Diary Key

Diary Key
Diary 6


__ADS_3

Suara musik Dj terdengar nyaring di ruang. dengan minuman alkohol yang sudah khas dari tempat itu pun tercium. Sekarang ini Zaki sedang di klub dia tidak habis pikir dengan adiknya dan merasa Azka sudah menghancurkan hidupnya dan merebut orang tercinta dari hidupnya.


Dulu Azka dan Zaki sama-sama menyukai Tania namun Tania memilih bersama Azka dan akhirnya Tania meninggal Zaki slalu menyalahkan kematiannya karena dia sehingga mereka berdua selalu berdebat. Entahlah namun jika melihat Azka emosinya tidak bisa di tahan lagi baginya dia adalah benalu.


"gue salut sama lo Az bisa bikin dua orang yang gue cinta pergi dan malah ke lo gue nggak habis pikir" gumam Zaki dalam mabuknya


KRING...KRING


suara telfon membuat atensi Zaki teralihkan dengan mata yang lesu dia mengangkat telfon tersebut


"halo ni siapa?" tanya Zaki pada orang di seberang


"aku Keyila kak, sekarang kakak di mana kok belum pulang?" tanya Keyila


"lo akhirnya inget sama kakak" tercetak jelas senyum kecut di wajah Zaki saat ini yang tentunya Keyila tidak tau


"maksudnya?" beo Keyila karena dia memang heran dengan kakaknya ini sikapnya nggak bisa di tebak


"lo urus aja Azka Fernando itu" setelah mengatakan itu Zaki pun mematikan telefon dan segera pergi entah kemana. namun sepertinya dia akan ke rumah

__ADS_1


Di rumah, jelas sekali terdapat raut wajah gelisah pada Keyila setelah mendengar pernyataan kakaknya tadi dengan suara khas orang mabuk


pintu rumah terbuka dan terlihat Zaki yang berjalan lemas, Keyila pun segera turun dengan tergesa-gesa untung nya hari ini orang tuanya tidak ada di rumah karena ada pekerjaan jadi mereka tidak akan menghakimi Zaki.


"kakak kenapa? kakak dari minum ya? kakak udah bikin Key hawatir tau nggak?" tanya Keyila panjang lebar


" lo masih peduli sama kakak? " seketika raut wajah Keyila berubah menjadi bingung dengan pertanyaan kakak nya itu


" ya jelas lah kakak kenapa tanya kaya gitu ?" Zaki mendekati adiknya dan menggenggam tangan adiknya


"jauhi Azka atau kau akan kehilangan kakak" bagaikan tersengat petir saat mendengar perkataan kakak nya tersebut


"lo jawab aja Key apa se sulit itu hanya memilih antara kakak kandung sendiri dengan anak tengil itu" Zaki menatap tajam kepada adiknya yang membuatnya terisak namun itu juga tak membuat Zaki bersalah karena dia tidak ingin kehilangan adik satu-satunya ini jadi dia memberikan pertanyaan itu karena dia yakin pasti dia akan memilih nya dan menjauhinya


"hiks.. Keyila nggak bisa beri waktu" Keyila cepat bangun dan meninggalkan kakak nya dan ke kamar


"gue salah kenyataannya lo malah sesulit ini untuk memutuskannya" dengan langkah gontai Zaki ke kamarnya dan membanting keras pintunya.


*

__ADS_1


Di kamar Keyila dia sedang terisak dia benar-benar tak ingin kehilangan keduanya apalagi Azka adalah cinta pertamanya yang entah mengapa sulit di lupakan walaupun banyak di kacangin.


jam sudah menunjukkan pukul 23.30 namun Keyila masih setia dengan tangisnya.


Zaki yang menyadari hal tersebut pun merasa bersalah karena dia tau ini adalah kali adiknya mengetahui tentang cinta karena dulu dia selalu suka dengan prinsip sahabat tanpa lebih.


TOK TOK


ketukan pintu terdengar dari kamar Keyila yang dengan melangkah gontai ia membuka pintunya.


Zaki segera membawanya ke tepi ranjang. isakan Keyila semakin kencang di pelukan Zaki.


"udah jangan nangis kakak minta maaf karena emang ini bukan waktu yang tepat buat tanyain hal itu ke kamu tapi cepat atau lambat kamu bakal sadar Key dengan ucapan kakak" terang Zaki panjang lebar. Keyila tidak paham namun dia sedikit lega karena tak harus menjawab hal tersebut.


"yaudah cepet tidur jangan nangis terus" Keyila pun membaringkan dirinya dan mencari posisi yang nyaman. Rasanya baru saja dia senang melihat raut wajah Azka yang jarang dia lihat tapi malah di kejutkan dengan pertanyaan kakaknya dia benar-benar tidak mengerti ada apa dengan hari ini rasanya kepalanya pening.


Setelah menenangkan adiknya pun dia langsung menuju ke kamar nya


"AARGGHH" emosi yang dari tadi dia tahan pun dia lampiaskan pada tembok. untung saja kamarnya kedap suara jadi Keyila tidak tau kakak nya akan semarah itu.

__ADS_1


setelah di rasa emosinya sudah membaik dia pun pergi tidur.


__ADS_2