
....
Bagas tengah memeriksa salah satu pasien nya , terlihat sorot mata yang serius memandang selembar kertas hasil pemeriksaan sang pasien.
Dia menjelaskan beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh sang pasien tersebut dengan rinci.
Setelah mendengar penjelasan dokter, sang pasien itu berterima kasih lalu pamit untuk menebus obat nya.
Rumah sakit tempat ia bekerja memanglah milik nya, namun Bagas tak puas dengan berdiam diri saja.
Tujuan nya sedari awal menjadi dokter ialah untuk membantu orang, walaupun itu di rumah sakit nya sendiri.
Setelah pasien nya keluar dari ruangan nya, pintu kembali di buka dan masuk lah Riri, rekan sesama dokter.
Riri merupakan dokter cantik di rumah sakit tersebut, banyak yang menyukai nya termasuk Bima, namun tidak dengan Bagas.
Riri mendatangi Bagas untuk mengajak nya makan siang bersama, sudah kesekian kalinya Riri mengajak Bagas.
Namun Bagas tak akan menerima tawaran nya jika hanya mereka ber2 saja, jadilah Riri juga mengajak dokter dan perawat lain supaya Bagas mau.
Bagas hanya sedari dulu menganggap Riri hanya rekan kerja dan teman nya saja, tak lebih dari itu.
Namun berbanding terbalik, tanpa Bagas tahu Riri sudah sedari dulu menyimpan rasa pada nya hingga saat ini.
Justru sikap cuek dan dingin Bagas malah membuat nya semakin tertantang untuk melelehkan nya.
"Siang gas, makan siang bareng yuk.." ajak Riri
"Ada Sari sama Diko juga kok, udah jam nya makan siang ni"
"Oke, saya bereskan dulu meja saya"
"Kalian duluan aja ke kantin nya nanti saya nyusul" jawab Bagas.
"Sip lah.." balas Riri lalu pergi keluar lebih dulu menuju kantin di rumah sakit.
Bagas merapikan kembali meja nya, melepas kan jas dokter nya lalu pergi menyusul teman teman yang sudah menunggu nya di kantin.
Saat perjalanan menuju kantin ada beberapa perawat dan keluarga Pasian yang menyapa dirinya dan ia balas dengan senyuman.
Sampailah Bagas di kantin rumah sakit, ia segera menuju ke arah rekan rekan nya duduk.
Mereka ber4 makan sambil mengobrol, dengan Diko yang sedang asik menggoda Sari pacar nya.
Diko bekerja sebagai dokter gigi di rumah sakit tersebut dan Sari bekerja sebagai suster, mereka ber2 cinlok saat bekerja di sif yang sama.
__ADS_1
"Wuihh.... doble date ni ye!!" Ucap Bima datang dan ikut bergabung bersama mereka ber4.
Bima merupakan dokter spesialis kulit di rumah sakit tersebut dan sekaligus teman dekat Bagas.
Bima dokter tampan dengan lesung pipi dan sikap nya yang ramah dan juga friendly ke semua orang membuat nya menjadi most wanted no 2 di rumah sakit setelah Bagas.
Dan dokter tampan yang memiliki lesung pipi itu menyukai rekan nya Riri, dan satu rumah sakit tahu akan hal itu.
Namun kebanyakan dari mereka hanya menganggap sikap Bima ke Riri hanya becandaan saja.
"Ngaco Lo..." Jawab Bagas
Bibir Riri yang semula tersenyum mendengar perkataan Bima seketika berhenti tersenyum saat mendengar perkataan Bagas.
"Santai broo..." Balas Bima sambil menepuk pundak bagian kiri Bagas.
"kawan macam apa kalian ni " canda Bima dengan nada yang di buat2 nya.
"yee Lo kan tadi Masi ada pasien, gua kira bakal lama makannya kita gak ngajak Lo"jelas Diko.
"iyalah percaya gua..."balas Bima.
Tak peduli dengan perkataan Bima, Bagas mengeluarkan handphone dari saku celana nya.
Lalu membuka kontak dan mengetik nama Reina di kontak tersebut, ia akan mengirimkan pesan kepada Reina.
Saking seriusnya mengetik pesan nya, Bagas tak sadar bahwa sudah ada kepala Bima yang menopang di bahu kiri nya.
"Ciee....yang setiap hari ngingetin makan...halalin dong biar bisa makan memakan!!!(~ ̄³ ̄)~" Goda Bima yang membuat Bagas terkejut.
Mendengar ucapan Bima membuat tambah Riri kesal dan Riri tahu pasti itu Reina, ia tak suka dengan perhatian yang Bagas berikan kepada Reina.
Riri pertama kali melihat Reina saat wanita itu melahirkan, dan yang membuat nya heran kenapa Bagas begitu peduli pada wanita itu? Wanita yang melahirkan anak tanpa suami dan tak jelas asal usul nya kenapa Bagas sangat perhatian terhadap nya? Tanya Riri dalam hati.
Bagas menonyor kepala Bima dengan tangan nya, teman nya ini selalu membuat dirinya kaget.
" Makan memakan pale lu!!!" Ucap Bagas.
"Owhh sakit tau gas, maen nonyor nonyor pala orang lu!!" keluh Bima.
"Bebeb Riri kepala Abang sakit ni...di elus dong (◕દ◕)" goda Bima
"Di elus pake kaki kan?" Jawab dokter Riri.
"Yahh..kok pake kaki si" balas Bima dengan nada menyedihkan.
__ADS_1
Membuat mereka yang ada di sana tertawa melihat tingkah Bima, dan sikap acuh nya Riri ke Bima.
mereka semua menghabiskan waktu makan siang bersama dengan ocehan ocehan gak penting Bima.
dan Bagas yang tak sabar untuk segera pulang lalu menjemput Deon pulang dari sekolah nya.
saat mengirim pesan tadi Bagas sudah izin ke Reina untuk menjemput Deon dan mengajak nya main ke rumah nya sebentar.
karna Bagas tahu Reina saat ini sedang sibuk sibuk nya, dan ia ingin membantu Reina untuk menjaga Deon.
Bagas sudah 20 menit berada diruangan nya dan tak henti henti nya melihat jam di tangan nya.
10 menit lagi ia akan berangkat menjemput Deon, Bagas semakin tak sabar melihat pergerakan jarum jam tersebut.
Bima yang sedang berkunjung ke ruangan Bagas pun kesal melihat sahabat nya itu tak mendengar kan curhatan nya dan malah sibuk mengecek jam tangan nya.
"Lo kenapa si? gua kesini buat curhat sama Lo bagas, bukan sama tembok!!!!(ノಠ益ಠ)ノ" geram Bima.
" gua tahu jam Lo itu mahal buanget, tapi gak kayak gitu juga kale"
"di liatin bolak balik, sahabat nya curhat malah gak didengerin" sambung nya Bima.
"berisik lu...bentar lagi jam nya Deon pulang sekolah ni, gua mau jemput Deon" jawab Bagas.
"owhh mau jemput calon anak rupa nya"balas Bima
"Mama nya gak sekalian? apa mama nya biar gua aja yang jemput??" tanya Bima bercanda
dan lagi-lagi kepala nya mendapat tonyoran kembali dari Bagas.
"suka ngada ngada ye lu" Bagas.
" iye iye maap, egois amat deh lu, gak mama nya gak anak nya..lu embat semua".
" aku mah apah atuh ༎ຶ‿༎ຶ"sambung nya Bima lebay.
tiba waktu nya untuk menjemput Deon, Bagas langsung berlari ke luar ruangan nya meninggal kan Bima yang masih menye-enye.
"eh mau kemane lu " belum sempat menjawab pertanyaan nya Bagas sudah berlari jauh.
" gini amat dah punya sahabat, bucin nya gak ketulungan ;)" ujar Bima lalu keluar dari ruangan nya Bagas.
ia berniat untuk berpindah curhat ke ruangan Diko, karna ia belum mendapat pasien makannya Bima mempunyai banyak waktu.
_________________________________________
__ADS_1
•bagas saat dirumah sakit