Diary Key

Diary Key
Diary 5


__ADS_3

"Azka papa mau bicara sama kamu" kata Ayah Azka yang ke duanya baru saja pulang. Azka hanya membalik badan dengan malas tanpa mengucapkan apapun.


"sampai kapan kamu kaya gini, kamu berhak bahagia" seketika pikiran Azka kembali ke masa lalu di mana dia di tinggal oleh 2 orang tersayang.


Dahulu Azka adalah anak yang ceria, aktif, dan selalu rajin beribadah namun semua itu sirna saat Ibu dan Pacarnya Tania meninggalkannya selamanya, Ibu yang sudah dia anggap teman dan cahaya baginya itu meninggal karena kanker paru-paru dan Tania orang yang dapat membuat bahagia di saat ibunya sudah tiada itu juga telah meninggalkannya dengan rasa sedih yang sudah hampir 4 tahun lamanya. Sejak saat itu hidup Azka hampa walaupun masih terdapat ayah namun dia tidak pernah akur sama sekali. Sekarang hidupnya seperti mayat hidup dan makannya tidak teratur jadi dia mengidap maag yang hampir kronis. Setiap harinya dia ditemani dengan kesepian karena ayahnya yang selalu pulang malam dan setiap suara seakan dia anggap tidak ada.


Malam ini duo rusuh menginp di rumah Azka mereka selalu melakukan tingkah yang absurd, namun tak di pedulikan oleh Azka.


"Woy main uno yok yang kalah makan cabe" ajak Ardian si tukang ngemil + main temen yang sudah sejak SMP menemani Azka sehingga dia tau pasti seorang Azka (yang dulu) sekarang kagak karena semua beda pake drastis


"gas ken" mereka pun langsung menuju posisi masing-masing


"lo nggak ikut Az sekali kali lah lo main" tanya Ardian merasa kasihan dengan tingkah temannya satu ini


"iya diem bae lo" sambung Dika. dengan langkah malas Azka pun ikut memposisikan dirinya


Mereka mulai bermain uno stacko dengan Dika yang pertama main, di lanjut Azka lalu Ardian


Saat di rasa sudah akan rubuh Dika pun merasa was was karena dia memang tidak suka dengan yang pedas pedas. Namun hal itu tidak terjadi Dika akhirnya bisa bernafas lega. Namun tidak dengan Azka entah mengapa dia merasa ketakutan hingga mengundang tawa dari duo rusuh tersebut. akhirnya rubuh sudah, hingga membuat tawa duo rusuh tersebut pecah dan menggoda Azka agar ingin memakan cabai tersebut.


"Az lo makan tu cabe sampai puas" ucap Dika yang di akhir tawa puas.

__ADS_1


"gue alergi" kata Azka


"lo jangan ngelak lagi deh gue tu tau elo udah puas puasin sana" keduanya pun tertawa karena melihat Azka yang datar namun mengandung kecemasan di sana. Akhirnya dengan mata tertutup Azka pun memasukan cabai tersebut ke dalam mulutnya.


seketika wajah Azka menjadi merah menahan pedasny cabai, jika di komik pasti ke dua telinganya sudah mengeluarkan asap dan mulutnya keluar api.


"Abang Azka mau minum" goda Dika sambil menahan tawa dan mendekatkan botol minum ke Azka namun ketika ingin Azka gapai dengan cepat botol tersebut di jauhkan oleh Dika.


Azka sudah tidak kuat kering mulai muncul di keningnya dan dengan cepat menyerang Dika dan langsung mengambil botol minum tersebut.


Dika merasa kewalahan sehingga dia pasrah dan memberikan botol minum tersebut dengan Ardian yang hanya tertawa dan mengabadikan momen tersebut yang bisa di sebut momen langka.


###


mereka bertiga sedang asik nonton drakor hingga terdengar suara notifikasi dari ponsel Keyila. Keyila membuka pesan itu dengan malas, namun seketika matanya membulat tidak percaya.


"OMG!!" teriakan dari Keyila membuat kedua temannya reflek menutup kuping


"ada apa sih lo nggak bisa apa kalo nggak pake teriak" tegur Dinda


"sorry tapi liat deh video ini" Keyila pun dengan cepat menunjukkan video yang dikirim Ardian kepadanya

__ADS_1


"itu bener Azka?" tanya Dinda yang tidak percaya akan tingkah Azka yang langka itu apalagi ekspresi dia saat menahan pedasny cabai.


tawa mereka pun pecah.


**KEYILA AZAHRA


sumpah baru pertama kali ini gue liat dia kaya gitu bilang sama dia kalo dia absurd menambahkan sayang ku padanya :)


Ardian Fardeo


ya deh gue sampai ken**


setelah mendapat jawaban tersebut dia pun melanjutkan drakor nya yang sempat tertunda dengan pikiran halunya


"gue yakin nih dia nggak bisa tidur" goda Dinda


"iya liat aja senyum senyum gitu" tambah Serli.


tak bisa di pungkiri perkataan keduanya memang benar apalagi sekarang pipinya memerah bak kepiting rebus


*

__ADS_1


**MASIH SETIA ENGGA NIH SAMA CERITA KU MAAF YA KALO GAJE DAN BANYAK TYPO


SALAM HANGAT DARI AUTHOR ❤❤**


__ADS_2