DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
Bab 4 : Aku mulai menyukai mu?


__ADS_3

POV:


Seorang pria dengan setelan jas rapi mengendari mobil dengan kencang entah menuju kemana, disampingnya di bangku sampingnya tengah terduduk seorang Wanita cantik dengan riasan full make up menggenakan setelan dress ketat sexy memegang sebuah kertas, tiba-tiba dering telepon memecah konsentrasi pria yang tengah menyetir mobil itu, ia langsung menyuruh Wanita yang berada di sampinya untuk mengambil sebuah earphone dan mengangkat teleponnya. Terdengar dari suara earphone. “sudah saya lakukan perintah boss, wanita yang bernama diana sudah kami temukan keberadaanya”. Lapor suara yang di telepon kepada pria itu. “bagus, setelah ini saya akan tranfer uang untuk kalian sebagai tanda kesepakatan kita” jawab tegas pria itu kepada si penelepon. Wanita yang berada di sampingnya mencoba menanyakan apa yang terjadi. “ udah ketemu?” tanya Wanita itu. pria itu tidak menjawabnya dan masih focus menyetir. Wanita yang ada di sampingnya itu berusaha menggelayut manja ke lengan si pria. Namun pria itu malah mengacuhkan dan membuang glayutan manja si Wanita. Lalu pria itu menjawab pertanyaannya. “sudah, untuk apa kau tau?.” Jawab ketus pria itu, wanita itupun mencoba mengambil alih suasana dengan Bahasa tubuh yang menggoda. “aku hanyaa ingin menyambut istrimu saja!.” Jawab manja si Wanita itu, pria yang sedang menyetir itu langsung menghentikan mobilnya mendadak, dan menatap tajam kearah siwanita. Lalu berkata:


“dengar ya!!, jangan pernah kau mengganggu diana lagi, atau kau akan merasakan akibatnya, saya masih berbaik hati kepadamu hanya karena relasi bisnis saja, terlebih lagi jangan berharap apapun!”. Ancam pria itu kepada si Wanita. Wanita yang berada di sampingnya mencoba menjawab.

__ADS_1


“bim aku ngga mengira kamu masih mengharapkan Wanita ****** itu!.” jawab Wanita itu dengan wajah merah


“siapa yang kau sebut ******, kau yang ****** karena sudah membuat diana pergi!” jawab pria itu dengan nada yang amat marah besar.


POV:

__ADS_1


Suasana riuh di toko membuat diana tersenyum-senyum, dia dengan senang hati melayani pembeli, roy yang tau diana hari ini ceria sekali menggodanya dengan memasang muka konyol dihadapan diana. Diana yang mengetahui perbuatan roy mengacuhkannya, hal itu membuat roy makin menjahilinya, hingga diana menghampirinya dan menjatuhkan sesuatu di celemek roy. Roy pun melihat benda apa yang dijatuhkan diana, melihat benda itu kecoa roy pun langsung terperenjak kaget dan mengomel kediana. Diana yang mendengar omelan roy hanya terkekeh melihat tingkahh roy tersebut para pengunjung yang berada di toko tersenyum, roy yang menyadari dirinya di tertawakan oleh pengunjung toko malah tersenyum bangga, syahnaz yang mengetahui tingkah konyol roy malu tidak karuan dan menggeretnya kebelakang untuk mengomelinya, alex yang mendengar keributan antara roy dan syahnaz berusaha melerainya, melihat alex berjalan mendekatinya syahnaz dan roypun berhenti bertengkar, ia meminta maaf ke alex karena sudah membuat keributan, alex yang menyadari itu justru tertawa terkekeh dan merangkul mereka berdua, ia sangat terhibur dengan kelakuan mereka berdua. Tiba-tiba keeseruan mereka terpecah oleh kedatangan pakfirman, pak firman menanyakan kediana tentang keberadaan alex, alex yang menyadari ayahnya sudah datang langsung saja menghampiri dan langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dengan kaget pak firman langsung terduduk. Melihat ayahnya lemas alexpun langsung meminta diana untuk mengambil segelas air, diana dengan sigap langsung saja menyodorkan segelas air. Kejadian itu membuat pak firman terkaget-kaget, ia merasa senang tapi sangat bingung menganggap perbuatan ini kesialan atau keberuntungan. Diana yang tau pak firman masih bingung mencoba menenangkan,, ia beranggapan bahwasannya kejadian ini adalah sebuah keberuntungan yang di dapat oleh toko roti mereka. Pak firman pun setuju dengan pendapat diana, ia malah mengusulkan untuk membagikan Sebagian roti basah yang sudah di pesan tadi ke panti asuhan, dan sebagiannya di berikan sebagai ke pelanggan toko roti mereka sebagai bonus. Mendengar bahwa ayahnya akan membagikan rotinya, alex sangat setuju dan dengan senang hati akan mengantar roti-roti ke panti asuhan dengan diana. Mendengar perkataan anaknya pak firman hanya mengangguk setuju. Tapi berbeda dengan fenty yang sangat tidak suka, karena kepada tidak dirinya yang diajak alex untuk mengantar roti, dan malahan diana yang diajak mengantar. Dengan sebal fenty meninggalkan mereka yang masih menggobrol senang. Syahnaz yang menyadari kelakuan fenty lalu mengikutinya kebelakang, dengan sigap ia memergoki kelakuan fenty yang akan menjahili diana, fenty yang ketahuan akan rencanannya langsung meninggalkan syahnaz di ruang ganti. Syahnaz berusaha menyembunyikan kelakuan fenty kediana, ia hanya tidak ingin temannya itu kepikiran saja. Diana yang mengetahui tingkah syahnaz menjadi aneh lantas menegurnya dan mengajaknya supaya nanti pulang bersama, syahnaz dengan senang hati menerima ajakan diana. Merekapun berencana untuk menongkrong sebentar setelah toko tutup untuk ngopi di tempat biasa mereka nongkrong.


“kayanya hari ini ada live musicnya deh, besokkan toko libur kita bisa pulang agak malam.” Kata syahnaz ke diana. Diana yang mendengarnya hanya mengangguk mantab tanda ia setuju, lalu diana Kembali ke meja kasirnya. Roy yang mendengar para cewek sedang ingin nongkrong ikut berkomentar ke syahnaz bahwa dirinya mengajukan diri.


“ayolah ajak gua! Please!?.” Dengan wajah memelas, lantas syahnazpun memperbolehkan roy untuk ikut bersama diana nongkrong malam ini. Roy pun dengan wajah sumringah bertingkah konyol di hadapan syahnaz, syahnaz yang terganggu lalu menggebuk kepala roy dengan kertas yang ia pegang itu.

__ADS_1


__ADS_2