
dari mereka berangkat dan di tengah perjalanan ,Reina hanyaduduk diam tanpa berbicara pada orang yang saat ini sedang mengantar nya pulang.
Dirga menoleh kan kepala nya sebentar ke samping nya, melihat Reina dan berniat untuk mengajak nya berbicara.
"Rei...gimana kabar kamu?" tanya Dirga yang membuka topik pembicaraan terlebih dahulu pada Reina.
"baik"jawab Reina singkat pada Dirga.
"kamu jadi beda dari Reina yang dulu..... sekarang jadi lebih dewasa dan tambah cantik"ujar Dirga pada Reina.
Reina hanya diam tak menjawab apa yang tengah Dirga katakan, ia membuang wajah nya ke arah jendela.
Reina dapat melihat jalanan dan tempat tempat yang tengah terlewati, saat melihat jalanan dan tempat tempat yang di lewati Reina mengerutkan kening nya.
ini adalah jalan ke arah rumah tempat nya tinggal, dan bagaimana bisa Dirga tahu alamat rumah nya sedangkan ia. sendiri belum memberi tahu pada Dirga alamat rumah nya.
Reina dengan cepat segera menoleh ke arah Dirga yang berada di samping nya itu, dan berta nya dengan nada yang tegas.
"Lo kok tahu alamat rumah gua??!!" tanya Reina dengan tegas pada Dirga yang tengah menyetir itu.
"kan belum gua kasih tahu alamat nya.." sambung Reina yang mampu membuat Dirga bingung ingin menjawab nya.
"eeee....itu, tadi bang Bagas yang kasih tahu alamat rumah kamu Rei..."jawab Dirga berbohong.
setelah mendengar jawaban dari Dirga, Reina kembali menoleh ke arah kaca mobil di samping nya itu.
tak lama kemudian, mereka sampai di rumah Reina, Reina pun biru buru membuka pintu mobil nya keluar dan berjalan ke arah Deon.
saat Reina hendak menggendong Deon, diri nya di cegah oleh Dirga yang datang dari samping nya.
"biar aku aja yang gendong dia...."ujar Dirga pada Reina.
"gak usah , makasih"jawab Reina ketus menolak tawaran dari Dirga.
"gak biar aku aja Rei, lihat tangan kamu juga udah bawa belanjaan itu"ucap Dirga saat Reina menolak nya .
__ADS_1
"nanti dia jatuh bagaimana??"ujar Dirga yang mampu membuat Reina mengalah akhir nya.
Reina memang sedang membawa belanjaan nya yang ia beli tadi sore dengan Bagas, ia sadar bahwa Deon bisa saja jatuh dari gendongan nya dan membiarkan Dirga untuk menggendong Deon.
Reina pun mundur dan memberi Dirga ruang, setelah Reina memberi nya ruang, Dirga segera menggendong Deon dan berjalan dengan Reina di samping nya yang membawa belanjaan.
Reina meletakkan sebentar belanjaan nya lalu membuka pintu rumah nya, mempersilahkan Dirga yang menggendong Deon masuk lalu diri nya membawa belanjaan nya masuk.
Reina segera meletakkan belanja belanjaan nya di atas meja dan ingin mengambil Deon dari gendongan Dirga.
"gak, biar aku aja...kamu pasti capek kan"tolak Dirga saat Reina ingin mengambil alih Deon dari gendongan nya.
"di mana kamar nya?"tanya Dirga pada Reina.
karna hari sudah larut, Reina tak ingin berdebat lagi , tak enak juga jika di dengar oleh tetangga dan Deon bisa saja bangun dari tidur nya, ia pun segera berjalan menunjuk kan kamar tidur milik Deon pada Dirga.
Dirga berjalan mengikuti Reina dari belakang, mereka berhenti di depan salah satu kamar yang terdapat banyak mainan anak laki laki.
Dirga yakin ini adalah kamar nya, ia pun segera masuk dengan Deon di gendongan nya dan meletakkan Deon di tempat tidur dengan hati hati.
Dirga menutup pintu kamar Deon, setelah memastikan Dirga sudah meletakkan Deon di kasur nya dan berjalan keluar, Reina langsung pergi dari depan kamar Deon yang sudah tertutup.
Reina berjalan ke arah ruang tamu rumah nya di ikuti Dirga, lalu melanjutkan langkah nya dan membuka pintu rumah nya menyuruh Dirga untuk segera pergi dari rumah nya .
Dirga yang berada di belakang Reina pun menyadari maksud dari Reina yang membuka pintu rumah nya itu.
Dirga tak melangkah maju, malah ia mundur dan duduk dengan santai di sofa yang berada di ruang tamu Reina.
"ngapain Lo duduk, cepet pergi" usir Reina pada Dirga yang tengah duduk itu.
"ada tamu malah di usir, udah gitu di anterin pulang lagi"ujar Dirga menyindir Reina yang mengusir nya.
"aku haus nih Rei....ada minuman apa?"tanya Dirga pada Reina.
"air putih"jawab Reina yang kesal pada Dirga.
__ADS_1
"emm...kopi aja deh"ucap Dirga yang mampu membuat kekesalan Reina memuncak.
Reina tak menjawab Dirga lagi, ia berjalan ke dapur nya dan segera membuat kan kopi untuk Dirga supaya cepat pergi dari rumah nya ini.
kebetulan Bagas yang suka berkunjung ke rumah nya membuat Reina menyetok kopi di dapur nya.
Reina segera menyeduh kopi tersebut, saat Reina sedang mengaduk aduk kopi, sebuah tangan yang besar melingkar di pinggang nya,
memeluk nya dari belakang dan menyenderkan dagu nya di salah satu bahu nya, Reina yang sangat terkejut itu langsung membalikkan badan nya.
dengan cepat Reina berbalik badan dan menampar wajah dari orang yang memeluk nya dari belakang tadi .
PLAKKkk..........
"aakkhhh...."suara rintih Dirga saat Reina menampar wajah nya dengan sangat keras.
"mau lo itu apa sih?!!!!!! jangan kurang ajar ya!!!! "teriak Reina pada Dirga sambil mengacungkan jari telunjuk nya pada Dirga.
"maaf udah meluk kamu dari belakang Rei...aku kangen banget sama kamu Reina..."ujar Dirga dengan nada yang di buat lirih.
"aku kangen banget sama kamu Reina....aku masih sayang sama kamu, kamu juga masih sayang sama aku kan Rei?"sambung Dirga .
"gak!!!, pergi dari sini Dirga!!!!"Reina teriak kembali pada Dirga dengan air mata yang kini telah membasahi wajah cantik nya.
"maafin kesalahan aku yang dulu Rei.."mohon Dirga pada Reina sambil memegang ke 2 tangan Reina.
Reina mengenaskan tangan Dirga yang sedang memegang tangan nya.
"kita mulai lagi dari awal ya? aku gak bakal ninggalin kamu lagi Rei...."ujar Dirga pada Reina.
Reina tak habis pikir dengan pria ini, Dirga yang sudah menghancurkan hidup nya, dan lagi sudah di jodohkan dengan Adel , bagaimana dengan mudah nya meminta nya kembali.
"pergi Dirga!...."ujar Reina yang sudah lelah berdebat dengan Dirga.
"deon itu anak kita ber 2 kan?!!!, aku tahu semua nya Reina"ujar Dirga yang mampu membuat Reina terdiam mematung.
__ADS_1
Reina terkejut mendengar perkataan dari Dirga yang mengetahui bahwa Deon adalah anak nya, padahal ia tak memberi tahu pada Dirga dan tak ada yang tahu bahwa Deon adalah anak Dirga .