Dicampakkan Ayah Dari Anakku

Dicampakkan Ayah Dari Anakku
EP 27 pemandangan kota dari kantor


__ADS_3

35 menit Deon dan Dirga bersama, kini es krim coklat yang Deon makan sudah habis sedari tadi , begitu pula dengan makanan Dirga.


jam sudah menunjukkan waktu nya Dirga untuk kembali ke kantor nya, makan siang bersama Deon membuat nya bahagia dan lupa tujuan utama nya yaitu untuk menemui Reina.


"om pamit dulu ya..." izin Dirga yang ingin pergi pada Deon.


"yahh om Dirga kok mau pergi si, padahal Deon kan masi mau cerita.....(´ . .̫ . `)" jawab Deon .


"om harus balik kerja lagi nih, besok om ke sini lagi oke."ujar Dirga pada Deon.


"oke deh...."jawab Deon.


" friend ?🤜 " ujar Dirga pada Deon sambil mengarahkan tangan nya pada Deon untuk tos pertemanan.


"yeahh..🤛"jawab Deon senang lalu menjawab tos dari Dirga, itu arti nya hari ini mereka berdua telah resmi berteman.


Dirga memanggil salah satu pelayan resto dan membayar makanan nya lalu ia beranjak dari kursi nya.


"om pergi dulu ya, dah" ujar Dirga lalu pergi dari restoran tersebut menuju kantor nya.


"dah om.."jawab Deon sambil melambaikan tangan nya kepada Dirga dan di balas juga oleh Dirga sambil berjalan keluar.


hhuuhh.......


Deon mengeluh kecil, baru saja ia bertemu dengan om Dirga yang senang mendengar kan cerita cerita nya selain mama Reina dan om Bagas.


tapi tadi om Dirga sudah berkata bahwa ia akan datang lagi besok untuk makan siang di resto ini kembali.


Deon yang sudah tak ada teman untuk mendengarkan cerita nya lagi ,pergi meninggalkan meja itu lalu kembali ke ruangan mama nya.


dengan berlari kecil akhir nya Deon sampai di ruangan mama nya tersebut, ia membuka pintu nya lalu masuk ke dalam.


Deon kembali menuju sofa yang berada di dalam sana, ia tak lagi bermain mobil mobilan nya, saat ini ia tengah membuka iPad nya memutar sebuah film dongeng.


Reina yang sedang mengetik sesuatu di laptop nya berhenti sebentar saat Deon baru saja masuk ke dalam dan langsung menonton dongeng di iPad nya.


"keluar nya tadi kok lama nak?" tanya Reina pada Deon.


Deon yang mendengar pertanyaan dari Reina pun menghentikan dongeng nya di iPad , lalu menoleh ke arah sumber suara.


"tadi Deon makan es krim coklat di meja resto sama teman baru Deon ma..." jelas Deon.


"teman?.." tanya Reina kembali.

__ADS_1


"ya, tadi Deon baru saja dapat teman baru"jawab Deon.


"orang nya baik, Deon suka karna dia senang dengar Deon bercerita."jelas Deon pada Reina.


Reina hanya mengangguk ngangguk kan kepala nya mendengar jawaban dari Deon, ia juga turut senang mendengar anak nya mendapat kan teman baru.


Reina kembali melanjutkan pekerjaan nya tadi, deon juga kembali memutar film dongeng dan melanjutkan menonton nya sampai habis.


______________


setelah dari restoran Reina, Dirga kembali ke kantor nya mengerjakan segera pekerjaan yang ia tunda tadi.


saat ini Dirga tengah menatap layar laptop nya dan juga memeriksa berkas berkas yang harus ia tanda tangani, suasana ruangan yang sunyi membuat diri nya terhayut dalam pekerjaan nya.


namun fokus nya buyar karena Sura telfon yang berbunyi, Dirga segera mengangkat telfon tersebut.


"selamat siang pak, maaf ada seorang wanita yang ingin menemui bapak sekarang" ucap resepsionis kantor pada Dirga.


Dirga mengerutkan alis nya, " siapa nama nya?" tanya Dirga pada sang resepsionis tersebut.


"nama nya mbak Adel pak, ia bilang ia teman nya pak Dirga.." jelas sang resepsionis kantor.


"perbolehkan dia masuk" Jawab Dirga dan langsung mematikan telfon nya.


tak lama setelah Dirga mematikan telfon nya, seorang wanita cantik masuk ke ruangan nya dengan anggun.


Adel berjalan masuk ke ruangan Dirga dan langsung di sambut oleh Dirga .


"duduk Del.." tawar Dirga pada Adel untuk duduk di sofa yang ada di sana.


Adel menyetujui nya dan duduk di sofa di ikuti Dirga yang juga duduk di samping nya.


"ada apa Del kamu kemari?" tanya Dirga pada Adel.


" jadi tujuan aku ke sini tu mau kasih tau kamu, mama ngundang kamu untuk makan malam bersama di rumah nanti" jelas Adel.


"kamu bisa gak?" tanya nya pada Dirga.


"kalo Tante yang suruh , mana bisa aku tolak 😅" jawab Dirga menerima ajakan makan malam di rumah keluarga Abimanyu itu.


karena tak ada lagi persoalan yang ingin di bahas membuat suasana ruangan menjadi sunyi.


Adel mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan Dirga , mata nya tertuju pada dinding kaca besar yang ada di sana.

__ADS_1


Adel beranjak dari sofa menuju kaca tersebut, ia berdiri di depan kaca lalu mengedarkan pandangan nya kembali.


dari sana terlihat kota Yogyakarta yang ramai, begitu indah menurut nya, membuat nya tak sadar bahwa Dirga juga mengikuti nya menuju dinding kaca tersebut.


"liatin apa?" tanya Dirga yang berada tepat di belakang badan Adel.


Adel yang sedang terkagum terkejut mendengar suara Dirga, ia pun berbalik badan menghadap sang sumber suara.


namun saat ini diri nya malah berhadapan langsung dengan Dirga yang berada tepat di belakang nya.


badan Adel terhimpit oleh Dirga dan dinding kaca membuat nya hanya diam tak bergerak sedikit pun.


saat tangan nya akan mendorong tubuh Dirga , tanpa di duga Dirga mendekat kan wajah nya ke wajah Adel, Dirga terbawa suasana saat wajah nya terlalu dekat dengan Adel.


mata mereka bertatapan beberapa saat perlahan hidung mereka bertemu, lalu Dirga semakin memajukan wajah nya hingga bibir mereka ber 2 pun bersentuhan.


Adel terkejut dengan perlakuan Dirga saat ini, namun ia menyukai nya, Adel pun menutup mata nya saat bibir mereka bertemu.


Dirga meletakkan satu tangan nya pada pinggang Adel dan satu nya lagi memegang tengkuk Adel guna memperdalam ciuman nya.


Dirga mulai membuka mulut nya dan mulai memainkan lidah nya di dalam mulut Adel.


Dirga ******* nya dengan rakus dan penuh *****, mendorong tubuh Adel untuk menempel pada dinding kaca.


cup..cup...


ciuman mereka semakin panas menimbulkan suara decapan di ruangan tersebut , Adel hanya pasrah menerima perlakuan Dirga pada nya saat ini, diri nya tak merasa di rugi kan karena ia menyukai Dirga.


untung ruangan Dirga di desain dengan kedap suara, membuat mereka ber 2 melanjutkan perbuatan nya tanpa takut ada yang mendengar atau pun melihat.


Adel mulai terbiasa akan permainan Dirga kini dengan lihat memainkan lidah nya juga, alhasil lidah mereka ber 2 bergulat satu sama lain begitu juga dengan saliva mereka yang bercampur.


bibir Dirga kini telah turun hingga leher Adel dan membuat tanda kemerahan di sana, satu tangan nya juga kini telah berpindah dari yang semula nya di tengkuk kini telah berada di salah satu dada Adel dan memainkan tangan nya di sana.


eemm...


________________________________________


• Adel and Dirga


(


__ADS_1


( anggep aja dinding nya kaca).


__ADS_2