DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
BAB 8 :Diana will you merry me?


__ADS_3

Diana yang sudah sampai di depan gedung apartemet alex mencoba menguatkan diri sebelum tragedy pengungkapan jati dirinya dengan alex berlanjut, ia hanya tidak mau membuat alex yang sudah mencintainya kecewa mendengar bahwa ia sendiri sebenarnya pernah menikah dan belum bercerai sepenuhnya dengan suaminya dulu. Melihat diana yang melamun itu, alex menegurnya dengan membawakan setangkai bunga mawar merah, diana kaget akan apa yang diberikan alex, diana menanyakan kepada alex darimana ia mendapatkan bunga mawar yang dipegangnya itu, dengan tersenyum manis alex mengatakan bahwa dirinya memetic dari taman depan gedung apartemetnya, mendengar itu diana menggoda alex sebagai pencuri bunga, alex yang mendengarkannya malah tersenyum jahil memegang tangan diana sekali lagi, ia menggandeng tangan diana menuju apartemet miliknya, setelah sesaat kemudian mereka masuk kedalam apartement milik alex, karena ini bukan kali pertamanya diana tinggal disini, ia berusaha menggoda alex sembari merebahkan dirinya ke sebuah sofa ruang tv. Alex sendiri memang tinggal terpisah dengan ayahnya, ayahnya lebih memilih tinggal dengan keluarganya di perumahan yang tidak jauh dari toko roti miliknya, dan alex yang sudah mandiri membeli apartement untuk hidup sendiri dikala usianya masih muda. Lanjut dengan perkutatan diana yang masih saja merebahkan dirinya diatas sofa empuk milik alex, matanya menatap langit-langit apartement sembari menghelakan nafas panjang, ia berusaha memejamkan matanya karena masih bingung akan pikiran yang masih campur aduk akan pengakuannya nanti. Mendengar diana meresah alex berusaha membuatkan diana segelas coklat panas, alex kedapur untuk membuatkan minuman perilex untuk diana itu. setelah beberapa menit minuman panas itu tersuguh di hadapan wajah diana, diana yang mencium aroma manis coklat panas berusaha untuk segera menyeruputnya, namun karena masih panas lidahnya pun sedikit terbakar akan rasa panasnya, diana yang mengalami rasa panas di lidahnya menjerit sangat kencang reflek menaruh minumannya itu di meja sofa. Alex yang melihat tingkah diana hanya tersenyum sembari menggeleng. Untuk mencairkan suasana alex mengeplay sebuah music kesukaan diana yaitu classic mucic, diana yang mendengar music relax itupun sedikit merasa tenang. Alex yang terus dihantui penasaran akan sosok diana selama inipun menanyakan dengan baik menganai sosok diana yang sebenarnya, dan alasan tentang kebohongannya selama ini. Diana yang masih takut akan pengakuannya nanti terdiam sembari merebahkan badannya di atas sofa ia berusaha menguatkan hatinya tentang tanggapan alex nantinya, melihat tingkah diana yang masih ragu alex mencoba mendekati diana lalu mencium keningnya, diana mendongakkan kepalanya menatap alex, dalam situasi seperti ini alex mencoba menguasai diana, ia mencium bibir diana dengan lembut, diana yang mengerti maksud alexpun membalasnya dengan ******* lembut, hingga merekapun secara tidak sadar saling mengungkapkan rasa Sukanya melalui ******* bibir, karena suasana yang sudah mulai membara akan nafsu, alex menggendong tubuh mungil diana kedalam ranjang kamar miliknya, merekapun yang asik akan nafsu yang sudah membumbung tingginya mulai beradegan panas, alex mulai melepaskan pakaian yang di kenakan diana, diana sedikit menolak dan memberontak, namun tenaganya kalah kuat dengan alex, hembusan nafas alex meraba seluruh dada diana lalu menghisap lembut dengan manja, diana menjerit manja, rintihan diana yang lembut membuat alex semakin bernafsu menguasai diana. alex mencium punggung diana lembut, diana yang sudah kepalang nafsu hanya bisa menurut dan merintih manja. Alex yang tanpa ragu langsung memasukkan ke ranum hingga diana menjerit manja, karena sudah tidak bisa di bendung lagi, diana seakan pasrah tubuh manjanya di glayuti nafas alex malam ini, nafsu alex seakan terus menerus menciumi tubuh diana yang mungil hingga meninggalkan jejak hisapan merah di area leher. “malam ini kamu akan jadi milikku diana” bisik alex liring di telinga diana, diana yang mendengarnya hanya mendesah manja. suasana panas malam itu meleburkan kisah diana yang sebenarnya, ia sudah terjatuh kedalam pelukan seorang alex yang mencintai dirinya apaadanya. Hingga ia sudah rela tubuhnya di jelajahi alex, diana sendiri sebenarnya merasa bersalah kepada suaminya karena ia sudah tidak bisa lagi menjaga hatinya, tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya. Malam ini diana menghabiskan malam yang panas bersama alex hingga pagipun menjelang, diana menyipitkan matanya melihat jam diponsel yang ia pegang, matanya terbelalak kaget melihat bahwa tadi malam ia tidur dengan alex, diana mencoba melihat disampingnya ternyata tadi malam dirinya tidak bermimpi panas, terlihat alex di sampingnya masih memeluk tubuh mungil diana, diana mencoba membangunkan manja alex yang berada di sampingnya, ia memciumi bibir alex dan tanpa di duga alex membalas ciuman itu dengan ******* manja, “kamu udah bangun?” tanya lirih diana ke alex. Alex menatap lekat wajah diana yang baru bangun, “diana will you merry me?” jawab alex sembari menciumi kening diana, diana yang mendengar itu terbelalak kaget ia tak menyangka alex akan melamarnya pagi ini. Diana semakin tidak tahan menyembunyikan jati dirinya ke alex, ia sangat merasa bersalah karena berbohong mengenai dirinya yang masih istri orang. Dianapun beranjak dari tempat tidur memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai kamar. Alex yang terus menunggu jawaban diana membuntuti diana yang akan pergi meninggalkannya.


“din tidak bisakan kita bersama, aku sungguh mencintaimu?” harap alex kepada diana yang masih menggenakan pakaiannya.


“maaf lex, aku tidak bisa bersamamu karena…” tunda diana yang masih mencoba jujur kepada alex yang masih menahan tangannya.

__ADS_1


“apa din?..aku menunggu jawabanmu! Aku terus menerus memikirkanmu!” tanya alex kediana, ia meminta diana untuk segera mempertimbangkan keinginannya itu.


“ alex aku masih bersuami, memang benar aku sudah bercerai, dalam agama, tapi dalam negara aku masih bersuami!!” jawab diana sembari berlinang air mata, ia sangat terpukul akan pengakuannya itu, karena ia sendiri jujur saja sudah mulai bisa menerima alex.


“ tidak lex, selama ini aku berbohong kepadamu, aku kabur dan sampai di sini karena aku di usir oleh suamiku, karena ia berselingkuh!” jawab diana kepada alex untuk meyakinkannya sekali lagi.

__ADS_1


“ kamu bohong din, bohong!” jawab alex yang masih tidak percaya dengan kebenaran ini.


“ maafkan aku lex, tapi semua ini benar!” jawab diana ke alex, sembari memeluk alex yang terjatuh di lantai.


Alex menangis tidak percaya dengan semua yang diana pernyatakan, ia merasa di permainkan oleh gadis itu, lalu dengan marahnya alex mengusir diana untuk meninggalkan apartementnya, diana yang tau akan maksud alex melangkahkan kakinya pergi meninggalkan alex sendirian, ia berjalan meninggalkan apartement alex dengan menangis sesegukan, hatinya hancur ia sangat menyesal telah berbohong mengenai jati dirinya ke alex, yang sudah baik dan menerima dirinya apa adanya bahkan tanpa ragu alex melamarnya pagi ini. Ia menangis terjatuh di pinggir jalan, tiba-tiba seorang pria tinggi besar mengulurkan tangan menolong diana, dianapun tanpa ragu mendongak ke arah wajaah pria kekar itu.

__ADS_1


__ADS_2