Diary Puzzle

Diary Puzzle
Pangeran VS Kesatria


__ADS_3

"Kenyangnya...." ujar Lindy mengelus perutnya yg kecil. "Kau benar Oma adalah chief bintang lima yang hebat." serunya senang.


Luki hanya menatapnya tak percaya. Setelah pengakuan yang blak-blakan bisanya dia makan dengan tenang. Hanya dirinyalah yang tidak nafsu makan memikirkan maksud perkataan Lindy.


Apa dia sudah ingat semua kejadian itu. Apa dia hanya mengingat sepenggal kisah. Apa dia pura-pura tidak ingat selama ini. Semua pemikiran itu berada di benak Luki selama mereka makan.


"Ada apa?" tanya Lindy dengan nada sedikit menggoda. "Dari tadi kok diem aja"


"Gak papa kok, aku..."


Hujan turun.


"Ya ampun hujan lagi!"seru Lindy kaget mendengar hujan turun tiba-tiba. Dia langsung berlari kedalam rumah. "Oma.. oma.. jemurannya! Hujan oma"


"Ya ampun kerupuk oma , nonik tolong ambilin!" teriak oma dari dalam.


Luki terpaku. Dia hanya mendengarkan suara kekacauan itu dari luar teras dan menyesap minumannya sampai habis.


Luki merasa perjalanan menyatakan perasaannya semakin panjang dan berliku.


***


Lindy kembali setelah membasuh mukanya. Karena hujan masih turun perjalanan pulang mereka tertunda. Luki masih diteras ia melihat Luki menatapnya tajam.


"Napa liat-liat?" tanya Lindy sambil menjulurkan lidahnya.


"Ih jelek, ga papa kok. Cuman mau ngomong ternyata kamu keliatan muda tanpa riasan kirain kamu lebih tu.."


BRUKKK!!


Sebuah handuk basah melayang ke wajahnya sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.


Lindy berlalu pergi dengan wajah memerah. "Keterlaluan!" gumamnya kesal.


TING TONG!!


Bel rumah berdenting.


Lindy membuka pintu rumah yang bergaya vintage itu dan terkejut mendapati Daniel berdiri di pintu depan rumah Oma dan bajunya basah karena kehujanan tapi ketampanannya tetap tidak memudar karena hujan.


"Daniel!?"


Seruan Lindy mengucapkan nama Daniel membuat Luki bangkit dari kursi dan bergabung menghampiri pintu.


Daniel yang basah kuyup terseyum penuh manis ke arah Lindy lalu menatap tajam Luki sambil tersenyum nyengir penuh arti. Seperti berkata..


Inilah pembalasanku. Aku disini untuk mengganggumu.

__ADS_1


"Aku mencari kalian dan kalian tidak menjawab panggilanku" ujarnya cepat-cepat menjelaskan lalu melewati mereka berdua yang masih berdiri bingung. "Oma..oma.." Daniel berteriak memanggil nenek Luki yang amat dikenal kami berempat saat masih kecil.


Luki menggaruk-garuk kepalanya meski tidak gatal.


Ia kesal rencananya sekarang mulai berantakan.


"Tunggu Daniel Oma lagi tidur!" bisik Lindy sambil mengejar Daniel.


***


"Apa yang bener??" teriak Lindy tak percaya dengan apa yang diceritakan Daniel barusan. Daniel bercerita bahwa ayahnya mendaftarkannya disekolah mereka sampai akhir tahun.


"Iya. Papamu telepon kamu tapi gak menjawab jadi dia telepon papaku dan akhirnya aku sampe sini mencari kalian." cerita Daniel singkat.


"Iya kita sibuk sampai lupa cek ponsel hehe" jawab Lindy menjelaskan.


"Kalian lagi kencan ya?" tanya Daniel berbisik di telinga Lindy. Wajah Lindy langsung merona dan menepuk bahu Daniel sambil tertawa.


"Hush..nggak kok.. kami nggak kok" jawab Lindy terbata dan canggung.


"Eheemm" Luki berdeham. "Ini kopimu" ujarnya menyodorkan gelas pada Daniel dengan enggan.


"Makasih ya.." jawabnya menerima gelas itu dengan senyuman manis yang dibuat-buat.


"Kalau udah selesai, sana pulang" Luki mengusirnya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lindy disebelahnya.


"Tapi Dan..masih hujan diluar" celetuk Lindy sambil menatap jendela dan tak menangkap situasi mereka berdua.


"Tenang, aku bawa mobil papa nih" jawabnya tersenyum manos pada Lindy sambil menggoyangkan kunci mobil.


"Kalian mau kemana?" Oma keluar dari kamar. "Sudah malam, kalian menginap saja, besok pagi aja pulangnya" lanjutnya.


"Tinggalah" ujar Luki pada Lindy.


"Tapi.."


"Oma masak bistik dan udang goreng untuk makan malam lo" potong oma.


Lindy langsung memeluk lengan Oma.


"Tentu saja aku akan tinggal oma, sini aku bantu ya" ujarnya riang setelah mendengar menu makan malam.


Mereka berdua berlalu ke dapur.


Luki dan Daniel saling berpandangan.


"Sejak kapan mereka berdua jadi dekat?" tanya Daniel heran.

__ADS_1


"Lindy sudah kembali" ujar Luki tersenyum.


"Maksudmu?"


"Ingatannya sudah kembali" jawab Luki menatap Daniel senang.


Daniel bersiul. "Akhirnya kamu punya akses masuk ya"


Luki tertawa. Dia tahu yang dimaksud Daniel.


***


Lindy selesai membantu mencuci piring. Ia mencari Daniel dan Luki dan mendapati mereka bermain game di kamar.


Lindy langsung bergabung bersama mereka dan mengambil space di tengah mereka berdua.


"Minggir!" perintahnya. Mereka langsung menuruti perintahnya.


"Ayo Dani tendang!" teriaknya menyemangati Daniel. Daniel langsung menyerbu gawang Luki.


Luki meringis melihat Lindy ribut menyemangati Daniel. Menarik rambutnya karena kesal dan langsung kepalanya ditepuk keras oleh si pemilik rambut. Luki menggosok kepalanya kesakitan. Menatap tajam Lindy tetapi dibalik tatap. Dan kalah.


Gadis katak tomboy sudah kembali pikirnya.


Luki dan Dani sibuk bermain game. Tanpa sadar mereka kehilangan suporter mereka. Daniel menoleh mencari suporternya dan menemukannya tidur tergeletak diantara mereka dengan nyaman.


Daniel terkekeh. Luki menoleh dan langsung menahan tawanya dengan tangan.


Kemudian hening diantara mereka. Luki menatapnya dengan sorot tajam begitu juga Daniel. Daniel paham keinginan Luki ingin menggendong Lindy ke kamarnya dan dia tidak ingin membiarkannya.


Dengan cepat mereka mengeluarkan jari dan bersuit. Gajah vs semut.


Luki menang!!


"Yes!!" teriak Luki dengan suara setengah berbisik.


Daniel memejamkan matanya kesal karena kalah.


"Cepat sana bawa dia dan jangan lama-lama" bisik Daniel memperingatkan Luki.


***


Luki membaringkan Lindy diranjang kamar tamu. Lindy benar-benar terlelap. Wajahnya sangat cantik, dagunya yang manis, bulu matanya yang lentik dan bibirnya yang kecil menggoda Luki untuk mendekatinya. Luki menyentuh bibir itu dengan jarinya. Andai dia tidak pergi sepuluh tahun lalu mungkin bibir ini sudah menjadi miliknya.


Lindy bergumam dalam tidur. Luki tersadar. Menggelengkan kepalanya karena pikirannya yang mulai error karena bibir Lindy.


Ia mematikan lampu dan menutup pintu kamar.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2