
HARI KEDUA
Di hari kedua ini lomba yang akan diadakan pertama adalah boleh basket. Para siswa/i yang baru datang pun membantu para pengurus OSIS untuk menghiasi lapangan basket.
Cuaca hari ini sangatlah tidak mendukung pasalnya di luar sedang mendung dan beruntung mereka memiliki lapangan olahraga yang terletak di dalam ruangan.
"Woy AAD datang" ucap seorang siswi yang baru saja datang dengan mata berbinar, mendengar itu ada yang berteriak histeris, bodo amat dan hanya melihat.
Tak berselang lama AAD masuk ke lapangan basket teriakan histeris mulai terdengar dan orang yang bodo amat pun ikut memuji ketampana mereka. Seakan cuaca yang mendung di luar telah di ganti dengan cahaya matahari yang bersinar indah.
Keyila dan Dinda yang dari tadi sibuk pun langsung melihat ke arah AAD dengan senyuman manis.
Tak ingin menghiraukan para fans AAD memilih duduk di tribun sambil melihat sekitar.
"Sayang apa kabar? maaf kemarin aku nggak datang soalnya ada urusan aku kangen banget sama kamu tapi aku seneng kamu menang hari ini semangat ya hari ini kan ada aku, jadi pasti kamu harus lebih semangat pasti kemarin kamu nggak terlalu semangat ya karena aku nggak ada maaf ya" crocos Rena tapi tak di hiraukan Azka, Ardian dan Dika pun lebih memilih pergi dari pada mendengar omongan unfaeda dari Rena. Jujur mereka lebih suka Keyila dari pada Rena yang kecentilanya tingkat angkut dan dia yang mereka tau pasti Rena hanya mau harta Azka.
"mak lampir nggak ada akhlak gua sumpah in lo cepet pergi dari sekolah ini" umpat Dika yang hanya Ardian lah yang dapat mendengar dan Dika dia bodo amat mending main game online.
__ADS_1
"Keyila Dinda kamu bisa pasang spanduk di tembok sana engga?" tanya seorang siswi sambil menunjuk letak dinding dan di jawab dengan anggukan oleh keduanya.
"Din kamu pegang sepanduk nya dulu ya aku cari paku sama tangga" Dinda mengangguk dan Keyila mulai melangkah meninggalkan Dinda.
Setelah menemukan paku dan 2 tangga mereka mulai memasang paku terlebih dahulu. Saat sedang fokus memasang paku tiba-tiba terdapat seorang siswi yang sengaja menyenggol tangga keduanya dengan keras dan alhasil mereka terjatuh dengan jari yang sama sama kena pukul.
"DINDA" teriakan dari Dika mengalihkan atensi semua yang berada di ruangan dengan bergegas Dika pun menghampiri Dinda dan begitu pun Farhan yang ingin menghampiri Keyila.
BUK
Dika pun berhasil mendapatkan Dinda sebelum ia jatuh ke dasar begitu pun Keyila.
"JAWAB" ucap Dika kembali dengan suara tegas. Semua terdiam tak ada yang berani angkat bicara.
"udah lah Ka lo bawa aja Dinda ke UKS masalah ini mah gampang" ucap Ardian dengan santai dan mencoba menenangkan sahabat nya ini. Tanpa berucap Dika pun menurut lagi pun jari Dinda kena pukul sehingga mengeluarkan darah.
Keyila? dia sekarang bersama Azka. Kenapa? karena tanpa di ketahui Azka yang lebih dulu menangkap Keyila dan tanpa sepatah kata dia langsung membawa Keyila ke UKS karena jarinya yang terkena pukul. Hanya Farhan lah yang melihat aksi Azka ada sedikit rasa panas dan bingung di benak nya.
__ADS_1
Dika langsung membaringkan tubuh Dinda yang tak sadar diri karena syok lalu mengobati luka Dinda.
Kini Azka pun melakukan hal yang sama entah bagaimana tapi ada rasa aneh di dirinya yang membuat nya ingin menyelamatkan Keyila.
apakah ini cuma sekedar rasa manusiawi?.
Selesai membalut luka Keyila, Azka memandangi wajah Keyila ada perasaan aneh tapi cepat di tepis oleh Azka. Setelah memandangi wajah Keyila ia pun mengembalikan kota P3K ke tempat yang seharusnya.
Saat sudah kembali Azka mengangkat satu alisnya bingung pasalnya dia melihat Keyila yang duduk dan menangis. Azka pun menghela nafas dan mendekat. Azka tidak bicara ia langsung duduk dan bodo amat.
"Ngapain kakak di sini?" Azka melihat Keyila sejenak dan berlalu pergi.
"Cih" Keyila pun ikut berlalu dengan perasaan sedikit trauma.
Sedangkan Dinda yang baru saja sadar langsung memeluk erat Dika, entah lah kali ini dia merasa ketakutan. Dika pun membalas pelukan tersebut dengan erat dan mencoba menenangkan sangat kekasih.
**LIKE NYA MANA KUY
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW JUGA YA
❤❤❤❤❤**