
BUGH
pukulan demi pukulan mereka layangkan tanpa ada rasa iba sedikit pun walaupun sudah terdapat jelas luka memar di pipi ke duanya di tambah cairan kental yang keluar dari hidung salah satunya.
"STOP!!" teriakan dari ambang pintu kamar mandi lama itu menggema dan menghentikan perkelahian dua orang berbadan jangkung tersebut.
"Kenapa kakak pukulin kak Azka sampai kaya gini? emang kalian ada masalah apa?" ya orang yang berteriak tadi adalah Keyila yang melerai perkelahian Zaki dan Azka yang entah apa masalahnya.
"lo nggak usah ikut campur ini urusan kakak, dan lo nggak usah belain orang kaya dia PERGI" mata Zaki menyorot tajam ke arah Keyila
"enggak kakak aja yang pergi" suruh Key dengan mata yang menajam juga, karena tidak ingin emosinya di luar batas akhirnya Zaki pergi dengan perasaan kesal terhadap ke duanya
"kak Azka nggak papa kan?" tanya Keyila kepada Azka yang telah terbaring lemas di lantai. tanpa menjawab pertanyaan Keyila Azka juga ikut pergi uluran tangan Keyila pun juga di tepis kasar olehnya namun Keyila masih mengikutinya dari belakang.
"kakak nggak mau ke UKS dulu luka kakak itu parah lo nanti bisa infeksi terus masuk rumah sakit" Azka tidak peduli dengan apa yang di katakan Keyila bahkan melihatnya saja enggan
"KAKAK BOLEH NGGAK PEDULI SAMA AKU TAPI SETIDAKNYA KAKAK PEDULI SAMA DIRI KAKAK" teriak Keyila, Azka pun berhenti dan merenungi sebentar dan langsung menuju ke arah UKS dengan malas, namun di setengah perjalanan Azka melihat ke belakang.
"lo pergi" suruh Azka dingin namun tegas. Keyila tetap diam di tempat dan Azka melanjutkan kembali langkahnya. Keyila terkejut sekaligus bahagia karena ini kali pertama Azka bicara padanya walaupun dengan nada yang dingin
__ADS_1
*
"lo dari mana aja sih Key lama" tanya Dinda yang sekarang sudah ada di kelas karena kelamaan nunggu Keyila di kantin tadi.
"gue habis denger suara kak Azka Din rasanya mimpi sumpah" jawabnya dengan pikiran yang masih terkagum kagum
"ya elah ternyata cuma itu" Dinda menepuk jidat karena tingkah temannya yang alay ini
hari ini kelas Azka waktunya jadwal olahraga, semua siswa kelas 12 sudah berada di lapangan melakukan pemanasan dan di lanjut permainan basket. Kali ini tim yang bertanding adalah tim Azka melawan tim Zaki tampak senyum kecut dari keduanya.
"SEMANGAT AZKA"
suara para pendukung terdengar cukup ramai karena mereka berdua adalah idola sekolah bagi para siswi tentunya.
shooting telah di lakukan beberapa kali oleh keduanya hingga hasil akhir menyatakan bahwa tim Zaki lah yang menang terlihat jelas wajah mengejek dari Zaki yang di tunjukkan kepada Azka tentunya.
"ini buat kakak, pertandingan tadi bagus lain kali ajarin aku ya" Keyila yang baru datang langsung duduk dan memberikan botol air mineral namun di abaikan oleh Azka
"diambil dong kak plis" rayu Keyila sambil mengeluarkan senjata nya puppy eyes, namun itu tak berarti bagi Azka.
__ADS_1
"wih lumayan nih buat gue ya Key lo kan baik"
timpal Dika yang baru datang dan mengambil paksa minimum yang di pegang Keyila
"kak Dika apa apaan sih ini itu buat kak Azka" Keyila memasang wajah cemberut nya dengan pipi yang di tembem kan sehingga menambah kesan imut nya
"Jangan marah gitu dong adik kecil lagian kan Azka nggak peduli sama kamu mending sama abang aja yang nggak kalah ganteng" ucap Dika sambil menunjukkan wajah ganteng nya
" najis dih kalo emang bener nih ya cuma di mimpi" cibir Keyila yang langsung mendapat jitakan dari Dika
"Sakit kak" Keyila pun tak tinggal diam dia langsung mencubit lengan kekar Dika hingga membuat sang empu lebih marah. Hal tersebut sama sekali tak di pedulikan oleh Azka dia langsung pergi.
"kak Azka mau kemana?" tanya Keyila yang sadar akan kepergian Azka
"gara gara kak Dika sih jadinya kan Kak Azka pergi ih nyebelin" gerutu Keyila
"apa mungkin dia cemburu ya?" Keyila mulai menghalu
"narsis" ucap Dika yang membuyarkan lamunan Keyila dan membuatnya mendengus sebal
__ADS_1
*