Diary Key

Diary Key
Diary 24


__ADS_3

'Dear diary


akhir akhir ini kak Azka baik sama aku entah mengapa sikap arogan nya sedikit demi sedikit seketika menghilang walaupun dia menolong hanya karena rasa manusiawi setidaknya dia udah mau peduli, aku akan menjadi alasan kamu bahagia dan aku nggak mau jadi beban pikiran kamu.'


"KEYILA" Keyila yang mendengar teriakan tersebut pun segera keluar dari tangga dan menghampiri asal suara tersebut.


"Woy ini rumah orang nggak usah teriak ***" ucap Zaki yang kini sudah berada di ruang tamu bersama perempuan yang sepantaran dengan Keyila. Keyila yang barudatang pun menghentikan dahi.


"Siap kak?" tanya Keyila yang tengah berada di tangga dan karena Zaki tak kunjung menjawab ia pun menghampirinya dengan lari kecil.


"Serli lo ngapain?" ya orang itu Serli yang kini sedang dalam keadaan sedih, entah kenapa.


"HHHUUAA KEYILA" dengan reflek kedua kakak beradik itu menutup kuping karena teriakan Serli yang mengema di seluruh ruangan.


"Woy berisik" ucap Zaki


"KAK ZAKI SAMA AJA HHHUUAA" tangisan Serli semakin menjadi dan membuat kedua bersaudara itu kebingungan.


"Coba lo jelasin deh ada apa siapa tau aku sama kak Zaki bisa bantu" Serli pun menatap keduanya secara bergantian kemudian menghela nafas menetralkan emosinya.


"Gua putus" ucap Serli dengan kepala menunduk mencoba untuk tidak meneteskan air mata. Keyila yang tau perasaan Serli pun mencoba menenangkan sepupunya ini.

__ADS_1


"Ya elah cowo banyak lagian dia sama gue juga masih gantung gue baik juga gue" tangisan Serli pun lolos keluar dan Keyila menatap tajam kearah kakak nya. Zaki yang di tatap pun berdecak.


"Kak Zaki kalo cuma mau nambah masalah mending pergi deh omongan kakak tu unfaeda banget sumpah" ucap Serli yang mulai kesal.


"Ini rumah gue juga" Keyila yang mendengar itupun harus turun tangan dan menyeret kakak nya untuk masuk ke kamar. Dengan ogah pun Zaki mengikuti adiknya tanpa perlawanan hanya berbagi umpatan dan sumpah serapah.


"Ok sekarang jelasin" Serli pun mengatur emosinya kembali.


"gue putus karena katanya dia udah bosen, gue nggak habis pikir sama alasannya" Keyila tertengung dia juga tidak bisa apa apa dan kali ini dia hanya bisa menenangkan Serli.


****


Pukul 06.00 pagi Keyila sudah siap dengan serangam sekolahnya.


"Gue nggak mau masuk" ucap Serli dengan suara yang sedikit serak. Keyila mengelus kepala Serli.


"Kehidupan lo belum berakhir cuma gara gara cowo itu lagian dia itu nggak sayang lagi sama kamu nggak pantes kamu tangisin ayolah Ser kalo emang jodoh kalian pasti bisa bersatu" Serli pun mengangguk dan pergi ke kamar mandi, belum sampai kamar mandi Serli terhenti dan menghadap Keyila.


"Seragam gue?" Keyila nampak berfikir dan..


"udah gampang cepet mandi" Serli pun menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Di kamar Zaki.


"Kak tolong ambilin serangam Serli ya kan dia juga sepupu kita" Zaki pun mengangguk dan bergegas turun.


Dengan perasaan senang Keyila kembali ke kamarnya.


"Key udah belum aku kedinginan nih" ucap Serli dari dalam kamar mandi.


"Pakai aja kimono gue" Serli pun menurut dan keluar dengan mengunakan kimono yang cukup panjang.


Tak berselang lama Zaki pun datang dan kini Serli sudah siap dengan seragam. Karena ada Serli maka mereka berangkat menggunakan mobil.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2