
_
Dirga dan yang lain nya telah memasuki salah satu restoran yang di tunjuk oleh pak habib rekan kerja nya.
Setelah salah satu pelayan menunjukkan meja mereka, mereka semua duduk di kursi masing-masing dan memilih menu.
Meja tempat mereka makan bersama di memang di pesan oleh pak habib agak di pojok yang tidak terlalu banyak orang berlalu lalang.
Dirga, pak habib dan yang lain nya mengobrol seputar bisnis sambil menunggu pesanan mereka datang.
Saat mereka mengobrol, Dirga merogoh saku nya mencari dompet milik nya namun tak ada di saku nya.
Dirga baru teringat bahwa dompet milik nya tertinggal di dalam mobil, Dirga berdiri dari kursi nya.
Ia permisi untuk mengambil dompet nya yang tertinggal di dalam mobil lalu berjalan keluar dari resto menuju parkiran.
___
Di meja lain saat mereka semua sedang lahap memakan makan siang nya, Reina berdiri dari kursi nya.
"Permisi, saya ke toilet dulu" pamit Reina sebelum pergi ke toilet.
"Perlu aku antar sampai depan toilet?" Tanya Bagas
"Gak perlu gas, lagian resto sendiri masa perlu di anterin" jawab Reina lalu pergi menuju toilet.
"Yaelah gas parnoan banget lu, gak akan hilang tu Reina " nimbrung Bima sambil menyenggol Bagas menggunakan badan nya.
Handphone milik Bagas pun terjatuh dari saku nya ke lantai akibat senggolan Bima.
Bagas menonyor kepala Bima sesaat lalu menundukkan badan nya hendak mengambil handphone nya.
_
Setelah mengambil handphone nya yang tertinggal di dalam mobil , Dirga segera kembali ke dalam resto tersebut.
Saat berjalan menuju meja nya langkah Dirga terhenti saat sebuah handphone jatuh menghalangi jalan nya.
Tampak layar wallpaper handphone itu sebuah foto keluarga, dan ia mengenali ke 3 orang yang ada di sana.
Bagas segera mengambil handphone nya yang terjatuh di lantai karna ulah si Bima, dan membenarkan posisi duduk nya kembali.
"Bang Bagas?" Ujar Dirga
Merasa nama nya di panggil pun Bagas menengok ke arah samping nya.
"Iya? Siapa?" Tanya Bagas yang tak mengenal pria ini
"Dirga bang, tetangga lu dulu" jelas Dirga
__ADS_1
1 menit Bagas mengingat nama itu lalu berkata " wohh, Dirga anak nya om Devan " jawab Bagas lalu bersalaman kepada tetangga lama nya.
"Kok lu tau gua?"tanya Bagas
"Liat wallpaper hp lu bang" Dirga
"Ohh jadi Lo , yang Adel bilang mau ketemu teman lama" seru Bagas.
Dan Dirga hanya senyum menjawab perkataan Bagas .
Di waktu yang bersamaan Reina keluar dari toilet dan kembali menuju meja tempat Bagas dan teman teman nya.
Saat berjalan ke arah Bagas, Reina melihat Bagas sedang berbicara dengan seorang pria yang tengah berdiri memunggungi diri nya.
Reina melanjutkan langkah nya,lalu duduk kembali di samping Bagas tanpa melihat wajah pria yang tengah berdiri.
"Maaf agak lama..."ujar Reina sesudah kembali duduk.
Reina tak menyadari seorang pria yang tegak di samping Bagas membeku melihat diri nya, pria itu yang tak lain adalah Dirga.
"Reina......" ucap Dirga yang tengah melihat Reina.
Reina yang merasa terpanggil pun mendongak untuk melihat wajah pria yang memanggil nya tadi.
Betapa terkejut nya Reina melihat sosok Dirga yang tengah berdiri di samping Bagas dan menatap nya.
"Rei..kamu kenapa Rei?" tanya Bagas yang panik saat melihat Reina yang menangis.
Reina terkejut melihat seorang pria yang sudah membuat hidup nya hancur selama ini.
Reina segera beranjak dari kursi nya lalu berlari ke arah ruangan milik nya.
tak hanya Bagas, teman teman nya Bagas yang ada di sana pun bingung apa yang terjadi kepada Reina.
suasana yang semula nya bagus menjadi buruk, Bima , Diko, Riri dan Sari hanya melirik satu sama lain.
Dirga hendak mencegah Reina pergi dari hadapan nya, tangan nya terulur untuk memegang tangan Reina.
namun Reina sudah berlari lebih dulu sehingga membuat nya tak bisa memegang tangan Reina.
Reina berlari ke arah ruangan nya dengan air mata yang terus menerus keluar membuat ke 2 mata nya sedikit bengkak.
Reina langsung membuka pintu ruangan nya lalu mengunci nya dari dalam agar tak ada yang masuk.
Dirga yang tak bisa mencegah Reina pergi pun segera berlari mengikuti Reina dari balakang, ia melihat Reina masuk ke salah satu ruangan .
saat Dirga berlari hingga depan ruangan yang di tuju Reina tangan nya terulur untuk membuka gagang pintu.
namun nihil, pintu nya terkunci dari dalam oleh Reina.
__ADS_1
tak lama setelah ia sampai di depan ruangan ini, Bagas datang menyusul nya dan melihat ruangan Reina yang tertutup rapat.
"Lo apain Reina?kenapa dia bisa sampai nangis kayak gitu?" tanya Bagas yang geram denga Dirga.
" tenang bang, Lo salah paham gua cuman temen SMA nya Reina " jelas Dirga
Bagas terdiam sejenak lalu menghela nafas nya, mungkin Reina tak ingin teman lama nya mengetahui rahasia diri nya, pikir Bagas.
"mending Lo balik lagi gih ke meja Lo, kasian rekan Lo nunggu" jelas Bagas yang ingin Dirga pergi dari sini, supaya Reina membukakan pintu untuk nya.
mendengar parkataan Bagas, Dirga pun hanya bisa mengangguk mengerti dan segera melangkahkan kaki nya kembali ke meja nya tadi.
setelah melihat Dirga pergi, Bagas segera kembali mengetuk pintu ruangan Reina.
tok tok tok
"Rei....ini aku, bukain pintu nya dong" ujar Bagas dengan nada yang lembut
"orang yang tadi udah pergi, biarin aku masuk ya?" sambung Bagas.
clek...
pintu berbunyi menandakan bahwa kunci nya sudah di buka oleh Reina, itu arti nya ia boleh masuk.
Bagas segera masuk ke dalam ruangan Reina lalu menutup kembali pintu, saat ia berbalik badan ia melihat Reina sedang duduk di sofa sambil menangis .
Bagas berjalan mendekat ke arah Reina lalu duduk di samping nya, Bagas segera memeluk Reina di dekapan nya.
lalu mengusap usap rambut Reina dengan tangan kanan nya bermaksud untuk membuat Reina lebih tenang.
"kamu takut kalo temen SMA kamu tahu semua?" tanya Bagas pelan pada Reina
"jangan takut ya, kalo dia tahu bahwa kamu punya anak, bilang aja kalo Deon itu anak kita" jelas Bagas dengan tangan yang tak berhenti mengusap ngusap rambut Reina.
Reina hanya terdiam sejenak, ia mencoba mencerna perkataan Bagas, apa Bagas hanya mengira Dirga teman SMA nya? apa Bagas mengira Reina menangis karna takut? pikir nya Reina.
beberapa waktu berlalu , Reina sudah mulai tenang.
setelah dirasa cukup tenang, Reina melepaskan pelukan Bagas dan membenarkan posisi duduk nya.
____________________________________________
• gambaran Dirga , Reina dan Bagas
•Gambaran Reina yang menangis di pelukan Bagas
__ADS_1