Diary Puzzle

Diary Puzzle
Kekacauan dan Munculnya Vampir


__ADS_3

Gedung sekolah itu terletak di ujung bukit pulau flamboyan. Tak heran pulau terpencil ini di sebut Pulau Flamboyant, sepanjang jalan ke arah bukit penuh dengan pohon flamboyan.


Lindy berjalan ke sekolah diiringi udara pagi yang sejuk. Perlahan kelopak bunga-bunga berjatuhan tertiup angin, dan satu kelopak nakal jatuh di rambutnya.


Seseorang dibelakangnya menarik rambutnya. Lindy berteriak dan menoleh kebelakang.


"Ada sesuatu dirambutmu" ujar Luki nyengir sambil menunjukkan kelopak bunga padanya.


Lindy ingin marah tapi dia melihat Daniel dan Farah sedang berjalan ke arahnya. Dia melambai ke arah mereka dan Farah membalasnya sambil berlari kearahnya. Mereka berpelukan sambil menjerit senang karena mereka bisa bersekolah bersama.


"Dasar cewek" celetuk Luki sambil meniup telinganya yang terkena dampak lengkingan suara mereka. Daniel berjalan disampingnya sambil merangkulnya.


"Sabar, sebentar lagi mungkin ada yang lebih heboh lagi" ujarnya.


"Apa maksudmu?" tanya Luki tak mengerti.


"Sekolah heboh, ada yang bocorin bahwa tunanganmu akan datang ke sekolah" jelasnya.


"Oh Sial!!" teriak Luki. Daniel tertawa sambil menepuk punggungnya menenangkannya.


***


Di hari pertamanya disekolah ini Lindy dihadang oleh geng cewek di depan pintu toilet. Mereka mengaku fans Luki, ternyata cerita farah tentang Luki seorang idola sekolah memang benar.


"Kalian mau apa?" tanyanya santai menghadapi mereka.


Mereka tertawa mengejek.


"Hei aku mau tanya apa benar kamu tunangan Luki!?" tanya mereka kasar.


"Kenapa aku harus menjawab hal yang pribadi" jawabnya membuat mereka salah tingkah.


"Apa salahnya menjawab.."


"Dia tunanganku!" suara lembut dibelakang Lindy membuat mereka semua menoleh. Daniel tersenyum kepada para fans Luki dan mereka menjerit senang dengan gurauan manis itu.


"Jangan dong..kamu milik kami juga !" seru salah satu dari mereka dengan manja membuat Lindy memutar bola matanya membuatnya risih dengan suara manja mereka.


"Thanks Dan, aku mengandalkanmu! Semangat!" bisik Lindy pada Daniel. Daniel mengangguk dengan tatapan seakan berkata pergilah dan serahkan mereka padaku. Lindy pergi berlalu dari hadapan mereka.


Lindy menoleh kembali dan melihat Daniel mengatasi mereka dengan baik seperti sudah terbiasa.

__ADS_1


Lindy melambaikan tangannya di kejauhan saat melihat Farah sedang menunggunya. Tapi Farah tak melihatnya.


"Far..." Ia hendak memanggilnya ketika seorang cowok menghadangnya tepat didepan hidungnya.


"Wow..wow bukankah ini tunangan si Luki" ujarnya sambil menatapnya kurang ajar. Cowok itu berbadan kurus berotot di bagian lengan, Lindy yakin dia adalah Arie musuh Luki di lapangan basket. Farah mengatakan padanya bahwa dia harus waspada dengan cowok bernama Arie dan satu lagi cewek yang ia lupakan namanya.


"Boleh juga si Luki, tak heran dia menyembunyikan dirimu" lanjutnya menelitinya. Si Arie sangat tinggi kulitnya putih pucat seperti kertas. Wajahnya lumayan tapi tak terlalu tampan dan dia punya kumis tipis diatas mulutnya membuatnya bergerak naik turun saat dia berbicara. Lindy tak bisa menyembunyikan senyumnya melihat kumis itu.


"Lah kok malah senyum" ujarnya kesal Lindy terlihat menyepelekannya. Dia ingin menyentuh dagu Lindy tetapi tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya.


***


Lindy sudah siap menendang cowok kurang ajar itu tapi tendangannya terhenti di udara ketika Luki leboh dulu menghentikan tangan nakal cowok berwajah pucat itu.


"Hei vampir! hati-hatilah dengan tanganmu" ujar Luki dingin memperingatkan Arie. Entah kenapa teman basketnya suka mengganggu cewek dan selalu sirik dengan dirinya.


"Lu..Luki sedang apa disini bukannya kau sedang latihan?" tanyanya kaget. Beberapa anak mendengar keributan itu langsung memperhatikan mereka.


"Bukan urusanmu, sekali lagi melihat kau mengganggu cewek aku akan mengeluarkanmu dari tim basket" ujarnya sambil berlalu dari hadapan cowok berwajah vampir itu. Tangannya tak lepas dari tangan Lindy dan pergi dari kerumunan yang ramai menyemangati mereka. Para guru mulai datang dan menenangkan mereka.


Di kejauhan Farah menatap kejadian itu tak percaya. Luki yang biasanya selalu menghindari pertikaian dan adu mulut bahkan dia cuek setiap kali melihat Arie vampir mengganggu cewek.


"Memang kau sudah nyerah nih?" tanya Farah mengejeknya. Farah tahu dibalik keinginan Daniel mengganggu hubungan mereka sebenarnya dia tahu Daniel juga menyukai Lindy.


Lindy adalah cinta pertama Luki dan Daniel, Farah yakin itu karena mereka bersahabat sejak kecil.


"Hm..mungkin...tidak " jawabnya sedikit berpikir. Farah tertawa mendengarnya.


"Semoga berhasil!" ujar Farah dan berlalu santai.


"Mau kemana?"


"Mencari Lindy" jawab Farah menunjukan bekal buatannya.


"Ikut dong, mengganggu mereka ternyata asyik juga" ujar Daniel membuat Farah tersenyum karena kebohongan Daniel.


***


Luki membawanya ke sebuah gazebo di taman belakang sekolah. Sekolah itu punya banyak taman dan pepohonan disekitarnya. Bangunannya sangat klasik seperti dibangun beberapa abad yang lalu.


"Terima kasih, tapi aku bisa jaga diriku sendiri kok, aku berlatih bela diri saat aku di China."

__ADS_1


Luki menatapnya. Dia kesal Lindy membuatnya melakukan hal yang tidak disukainya, dia paling tak menyukai keributan. Tapi sejak kedatangan teman masa kecilnya ini, hidupnya menjadi berubah. Keinginannya melindungi seseorang tiba-tiba bangkit dari kubur.


"Aku ga menolong kamu sih, cuman capek aja ngeliat si vampir itu suka mengganggu cewek lemah"


"Aku gak le...."


"Ya aku tau kamu bisa menghabisinya dengan satu tendangan aku percaya padamu" lanjutnya sambil menunjukan kakinya yang lebam karena tendangan Lindy sebagai bukti kekuatannya membuat Lindy hampir tertawa karena lebam itu dan sedikit bersalah. "Tapi kamu tak perlu melakukannya disini." lanjutnya membuat jantung Lindy mulai berdegup karena kata-katanya.


"Sudah tugasku melindungi tunanganku disekolah ha..ha.." lanjutnya berkelakar seperti kesatria gadungan. Suasana romantis itu langsung buyar. Lindy langsung menjewernya.


"Oh gitu ya, intinya kamu cari muka aja kalau disekolah!?" Lindy kesal terlalu berharap dengan cowok satu ini.


"Aaww.. aww.. tentu saja aku kan harus menjaga nama baikku"


"Apa!?" Lindy hendak mengomel tapi dihentikan oleh Luki.


Luki menggenggam tangannya sangat kuat. Dia bisa mendengar suara nafasnya karena wajahnya yang begitu dekat. Bekas luka di dagunya terlihat jelas olehnya. Kenangan tentang dirinya yang diselamatkan Luki dari pohon jambu bergulir kembali dari ingatannya.


Harum bunga mawar tercampur dengan aroma bunga semak , rumput dan pepohonan. Lindy merasa pusing. Perutnya yang kosong mulai bertingkah.


"Lindy.. aku membawamu kesini bukan untuk bertengkar denganmu." ujarnya lembut menjelaskan. "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku..."


KRIUKK....


Perutnya sudah tak tertahankan dan mulai menyerukan pemberontakan.


"Disini rupanya kalian!" suara yang dikenalnya itu membuat Luki mengumpat dalam hati. Untuk kesekian kalinya dia dijeda oleh Daniel dan Luki menyadari dia sedang membalas perbuatannya saat melihat senyum puas Daniel.


Lindy menarik tangannya. Dan berlari ke bekal tang dibawa Farah.


"Makan siangku!!" teriaknya senang dan hampir menangis karena kelaparan.


***


Hari itu hari yang panjang bagi Lindy. Perjuangannya di sekolah barunya membuat lelah. Ketika makan siang di gazebo bersama teman-teman masa kecilnya adalah hal yang paling healing. Sambil melontarkan gurauan mereka mengakhiri siang itu dengan manis.


Tetapi mereka tidak tahu kejadian lain menanti mereka.


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2