
Di rumah Azka.
"Ada apa nih tegang amat" ucap Farhan yang baru datang.
"Dia siapa?" tanya Farhan.
"Jadi gini dia adalah Amanda karisa dia putri dari sahabat ayah Krisnatan dan karena kecelakaan ayah dan bunda Amanda meninggal" jelas ayah Aldo {ayah Farhan dan Azka}.
"Terus kenapa dia kesini?" tanya Farhan lagi.
"Azka dia adalah anak yang ingin ayah jodoh kan sama kamu dan hanya kita yang dia punya saudara nya sudah tidak peduli lagi jadi tolong lindungi Amanda ya dan tolong pertimbangkan perjodohan ini kasih dia" Azka berdecak namun Farhan malah tersenyum penuh kemenangan.
"Terima aja lah dek kan sekalian biar kamu bisa move on" bujuk Farhan.
"Farhan tolong bujuk adik mu ayah masih banyak kerjaan" Farhan pun memberi hormat dan Aldo mulai meninggalkan mereka bertiga.
"Ayolah Azka kalian cocok kok" bujuk Farhan.
"Biar dia jadi milik gue" ucap Farhan berbisik.
"Selama gue masih hidup nggak ada yang boleh ambil milik gue" ucap Azka kemungkinan ia melangkah menuju kamar.
"Liat aja pasti gue yang menang" Azka bodo amat dan terus berjalan ke kamar.
__ADS_1
"Eh lo suka Azka ya?" Amanda mengangguk.
"Bagus deketin lah" Amanda tersenyum dan mengangguk ke arah Farhan.
'Keyila lo milik gue' batin Farhan dengan senyum miring nya.
Di kamar Azka kini ia sedang melihat foto seseorang.
"Keyila Azahra bagaikan Tania yang terlahir kembali tapi jauh lebih cerewet entah mengapa gue nggak akan biarin lo deket sama siapa pun kecuali gue, sekarang gue suka lo Key" gumam Azka.
TOK...TOK
"PERGI" ucap Azka dengan nada dingin.
"Ngak usah sok peduli dan jangan berharap" ucap Azka.
"Tapi setidaknya kakak makan" ucap Amanda kembali.
"APAKAH KAU TIDAK FAHAM DENGAN KATA PERGI?" Amanda pun langsung pergi dengan perasaan kecewa.
"Tenang lah jangan menyerah dia pasti akan luluh " ucap Farhan.
"Aku juga nggak semudah itu menyerah kok" ucap Amanda.
__ADS_1
Waktu berjam-jam dengan cepat tak terasa siang telah berganti menjadi malam yang gelap tanpa bintang maupun bulan.
Kini Azka sudah siap dengan memakai hoodie dia pergi keluar kamar dengan membawa kunci motor.
"Mau kemana?" tanya Farhan dan tak di pedulikan oleh Azka. Kini Azka telah menaiki motornya dan melaju dengan kecepatan yang tidak normal membelah jalan malam hari.
Setelah menempuh jarak yang begitu jauh akhirnya Azka berhenti di depan rumah yang cukup besar bertingkat 2. Azka melangkah ke depan pintu setelah menjawab berbagai pertimbangan yang satpam berikan, Azka pun mulai mengetuk pintu dengan ragu.
TOK...TOK
Pintu rumah terbuka senyum tipis Azka terpancar namun harus luntur karena yang membuka pintu adalah Zaki.
"Mau apa lo?" Azka tampak ragu namun ia menghela nafas.
"Adik lo ada?" Zaki nampak mengernyitkan dahi.
"Nggak ada dia nginep di rumah Serli" wajah Azka nampak kecewa tapi tak apalah mungkin besok bisa.
Tanpa mengatakan apapun lagi Azka melangkah pergi dan mengendari motornya menjauh dari rumah tersebut.
"Datang tak diundang pulang tak di antar" ucap Zaki.
'tunggu apa jangan jangan dia udah suka sama Keyila?' batin Zaki, dia takut jika adiknya akan bernasib sama dengan Tania tapi jika di larang dia nggak akan makan. Zaki pun menghela nafas dan mencoba berfikir positif.
__ADS_1
Azka berakhir di bar dia ingin melupakan masalah nya namun dia tidak ingin minum hanya merenung dan tak peduli pada gadis gadis yang dari tadi mengoda Azka.