mengaku akan masalalunya, bahwa ia pernah menikah dan memiliki suami kepada alex, selama setahun ini menyembunyikan jatidirinya kepada setiap orang, ia mengubur dan menyimpan dalam-dalam masalalu itu karena ingin mempunyai hidup baru di tempat tinggalnya sekarang, diana merasa sudah nyaman dan bersykur dengan hidupnya saat ini, justru ia merasa lebih Bahagia, bahwa sannya uang bukan segalanya.
__ADS_1
“apa kita coba lapor polisi saja mas!” usul roy berada di samping alex
__ADS_1
“ kita tenang dulu, ini bukan penipuan, uangnya juga sudah masuk full!” jawab alex yang berusaha menenangkan karyawannya. Diana yang tau kondisinya sedang panik berusaha memberi usulan kepada alex, namun alex menolaknya dan akan mencaritahu sendiri siapa orang yang memesan fiktif itu, ia menenangkan karyawannya dan berusaha menghubungi lagi orang yang bernama herman tersebut, namun sudah sepuluh kali ia menghubungi nomer itu, yang ia dapatkan hanya jawaban dari operator yang mengatakan bahwa nomernya sudah tidak aktif, mendengar jawaban itu alex sekali lagi mencoba menelepon karyawan yang mengantar rotinya itu untuk memastikan lagi alamat dan segera mencarinya, namun sama saja, yang alex dapatkan jawabannya sama orang yang Bernama herman itu tidak ada. Alex yang mendengar itu berusaha menanyakan ke diana apa alamat yang di katakannya tadi benar, diana langsung menunjukkan bukti bahwasannya alamat yang ia katakann tadi sudah benar, karena pemesan tadi yang menuliskan sendiri alamat dan mengirimkannya ke nomer toko, tahu mereka di tipu tapi tidak di tipu karena mereka bukan rugi tapi malah untung malah menjadi bingung, alex berusaha menelepon ayahnya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, mendengar hal tersebut pak firman langsung menggas mobilnya menuju toko roti miliknya. Sembari menunggu ayahnya, alex berusaha mendekati diana yang sedang berdiri di meja kasir. Diana yang tau alex akan mendekatinya mencoba memberi kode untuk tidak dakat-dekat dengan dirinya, karena ia tidak mau karyawan yang lain mengetahui kedekatan mereka, alexpun tau kode dari diana langsung mengurungkan niatnya dan masuk kedalam dapur toko, fenty yang melihat alex sedang duduk di dalam dapur mencoba mendekatinya, ia memang dari dulu naksir pada anak bosnya yaitu alex, namun fenty tidak berani mendekati alex karena menyadari bahwasannya ia hanya karyawan dan alex adalah anak dari bosnya. Fenty menyodorkan minuman yang dibawanya ke pada alex, alex yang tau fenty membawakannya minum langsung menerimanya dan tersenyum manis sembari mengucapkan terimakasih, fenty yang menyadari alex tersenyum dan menerimanya langsung tersipu malu dan pergi meninggalkan alex, alex yang menyaadari kelakuan fenty hanya menggeleng heran.
__ADS_1