
Setelah acaranya selesai, diana pulang kerumah keluarga nugraha dengan bima. Di sepanjang jalan mereka hanya canggung tanpa mengeluarkan sepatah katapun, hingga tidak berapa lama merekapun tiba, rumah mewah dengan beraksituktur Yunani kuno, dengan detail yyang sangat indah, dan dengan baluran cat warna gold dan white yang menghiasinya. Diana seakan menyukai rumah mewah itu, ia merasa bahwa dirinya benar-benar cinderalla yang hidup di istana mewah. Diana turun dari mobil, ia langsung di sambut dengan pelayan yang membantunya turun, karena gaun diana sendiri sangat berat dan susah untuk di buat jalan, dan harus di bantu untuk berjalan. Bima sendiri mendahului diana, ia berjalan tanpa menghiraukan diana yang kesusahan beerjalan. Di dalam rumah itu, diana di buat terkagum-kagum lagi denga nisi ruangannya yang di penuhi oleh berbagai lukisan klasic yang indah.
“ kamu suka lukisan?” tanya bunda ke diana.
“ sedikit” jawab diana dengan ramah ke bunda.
“ semua lukisan ini, akan menjadi milikmu diana” kata bunda dengan lembut.
Diana yang mendengarkannya langsung terperenjak kaget, karena ia tak menyangka bunda, akan memberikan semua lukisan untuk dirinya.
“ maaf bunda, ini berlebihan” kata diana membalasnya dengan sopan
__ADS_1
“ tidak diana, kamu harus menerimanya, itu semua adalah kado untuk pernikahan kamu, dan hanya kamu yang memilikinya.” Balas bunda sembari memeluk diana.
Diana yang senang membalas pelukan bunda, di samping itu bunda menyadari bahwa gaun diana bertuliskan sesuatu nama, bunda menatap tulisan itu.
“ maaf bunda, ini adalah nama mendiang dari ayah, ibu, dan kakak diana” kata diana ke bunda, menjelaskan.
“ diana kamu sungguh berhati lembut” balas bunda ke diana.
Setelah diana memutari isi ruangan rumah mewah itu, bunda segera menyuruh diana untuk beristirahat di kamar pengantin, dengan sigap bunda memanggil pelayan untuk mengantar diana ke dalam kamar lantai dua. Pelayan itu dengan cepatnya membantu diana menuju ke kamar. Di dalam kamar, terlihat bima yang tengah terbaring, karena tidak mau mengganggu, diana dengan hati hati melepaskan gaun pengantin itu sendirian, namun gaun itu sangat susah melepaskannya sendiri, tapi karena ia tidak mau meminta bantuan bima, ia terus melepaskannya sendiri, tentu perbuatan bodoh diana itu mengakibatkan tangannya tergores oleh cristtal payet yang tertanam di gaunnya. Jeritan diana membangunkan bima, dengan sigap ia membantu diana, ia mencarikan plaster luka untuk membalut luka goresan diana.
Perkatan kasar bima itu, membuat hati diana menciut, ia menjadi sangat enggan meminta tolong bima. Melihat diana akan melepaskan gaun pengantin itu, bima dengan inisiatifnya sendiri membuka resleting gaun itu dari belakang. Seakan semakin canggung, diana diam dan berkeringat dingin, selama ini ia sendiri belum pernah di sentuh, ataupun berhubungan dengan seorang pria. Karena Batasan peraturan dari tante dan om nya dulu. Sehingga diana selama hidupnya tidak pernah berpacaran.
__ADS_1
Setelah gaun itu di buka diana dengan sigap langsung mengganti pakaiannya ke kamar mandi dengan pakaian santainya, bima yang cuek terus menerus memainkan ponsel, sedangkan diana berberes beres menghapus make up di wajahnnya. Dari luar suara ketukan pintu membuyarkan suasana, bima langsung membukanya, dan ternyata adalah pelayan yang memberitahukan tentang acara makan di lantai bawah.
“ tuan, nyonya, makanannya siap, sudah di tunggu oleh ibu di bawah!” kata pelayan itu.
“ ok!” jawab bima, langsung menutup pintu kamarnya dengan keras.
Diana yang melihat tingkah bima itupun, langsung tersentak kaget, ia sekarang sedikit mengetahui sifat bima yang kasar ke semua orang.
“ sudah selesai?” tanya bima ke diana.
“ sudah” jawab diana.
__ADS_1
Mereka berduapun berjalan menuju lantai bawah, tepatnya ke ruangan makan.
Suasana begitu canggung di ruangan makan , makanan yang tersaji begitu banyak macam di atas meja, membuat diana tidak berselera untuk memakannnya. Bima dengan acuhnya, lebih memfokuskan makan, dari pada memperkenalkan diana ke seluruh keluarganya. Bunda sendiri belum terlihat sedari tadi, karena ia sedang ada urusan penting yang tidak bisa di tinggal, sehingga terpaksa meninggalkan diana tanpa memperkenalkan ke keluarga terlebih dahulu. Diana merasa sangat canggung untuk memulai percakapan, namun suasana menjadi cair Ketika seorang laki-laki muda seusia diana, mengajak ngobrol dengan diana. ia memperkenalkan dirinya Bernama Joshua, sepupu dari bima. Itu membuat diana sedikit lega, kini ia tidak merasa di asingkan lagi dengan kedatangan Joshua, suasana Kembali riuh dan normal.