DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
BAB 12 : Bima dan diana


__ADS_3

Kembali dengan bima yang mulai sadar dari tidur singkatnya, ia meraba-raba untuk mencari ponsel untuk melihat jam, ternyata jam sudah menunjukkan jam dua dini hari, ia langsung mengambil bajunya untuk berpakaian, di sampaingnya masih tertidur pulas agatha dengan telanjang bulat, bima mengusap lembut rambut kepala agatha, agatha yang sudah pulas tak bergeming sedikitpun akan usapan bima. Bima keluar dari apartement agatha meninggalkan agatha yang tengah tidur pula itu, ia melajukan mobilnya dengan kencang, hingga berhenti di sebuah rumah mewah dengan penjagaan yang ketat. Bima lantas memakirkan mobil nya di sebuah garasi mewah dengan puluhan mobil koleksinya, ia berjalan kea rah sebuah ruangan pribadinya yang biasa ia gunakan untuk menenangkan diri, buk..suara tubuh bima terjatuh di tempukan Kasur lembut itu, ia sengaja menjatuhkan tubuhnya demi sebuah kenyamanan, hari ini baginya sangat panjang, ia memang bima yang ketus dan tegas, namun setegas tegasnya bima, ia tetap saja merasa hampa akan hidupnya yang selalu diatur. Bima memandangi sebuah foto classic yang ia simpan di sebuah liontin emas miliknya, ia sangat merindukan sesosok wanita yang ada di bandul foto liontin itu, bima mulai memejamkan matanya, seakan ia menahan air mata yang akan jatuh bebas, yang akan membasahi pipinya, ia terus menerus berusaha, hingga ia sudah tidak bisa menahannya lagi, bima jatuh akan kesepian dan kesendiriannya, setiap malam ia habiskan dengan menuangkan kesedihan yang terus menerus menggerogotinya, sembari tangannya menggengam erat liontin ema situ.


Kembali dengan diana di runinitas paginya yang sangat melelahkan, ia memang setiap pagi harus menyiapkan berbagai macam makanan dan membereskan rumah karena tantenya tidak pernah mempunyai pembantu, kandita sepupu diana mencoba membantu diana di dapur untuk meringankan pekerjaan rumah diana, namun karena tidak mau kena omel tante dan omnya diana menolak dengan mengatakan yang sebenarnya terjadi nanti pada kandhita kalau ia membantu diana. Jam terus berputar mengintari waktu, tidak terasa siang sudah berlaku bergantikan dengan senja yang indah di ufuk barat. Diana kelelahan, gadis itu terkulai di atap balkon, ia membiarkan tubuhnya di baluti oleh angin sore yang halus, tubuhnya yang terasa lemas kini mempunyai energi lagi, diana memandangi terus langit cerah sore itu, ia masih terbayang akan sosok pria yang akan menjadi suaminya besok, diana sangat mengagumi akan ketampanan pria itu, ia seperti tidak percaya akan menikah dengan seorang pria tampan dan kaya raya, namun ia juga terus memikirkan kalau calon suaminya itu sangat tidak menyukai kehadiran diana saat bertemu kemarin. Tiba-tiba suara teriakan dari lantai bawah membuyarkan lamunan diana di atas balkon, ia seketika langsung berlari menghampiri suara teriakan itu, dengan wajah panik dan terengah-engah, ia menemui tantenya yang sedang mencarinya sedari tadi, dengan nada yang sedikit m

__ADS_1


embentak tante rina menjelaskan apa yang terjadi.


“diana dari mana saja kamu? Tante nyari kamu sedari tadi, ini tante di bilangi sama ibu nugraha untuk memberitahumu tetang makan malam nanti, ia mau kamu memakai gaun yang sudah di siapkan dan berdadan dengan cantik, nanti jam tujuh malam akan ada sopir yang menjemputmu!” kata tente rina dengan jelas, ia menjelaskan dengan detail acara nanti malam

__ADS_1


“ jangan bodoh kamu! Dia calon suamimu, mau tidak mau kamu harus meraih hatinya, jangan sampai kamu membuat kecewa, atau kita akan jadi gelandangan, kamu mengerti!” kata tante rina dengan nada ketus, dan berlalu meninggalkan diana yang masih tertunduk lemas.


Diana yang mendengar perkataan tante rina hanya pasrah dan tidak mau menjawab, ia hanya diam dan menerima semua perlakuan tante rina kepadanya, diana sendiri menyadari bahwa jika ia menolak, perusahaan mendiang ayahnya yang kini di pegang oleh omnya akan bangkrut, maka dengan terpaksa ia harus rela menggandakan harga dirinya demi bisa mempertahankan perusahaan yang di bangun mendiang ayahnya itu. memang perusahaan mendiang ayahnya itu, berjaya ketika di pegang oleh om Burhan, namun krisis ekonomi yang saat ini melanda, membuat perusahaan itu mengalami kemrosotan saham, dan pailit habis-habisan dengan tumpukan utang dan juga bunga hutang. Hingga gaji karyawan tidak dapat terbayarkan, om Burhan di pernjara karena utang yang membunga karena tidak bisa membayarkannya, dan akan banyak sekali pegawai perusahaan yang akan di phk, maka dari itu, perlu suntikan dana besar-besar dari Nugraha Grub untuk menopang kepailitan itu. Mengingat apa yang di katakan tante rina dan konsekuensi yang akan terjadi kedepannya nanti, diana merenung dan memutuskan untuk dengan lapang dada menerima perjodohan ini atas nama kemanusiaan.

__ADS_1


__ADS_2