Diary Key

Diary Key
Diary 18


__ADS_3

Langit malam telah berganti dengan cerah nya langit pagi dengan matahari yang bersinar terang menambahkan hangatnya suasana pagi.


Pukul 06.30 Keyila sudah berada di depan rumah bersiap akan ke sekolah.


"Sudah siap? " Keyila mengangguk dan menaiki motor Zaki. Kini mereka sudah meninggalkan pekarangan rumah menuju pekarangan sekolah.


Sekarang motor Zaki telah terparkir rapi di garasi siswa, dan keduanya segera menuju ke kelas masing-masing.


Saat memasuki kelas Keyila tersenyum manis kepada murid yang di temuinya.


"Pagi" sapa Keyila kepada Dinda yang kini sudah menjadi kebiasaan sebelum mendudukkan dirinya. Dinda yang sedang membaca buku pun membalas sapaan tersebut dengan senyum manis juga. Dinda memakai suka membaca buku tapi buku novel tentang IQ Dinda bisa di bilang pintar tapi jujur semenjak kedatangan Keyila membuatnya kesusahan.


OK KEMBALI KE TOPIK


"Din lo lagi baca apa?" Dinda mengalihkan atensi nya sejenak.


"Gue lagi baca apa yang gue baca?" ucap Dinda dengan diakhiri kekehan.


"Ih nyebelin" umpat Keyila dan menambah tawa Dinda.

__ADS_1


Ting...


suara notifikasi pesan dari hp Keyila membuat nya segera mengecek nya.


Kakak Dika


Ke lapangan basket sekarang.


Tanpa membalas pesan dari Dika Keyila langsung beranjak dan pergi ke lapangan.


"Mau kemana? " Keyila hanya menggeleng dan melanjutkan jalannya.


"Aneh" Dinda yang bingung langsung segera bodo amat dan kembali ke novel.


"Ada apa?" Keyila yang baru datang segera menempatkan dirinya di tribun penonton yang kebetulan terdapat Dika di sana yang sedang istirahat.


"Gue udah beli boneka hello kitty nah sekarang lo kasih ke dia. Keyila membulatkan mata tak percaya.


"Kak Dika katanya cowok masak sama cewe aja nggak berani?" Dika yang mendengar pun kesal tapi ya benar juga apa yang di katakan oleh Keyila.

__ADS_1


"Ck iya deh nanti lo ajak dia ke taman sekolah" Keyila mengangguk dan atensi nya berubah ke depan setelah mendengar teriakan dari orang yang tidak asing lagi.


"Kak Azka" gumam Keyila yang di dengar oleh Dika.


"Kenapa? " lamunan Keyila menghilang dan menatap Dika dengan salah tingkah.


"Apanya aku nggak kenapa kenapa kok" Dika tertawa melihat tingkah Keyila.


"Nggak usah ketawa nggak lucu" ketus Keyila.


"Kamu nggak pergi" Keyila tidak menjawab dia fokus ke depan menata salah satu ciptaan tuhan yang luar biasa di matanya. Dika yang merasa di abaikan pun berdecak dan tak peduli.


"Aku nggak tau kalo kak Azka bisa senyum manis lagi" gumam Keyila, Dika yang mendengar pun ikut melihat Azka.


"Dia emang jarang senyum dan ini kali pertama dia senyum setelah ibunya meninggal" Keyila mengubah atensi nya ke Dika.


"Jadi ibunya kak Azka-" belum selesai Keyila bicara Dika mengangguk.


"Aku tau perasaan kak Azka dan memang butuh waktu tapi bukannya masih ada ayah nya di mana dia saat kak Azka depresi?"

__ADS_1


"Ayah nya menyibukkan dirinya di kantor agar tidak kepikiran dan kak Farhan dia pergi entah kemana dan baru kembali semua terpukul tapi bukannya saling mendukung mereka lebih memilih pergi" hati Keyila terasa sesak dan tak terasa air mata telah mengalir namun tak di peduli oleh Keyila dia memilih melihat senyum dari Azka.


"Gue percaya lo bisa jadi yang terbaik buat Azka" ucap Dika dan Keyila hanya tersenyum.


__ADS_2