DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
BAB 7 : Alex maafkan aku


__ADS_3

Diana duduk di samping alex yang tengah mengemudi tampak merasa sangat cangung, ia sampai tidak berani menolehkan wajahnya menatap alex, alex sendiri juga enggan menatap gadis yang sampingnya itu, bahkan hanya untuk basa-basi saja dalam perjalanan pulang menuju toko terasa sangat canggung, ia berusaha untuk terus mendiamkan diana dan focus menyetir mobil. Perjalanan yang seharusnya singkat itupun amat sangat terasa panjang oleh mereka berdua. Hingga perjalanan mereka sudah sampai ke depan toko roti, dianapun dengan ragu turun untuk masuk kedalam toko, alex yang sudah mengantar diana langsung tancap gas meninggalkan diana masuk ke dalam toko, diana yang tau alex masih marah kepadanya makin tidak berani menceritakan kronologin yang ia simpan rapat nanti malam, iapun masih lemas dan berfikir macam-macam di ruang ganti. Syahnaz yang mengetahui temannya sedang tidak baik-baik saja menghampiri lalu memberinya sebotol air mineral, ia menatap wajah diana lalu menyadari bahwa diana tengah habis menangis kerena bisa dilihat matanya merah dan bengkak. Syahnazpun mencerca diana dengan berbagai pertanyaan apa yang yang terjadi padanya dengan mas alex atasannya. Diana yang di cerca pertanyaan masih saja diam tidak menggubris. Syahnaz yang tau diana seperti tidak biasanya membalas cercaan pertanyaan darinya langsung memeluk diana, diana sendiri yang terlalu kalut dalam suasana langsung tanpa sadar menumpahkan air matanya. Tiba-tiba alex mengirimi diana sebuah pesan untuk membatalkan janjinya ke syahnaz nanti malam karena alex memaksa diana untuk menjelaskan tentang pertanyaan alex yang belum ia jawab tadi. Melihat itu dianapun membalasnya mengiakan alex. Dengan wajah yang masih sendu karena menangis menatap syahnaz supaya nanti malam membatalkan janjinya. Syahnaz yang mendengar diana membatalkan janji ke dirinya sedikit kecewa namun di satu sisi ia sangat kawatir dengan kondisi diana, syahnazpun mengiakan bahwa janjinya malam ini melihat live music batal, diana mendengar pernyatan syahnaz makin kalut dalam tangisnya, syahnaz melihat diana semakin terisak tambah tidak jadi menanyakan apa yang terjadi menimpanya, ia enggan, dan berfikir diana tidak enak badan dan perlu waktu sendiri.

__ADS_1


Malampun menjelang, jam sudah menunjukkan pukul Sembilan tepat, toko rotipun akhirnya close order. Pak firman selaku owner dengan sigap menyuruh seluruh karyawannya untuk segera berberes membersihkan toko roti, termasuk diana untuk segera menghitung dan mentotal pendapatan hari ini. Karena hari ini roti laku dengan sangat banyak pak firman memberikan bonus kepada karyawannya sebagai tanda kerja keras dan rejekinya hari ini. Roy yang mendapat bagian merasa sangat senang dan segera menyanding syahnaz, namun dengan nada kesal syahnazpun mengomel dan segera mengatakan bahwa acaranya dengan diana hari ini batal karena diana tidak enak badan. Mendengar hal tersebut malah membuat roy makin senang, ia berusaha mengajak syahnaz untuk datang berdua saja, dengan nada menggoda ia mengatakan bahwa akan mentraktir syahnaz makan malam, mendengar hal itu syahnaz menjawab sangat setuju, iapun langsung beberes dan ganti ruang ganti karyawan. Diana yang berganti pakaian di hampiri syahnaz dan mengatakan bahwa dirinya malam ini akan berkencan dengan roy, diana yang mendengar hal ittu justru malah senang dan mengatakan bahwa dirinya akan mendukung hubungan mereka, fenty yang mendengar mereka berdua tengah cekikikan di ruang ganti langsung sewot masuk kedalam, tanpa menyapa mereka berdua, diana yang melihat tingkah fenty hanya membiarkan saja, karena ia sudah sangat terbiasa dengan tingkah kurang sopan fenty. Tapi kesabaran itu tidak berlaku lagi pada syahnaz, ia berusaha melabrak tingkah fenty tadi, melihat hal itu diana berusaha untuk meredam amarah syahnaz dengan mengatakan supaya tidak marah-marah karena ia akan berkencan dengan roy nanti. Mendengar itu amarah syahnazpun terhenti. Setelah perkutatan itu syahnaz berpamitan ke diana untuk pulang bersama roy naik montor, roy yang dengan tersenyum Bungah menyapa diana dan langsung menggas kencang montor miliknya itu meninggalkan diana yang berjalan kaki pulang. Diana yang melihat itupun melambaikan tangan ke mereka, ia melangkahkan kakinya sembari menelepon alex, alex yang sudah berada di belakangnya membunyikan bel mengisyaratkan bahwa dirinya sudah di belakang diana. Diana yang tau alex sudah berada di belakangnya langsung masuk kedalam mobil. Di seberang jalan fenty melihat diana bersama alex melajukan mobilnya terasa sangat sesak, ia marah besar kepada diana karena sudah menggoda alex atasannya yang sudah dincarnya selama ini. Iapun dengan kemarahannya merencanakan untuk menjatuhkan diana di depan alex. “lihat saja diana kamu akan aku buat menderita!” batin fenty. Sembari menatap tajam laju mobil hitam itu.

__ADS_1


Diana masih saja canggung dengan tingkah alex yang terus mendiaminya, ia berusaha menggoda alex untuk mencairkan suasana, alex yang tergoda oleh rayuan diana akhirnya bisa tersenyum Kembali, jujur saja dalam hatinya alex tidak bisa marah akan sosok diana itu yang ia sayangi, dengan mendadak alexpun menghentikan laju mobilnya di tepian jalan, ia menatap mata diana dengan lekat, diana yang tidak mengetahui maksud alexpun bingung, karena rasa sayangnya sudah tidak terbendung lagi, alex mendekatkan bibirnya kearah bibir diana, ia ******* bibir diana yang manis itu, mengetahui tindakan alex, diana berusaha menolaknya, namun karena semakin nyaman dengan suasana, ******* bibir alex itu ia balas dan selanjutnya mereka saling merasakan bibir yang manis itu dengan lama. Setelah alex ******* bibir diana, ia mencium tangan diana dan mengungkapkan rasa sayangnya ke diana. Diana yang mendengarnya terbelalak kaget, ia tak menyangka bahwa dirinya akan dinyatakan cinta malam ini, diana sendiri berfikir bahwa ia tidak akan sanggup untuk mengungkap jati dirinya ke alex karena alex sudah menyatakan perasaanya kedirinya mala mini. Alex yang melihat diana melamun dan tidak menjawab pernyataan cintanya, lalu mengajak diana untuk mengobrol di apartement miliknya. Diana yang masih sedikit melamun mengiakan saja ajakan alex, ia berusaha untuk tersenyum memandangi alex yang masih saja menciumi tangan miliknya itu. dalam hati diana masih bergejolak menolak pengungkapan itu tapin dalam lubuk paling dalam ia perlu mengungkap jati dirinya sebelum hubungannya dengan alex terlalu jauh. Diana sendiri sebetulnya masih sangat mencintai mantan suaminya itu, namun di satu sisi ia sangat kecewa karena perselingkuhan dan perlakuan suaminya kepada dirinya hingga ia memutuskan untuk bercerai meninggalkan suaminya itu, namun kalau dalam negara ia masih tercatat sah belum bercerai dengan suaminya, tapi dalam hatinya ia sudah memutuskan bercerai dengan sang suami. Diana sendiri sebetulnya juga suddah menyimpan kata nyaman untuk alex, namun karena statusnya yang masih dibilang istri orang dinegara, ia tidak berani untuk membuka hatinya ke alex lebih jauh lagi, ia merasakan bahwa dirinya belum mampu untuk menjalin merumat sebuah hubungan cinta, ia masih sangat trauma akan kelakuan suaminya yang dulu.

__ADS_1


__ADS_2