DIANA, WILL YOU MARRY ME?

DIANA, WILL YOU MARRY ME?
BAB 5 : Kebohongan yang terbongkar: alex maafkan aku


__ADS_3

Setelah menunggu lama dari tadi, mobil pengantar roti itupun Kembali dengan roti yang di bawanya, karyawannya mencoba memilah kue basah yang akan dibawanya ke panti asuhan, sedangkan kue yang kering di masukkan kedalam kardus penyimpanan untuk bonus setiap pelanggan roti yang datang membeli. Dengan sigap alex memanggil diana untuk segera membantunya mengantar roti-roti tersebut ke panti asuhan, iapun berpamitan dengan ayahnya yang masih minum teh di teras toko. Alex memanggil fenty untuk mengambil alih tugas diana terlebih dahulu sebelum diana balik dari panti asuhan, dengan wajah kesal fenty mengiakan saja permintan anak bosnya tersebut. Syahnaz yang juga masih kesal dengan perbuatan fenty tadi berusaha menyindirnya, tapi fenty dengan muka temboknya malah melototi syahnaz, syahnazpun yang tau fenty memang tidak bisa di bujuk mengalah saja, ia bernafas panjang dan membiarkan tingkah kesal fenty tadi. Roy yang tau syahnaz kesal iya mencoba menghiburnya dengan memberikan sebuah permen untuk pemanis suasana, syahnaz yang diberikan permen itu merasa senang, ia tersenyum malu, hal itupun membuat suasana hati syahnaz yang kesal menjadi sangat merona bahagia. Fenty yang melihat tingkah roy kepada syahnaz tersebut menjadi tambah kesal, iapun berdiri di meja kasir dengan panas dadanya.


Di sepanjang jalan alex mencoba menggoda diana yang tengah bermain ponsel di tempat duduknya, ia mencoba mengajak diana untuk makan malam bersama nanti sepulang kerja, namun karena sudah berencana dengan syahnaz, dianapun menolaknya halus, dan berusaha menjelaskan bahwa ia sudah ada janji dengan syahnaz ke alex yang tenah focus mengemudi. Alex yang kecewa hanya tersenyum, dalam hatinya ia sangat menginginkan diana nanti malam, karena ia akan berusaha mengungkapkan isi hatinya, namun pengakuannya itu harus tertunda karena diana sudah terlebih dahulu membuat janji dengan syahnaz, dengan wajah yang masam ia mengajukan diri untuk ikut diana nanti malam, diana yang mendengarnya mengiakan saja, tanpa terlebih dahulu bertanya pada syahnaz. Alex berusaha terus mendekat ke hati diana, ia sendiri ingin sekali menggapai hati diana yang masih ragu akan sosok alex, maka dari itu alex berusaha mengintili diana, kemanpun diana pergi. Setelah dua puluh menit alex mengemudi, mereka sampai di depan gerbang panti asuhan, diana tampak terbelalak, ia tentu saja sangat mengenal panti asuhan tersebut. Alex yang melihat diana sedikit terkejut menanyakan apa yang terjadi, diana hanya menjawab singkat bahwasannya ia baik-baik saja, merekapun keluar dari mobil menuju pintu gerbang panti yang sudah ada sesosok suster pengurus yang menyambut mereka. Tampak suster tersebut mengenali diana, dianapun dengan tersenyum memeluk suster panti tersebut. Alex yang melihatnya sangat terkejud bahkan kaget, ia terus menatap diana yang masih memeluk suster panti itu dengan detail, diana yang tau wajah alex meminta penjelasan, berusaha membuat mimic wajah untuk menjelaskannya nanti. Diana sebenarnya ingin sekali bersikap biasa saja bahkaan acuh ke suster panti itu, yang biasa ia panggil suster liana, namun kerinduan hatinya sudah tak terbendung lagi. Ia sangat rindu akan pelukan dari suster liana dan segala suasana panti yang dulu pernah jadi tempat tinggal diana sementara paska kecelakaan yang menimpa keluarganya. Panti muara kasih bunda adalah rumah untuk diana dulu hingga sekarang, ia hampir tiga tahun tinggal di panti asuhan itu, sebelum tante dan omnya menjemput diana untuk tinggal bersama di kota lain. Setelah melepas kerinduan kepada diana, suster liana mengajak mereka berdua untuk masuk melihat anak-anak panti yang tengah belajar bersama diaula, diana yang sudah tau detail panti asuhan itu, memimpin jalan di depan suster liana. Alex yang tentu saja masih bingung mencoba untuk bersikap tenang untuk menanyakannya kediana nanti, ia mencoba menanyakan siapa sosok diana ke suster liana yang tengah berjalan di sampingnya, menanyakan tentang kenapa mereka saling mengenal dan masih banyak pertanyaan di kepala alex, suster liana yang tanpa ragu mencoba menjelaskan tentang hubungan antara diana dan panti asuhan ini, alex yang mendengarnyapun merasa kaget dan bingung tentang sosok diana yang selama ini ia kenalnya, karena selama ini diana berbohong menganai jati dirinya ke alex, diana mengatakan bahwa dirinya kabur rumahnya dan berusaha untuk mandiri. Alex yang sudah mengetahui bahwa diana berbohong kepadanya tentang jati diri, sedikit kecewa, ia akan mencerca gadis itu dengan pertanyaan setelah nanti keluar dari panti asuhan ini. Alex sendiri sudah mengenal suster liana sejak sekolah menengah atas, ia sering kali menghibur kegiatan panti saat natal dangan grub band exskul yang ia ikuti dulu, maka dari itu alex sudah menganggap panti asuhan ini adalah rumah keduanya. Suster lianapun berbalik bertanya dengan alex bagaimana ia bisa mengenal diana, sesosok anak panti yang pendiam. Alex berusaha menutupi ke suster liana bahwa diana berbohong padanya tentang jati dirinya selama setahun ini, ia berusaha menjelaskan bahwa ia bertemu diana dengan jalan cerita yang panjang, dan memberitahukan bahwasannya diana bekerja di toko milik ayahnya sebagai kasir. Suster liana yang mendengar bahwa diana bekerja di toko milik ayahnya alex sedikit kaget, karena ia tau bahwa diana sudah menikah dan suaminya itupun adalah seorang kaya raya. “bagaimana mungkin diana bekerja di toko roti? Apakah diana bercerai dengan mas bima suaminya?” pikir suster liana di dalam hatinya, ia terus bertanya-tanya tentang kisah diana ke dalam pikirannya.


__ADS_2