
"gakk!!!dia bukan anak kamu!!!" bantah Reina pada Dirga.
"kamu gak usah bohong Reina, aku udah tau semua nya!"balas Dirga pada Reina.
"aku ada bukti tes DNA nya!, dan itu udah gak bisa kamu bantah lagi!!" ujar Dirga yang mampu membuat Reina kembali terdiam.
ucapan Dirga mampu membuat Reina kelabakan untuk menjawab apa lagi untuk membantah nya, dan dari ucapan Dirga dapat Reina simpulkan bahwa Dirga telah mencari tahu tentang diri nya dan Deon selama ini.
"jadi selama ini kamu cari tahu tentang aku dan Deon hah?!!!"tanya Reina pada Dirga.
"iya aku cari tahu semua tentang kamu selama ini...."jawab Dirga pada Reina.
"aku juga udah tes DNA , dan ternyata benar dugaan aku...Deon itu anak kita"ujar Dirga .
"kenapa kamu sembunyikan tentang Deon Rei..."sambung nya.
"dari awal kami memang gak mau anak kita lahir dir, kamu juga orang pertama yang suruh aku menggugurkan Deon!!"jelas Reina .
"waktu itu aku syok Reina, aku terkejut dengan keadaan nya...."jawab Dirga berasalan.
"kamu juga awal nya setuju kan mau menggugurkan nya Rei..."ujar Dirga pada Reina.
"iya awal nya aku setuju!! , karna aku masih seorang siswi saat itu,....tapi aku urungkan niat nya...karna aku masih punya hati Dirga..."jawab Reina yang mampu menusuk Dirga dengan kata kata nya.
"aku gak mau jadi pembunuh, apalagi darah daging ku sendir.....aku masih punya hati, gak kayak kamu yang gak punya perasaan sedikit pun!!!!"sambung Reina.
"iya aku salah ....aku salah Rei..... maafin aku, maafin aku Reina ."ujar Dirga dengan mata yang berkaca-kaca.
"kita perbaiki hubungan ini....kita mulai dari awal ya.... Rei....."ujar Dirga lagi membujuk Reina.
"gak ada yang perlu di perbaiki, gak ada yang harus kita mulai lagi dari awal....."ujar Reina dengan nada yang sedikit merendah pada Dirga.
"Rei..aku mohon Rei...."ucap Dirga memohon kepada Reina.
Dirga yang semula nya berdiri di hadapan Reina, kini telah berjongkok untuk memohon kepada Reina.
Reina melihat Dirga yang tengah berjongkok di depan nya dengan mata yang memerah dan berkaca kaca, mampu membuat hati nya sedikit goyah.
__ADS_1
"Mama........."ucap Deon yang terbangun dan berjalan keluar dari kamar nya.
suara Deon yang terdengar mampu memecah perdebatan Rena dan Dirga, Deon berjalan mencari di mana Reina berada.
mendengar suara Deon yang terbangun dari tidur nya dan memanggil nya, membuat Reina sadar dengan situasi nya dan langsung mengusap wajah nya yang basah karena air mata menggunakan lengan baju nya.
Reina segera pergi dari dapur nya, meninggal kan Dirga yang tengah berjongkok sendiri dan menghampiri Deon yang sedang mencari nya.
"iya sayang...."ujar Reina berjalan menghampiri Deon yang sudah berada di ruang tamu.
Reina langsung berjongkok di hadapan Deon untuk mensejajarkan tinggi nya dengan Deon, Reina mengusap kepala Deon dan bertanya,
"kok bangun sayang?...."tanya Reina pada Deon.
"tadi Deon dengar ada suara mama teriak teriak sama siapa?"tanya Deon kembali pada Reina .
"maaf ya nak, tadi pas mama mau buat minum ada kecoa...makan nya mama teriak"jawab Reina berbohong pada Deon .
"oh!!om?!!,kok ada di sini??"tanya Deon sambil menunjuk Dirga yang datang dari dapur rumah nya.
"hey bro...tadi kan om yang antar kamu pulang" jawab Dirga pada Deon.
"kamu kenal dia nak?"tanya Reina bingung.
Reina bingung dengan interaksi antara Deon dan Dirga saat ini, mereka ber 2 seperti sudah akrab dari lama.
padahal menurut nya Deon dan Dirga seharus nya baru bertemu kali ini, yaitu di rumah Bagas tadi saat makan malam seharus nya.
"kenal kok ma..."jawab Deon pada Reina.
"om tadi kata mama ada kecoa, udah om tangkap kecoa nya?"ujar Deon yang membuat Dirga bingung dengan topik yang di bicarakan nya.
"??oohh, tadi om pukul terus om buang keluar"jawab Dirga berbohong, ia sudah mengerti maksud Deon , mungkin Reina berbohong pada Deon agar tak mengetahui nya.
"om pulang dulu ya..."ujar Dirga pada Deon, dan membuat Reina lega mendengar kata pulang itu.
"yahh kok pulang sih...."ucap Deon yang kecewa.
__ADS_1
"udah malam,waktu nya tidur.....kamu juga tidur lagi gih"jawab Dirga pada Deon.
"om pulang ya....."pamit Dirga mengusap rambut Deon sebentar sebelum pergi pulang dari sana.
"aku pulang Rei..."pamit Dirga pada Reina juga.
setelah selesai mengucapkan salam, Dirga segera melangkahkan kaki nya ke luar dari rumah Reina.
Deon dengan senang hati melambai lambai kan tangan nya ke arah Dirga yang juga melambaikan tangan nya dari dalam mobil nya.
sedangkan Reina hanya berdiri diam melihat Dirga yang berjalan keluar dari rumah nya dan masuk ke dalam mobil nya lalu pergi meninggalkan halaman rumah nya.
setelah Dirga sudah benar benar pergi dari tempat nya, Reina segera menutup pintu rumah nya dan mengunci nya dari dalam.
"yuk bobo lagi.....mama temenin..."ucap Reina menyuruh Deon untuk melanjutkan tidur nya yang terganggu dengan kebisingan nya akibat perdebatan nya dan Dirga tadi.
Reina dengan sigap menggendong Deon lalu berjalan menuju kamar tidur anak nya dan tidur bersama ber 2.
Reina membaringkan deon kembali ke ranjang nya dan merebah kan tubuh nya juga, ia memeluk Deon yang akan tertidur lagi.
Reina juga tak lupa menyanyi kan lagu pengantar tidur untuk Deon, dan mengusap usap kepala anak nya.
setelah ia yakin Deon sudah tertidur pulas, Reina memeriksa ponsel nya sendiri, ternyata ada pesan dari Bagas.
tampak Bagas sudah mengirimkan nya pesan dari tadi , bahkan Bagas juga menelfon nya, namun karna masalah tadi Reina tak dapat mendengar panggilan telefon dari Bagas.
Reina segera mengetikkan pesan untuk memberi tahu pada Bagas bahwa ia dan Deon telah sampai di rumah, agar Bagas tak khawatir.
dan tak lupa mengucapkan selamat tidur pada Bagas lewat pesan nya, setelah selesai membalas pesan dari Bagas Reina Reina beranjak dari kasur milik Deon.
Reina ingin mengerjakan pekerjaan nya di kamar Deon , ia beranjak dari kasur lalu mengambil laptop milik nya dari ruang kerja nya dan membawa nya ke kamar Deon.
setelah mengambil laptop nya, Reina duduk di kasur tepat di sebelah Deon yang tengah tertidur pulas dan menyandarkan punggung nya.
Reina mulai mengetik kan berbagai macam huruf dan mengerjakan nya dengan sangat serius.
dua jam setengah Reina berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan nya, kini akhir nya selesai juga berkat keseriusan nya diri nya.
__ADS_1
Reina melirik ke arah jam yang ada di kamar Deon, jam menunjukkan pukul 2 pagi dan Reina segera memindahkan barang nya di meja dan berbaring di ranjang.
Reina segera memejamkan mata nya dan menyusul Deon yang tertidur.