DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
BAB 16 : Bima aku mengharapkanmu!


__ADS_3

Suara dering ponsel mengagetkan diana, ia membuka ponselnya untuk melihat siapa yang menelepon, ternyata adalah tantenya, diana mempersilahkan diri keluar dari ruangan untuk mengangkat telepon. Di dalam obrolan mereka, tante rina meminta diana untuk mentrasferkan sejumlah uang yang telah di berikan bunda ke diana kemarin. Namun dengan tegas diana menolak keras, karena uang itu adalah miliknya dan juga haknya. Namun tente rina degan tidak punya hatinya malah mengancam diana, dan berkata yang membuat diana sakit hati. Di akhir telepon, tante rina meminta diana untuk menguasai bima.


“kamu bisa meminta uang ke suamimu, tante tunggu sampai besok pagi!” kata obrolan di telepon mengakhir, tanpa bisa diana balas.


Suasana hati diana berubah menjadi pucat lagi, ia segera kembali ke meja makan, karena diana tidak mau ada kecurigaan yang mendatanginya nanti.


Namun setibanya di sana, meja sudah sepi, hanya ada bima yang masih sibuk akan ponselnya. Diana yang tidak tau harus berbuat apa, Joshua juga tidak ada di ruangan makan itu, ia berusaha menanyakan ke bima tentang kemana semua orang. Namun dengan cuek bima tidak menggubris pertanyaan diana, diana tentu sangat kesal, ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya beristrirahat. Karena acara resepsi besok akan menguras tenaga diana sekali lagi.

__ADS_1


Diana merebahkan tubuhnya ke sebuah Kasur di depannya, ia terpejam tanpa sadar dan langsung terlelap tidur. Bima yang kembali ke kamar, melihat diana tidur dengan posisi yang akan membuatnya jatuh, lalu dengan segera bima membenarkan posisi tidur diana supaya tidak terjatuh dari ranjang. Bima menatap lekat diana yang tertidur, dalam hatinya ia berhak atas tubuh diana, namun ia masih ragu menyentuh tubuh mungil diana itu. bima memutuskan untuk duduk di sofa samping diana tidur, ia mengambil sebuah ponsel yang berada di dalam laci, tampak agatha terus menerus menghubunginya. Bima sendiri memiliki dua ponsel untuk ia bawa, saat kerja, dan saat ia santai. Tetapi untuk ponsel yang di hubungi agatha tadi, memang sengaja bima tinggal di dalam laci kamar, karena ia tidak mau agatha mengganggu dalam upacara pernikahannya tadi. Bima tidak menggubris panggilan agatha itu, ia lebih memilih merebahkan tubuhnya di sofa, dan langsung tertidur karena kelelahan.


Agatha berteriak dia santero ruangan, memaki siapa saja yang ia temui, termasuk dengan ayahnya sendiri, ia mengamuk mengacak-ngacak semua isi ruanga itu. ayahnya mencoba menenagkannya, namun agatha benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya. Ia mencoba menghubungi bima sekali lagi, namun bima menolak panggilannya, agatha yang sudah emosi langsung membanting ponsel yang berada di tangannya, ponsel itu langsung berhambur pecah.


“ bima, kamu akan aku buat berlutut di kaki ku!!” teriak agatha bergema di seantero ruangan.


Setelah membuat kekacauan, agatha keluar membanting pintu, mengegas mobilnya menuju jalanan malam.

__ADS_1


Kembali dengan diana yang sudah mulai terbangun dari tidurnya, ia menggeliat, melihat seantero ruangan yang gelap, meraba-raba mencari ponselnya berada, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, diana bergegas beranjak dari tempat tidurnya meraba-raba mencari saklar lampu, tiba-tiba bruk, tubuh diana terjatuh menabrak sebuah kaki. Bibirnya menyentuh seseorang, diana berteriak tubuhnya kaku tak bisa bergerak, bimapun juga berteriak sembari menyalakan saklar lampu yang berada di sampingnya. Setelah lampu berhasil di nyalakan diana sangat kaget, bahwa ia telah mencium bibir bima yang tengah tertidur di sofa. Terperenjak diana langsung menjauhi tubuh bima, namun bima menahan tubuh diana itu dengan pelukan yang erat, bima malah melubat bibir diana tadi sembari meraba tubuh mungil diana. Diana berusaha menolak dan memberontak, namun tubuh diana tidak bisa berkutik di tangan bima. Bima membalikkan posisi tubuh diana ke bawah tubuhnya, ia berusaha menciumi tubuh diana. namun diana berusaha menangkis ciuman itu. tiba-tiba bima menghentikan ciumannya, ia menyadari bahwa diana ketakutan akan perbuatannya tadi. Ia berusaha menenangkan diana, namun diana memberontak meminta keluar dari kamar. Bima memeluk tubuh diana, sembari terus menenangkannya, pada akhirnya diana mulai bisa tenang di pelukan bima. Diana melepaskan pelukan bima, dan mengatakan akan pergi membersihkan diri di kamar mandi. Di dalam kamar mandi diana membiarkan tubuhnya di guyur air dari atas hingga tak ada celah.


“ bodoh, kamu diana !” gerutu diana


Diana sebenarnya sadar bahwa tindakannya tadi sungguh bodoh, bagaimana bisa ia ketakukan dengan bima suaminya sendiri.


“ sungguh memalukan kamu diana” gerutunya terus menerus.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, diana menjerit kaget, namun bima yang tau diana sedang mengatai dirinya sendiri, menyuruhnya segera bersiap untuk makan malam di bawah. Bima membasuh wajahnya dengan air di wastafel kamar mandi. Diana yang sudah selesai mandi, engga keluar karena bima yang masih di wastafel, ia masih merasa sangat malu keluar dengan hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi tubuhnya, namun bima yang tau diana sudah selesai namun malu untuk keluar karena ada dirinya, tanpa ragu langsung masuk ke dalam pancuran dan menggeret tangan diana menuju pancuran kamar mandi, sehelai handuk yang menutupi tubuh diana itu terlepas dan tentu saja bima milihat dengan detail seluruh tubuh diana telanjang.


__ADS_2