
Di sisi lain
Setelah kemarin berselisih hebat dengan Reina, Dirga kembali melanjutkan kehidupan sehari-hari nya seperti semula.
Hari ini hari setelah kemarin ia berdebat dengan Reina Dirga memasuki lingkungan sekolah nya , ia berjalan ke kelasnya melewati kelas Reina .
mata nya mengedarkan pandangan ke kelas Reina namun Dirga tak melihat Reina ada di sana, mungkin sedang sakit habis menggugurkan kandungan nya pikir Dirga dan melanjutkan jalan nya ke kelas nya sendiri.
Esok nya Dirga juga tak melihat Reina , esok nya lagi pun juga begitu sampai satu Minggu ia tak melihat Reina ia juga mengirim pesan pada Reina namun Dirga tak juga mendapat balasan, toh Dirga juga bodo amat dengan Reina sekarang.
Tapi Teman teman Reina pun bertanya pada Dirga yang notabene nya pacar Reina, dimana Reina? Kenapa ia tak masuk sekolah? Apa kamu tau kabar Reina?, Dan banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang di dengar nya.
"Dir..Reina kemana si?kok gak masuk masuk?" Tanya salah satu teman Reina yang menghampiri Dirga yang sedang makan di kantin.
"Reina Reina Reina .... Eneg gue denger nya"teriak dirga membuat satu kantin terdiam.
"Denger ya baik baik.. gue udah putus sama Reina...jangan tanya tanya gue lagi"tegas nya.
"Paham Lo semua!!!"teriak Dirga menunjuk semua orang yang di kantin.
namun berbeda respon bagi cabe cabean yang senang kini Dirga sudah putus dengan Reina, siapa sih yang tak mau dengan Dirga yang ber- wajah tampan, pewaris dan juga kaya raya .
Sepulang sekolah Dirga menuju rumah Reina , ya walau pun ia sudah tak peduli lagi dengan nya namun Dirga harus benar benar memastikan apakah Reina sudah menggugurkan kandungan nya itu.
mobil Dirga berhenti di sebrang jalan rumah Reina ia menunggu Reina keluar dari rumah nya dan Dirga ingin memastikan nya.
Sudah lima jam Dirga menunggu tapi Reina tak kunjung keluar rumah, dari tadi Dirga hanya melihat ibu , adik dan Abang nya Reina saja ia tak melihat Reina.
__ADS_1
Karna sudah malam Dirga memutuskan untuk pulang ke rumah nya, esok ia akan memantau Reina lagi untuk benar-benar memastikan nya.
Sudah tiga hari Dirga terus memantau rumah Reina namun ia juga tak melihat Reina, dan di hari ke empat ia sudah menyerah Dirga tak mau lagi memantau rumah Reina seperti orang gila saja.
Kini Dirga sudah mempunyai pacar baru nya bernama Kiara yang memiliki wajah cantik dan semua yang membuat kaum wanita iri, Kiara yang tak lain adalah sahabat Reina saat masih sekolah, Dirga memacari Kiara hanya untuk pengalihan pikiran nya pada Reina walaupun Kiara juga tak kalah cantik nya dengan mantan nya itu ia juga memilih Kiara kerena wajah Kiara yang sedikit lebih cantik dari yang lain nya .
Kiara ternyata sudah lama menyukai Dirga tetapi ia selama ini hanya diam karna Kiara tau bahwa Dirga pacar sahabat nya Reina, namun ketika mendengar bahwa Dirga dan Reina sudah putus ditambah Reina yang tiba tiba menghilang apalagi Dirga yang meminta nya untuk menjadi pacar betapa senang nya hati nya.
Tak banyak yang tau ternyata Dirga juga punya pacar pacar lain di luar sana di sekolah yang berbeda beda.
Dirga sering kali pulang malam dan saat di tanya oleh orang tuanya ia menjawab bahwa ia habis belajar di perpustakaan sampai malam dan kalau Dirga pulang pagi ia akan beralasan bahwa ia menginap di rumah temen nya sambil belajar bersama, tentu nya
semua itu hanya omong kosong jika ia pulang larut arti nya Dirga pulang dari diskotik dan juga jika ia pulang pagi artinya Dirga habis bermalam di hotel bersama pacar pacar nya itu.
orang orang melihat Dirga sebagai anak yang baik, pintar, dan sopan tetapi semua itu bertolak belakang dengan diri Dirga, ia pintar menutupi semua keburukan nya itu dari orang orang dan keluarga nya sendiri.
Saat ini Reina , Bagas dan Adel tengah membersihkan kontrakan yang nanti nya akan di tinggali oleh Reina.
Mereka membagi tugas dimana Bagas memindahkan barang barang, Reina yang menyapu dan mengepel lantai dan Adel yang mengelap semua barang hingga kinclong mereka ber tiga melakukan nya dengan gembira.
"yang bener kalo ngelap..."ujar Bagas bergurau pada adik nya itu.
"ini udah bersih nan kinclong ye...sewot aje lu.."balas Adel ke Abang nya.
Kini Reina sedang berada di dapur ia berencana memasak makan malam untuk mereka ber tiga, Bagas dan Adel sedang beristirahat setelah dua jam tiga puluh menit mereka bersih bersih.
Bagas berjalan menuju dapur melihat Reina yang sedang dengan cekatan memotong sayuran pun tak sadar membuat nya termenung mengagumi kecantikan Reina, namun ia sadar tujuan nya ke dapur yaitu untuk mengambil air minum bukan memandangi Reina.
__ADS_1
Reina yang sedang memotong bawang terganggu dengan rambut nya yang jatuh ke wajah nya, saat ia meniup rambut nya agar tak menghalangi mata nya saat itu ada tangan yang mengumpulkan rambut nya dan mengikat nya ke belakang.
Saat Reina berbalik rupa nya ada Bagas di belakang nya, jarak antara mereka ber dua sangat tipis , ke dua nya sempat termenung bertatap tatapan beberapa saat dan menjauh kan diri saat menyadari nya.
"Mau masak apa?"tanya Bagas gugup karna kejadian barusan
"emm... Aku mau masak ayam sambal balado"balas Reina
Suasana di dapur menjadi canggung karena kejadian tadi , padahal cuman bertatap tatapan mata saja hmm, sedangkan Adel? Ia tidur karena kelelahan.
"Aku bantu ya" ucap Bagas menawarkan bantuan dan Reina pun mengangguk menyetujui nya.
Karna Bagas tak bisa memotong bawang atau pun menggiling cabai Reina hanya menyuruh nya menggoreng ayam.
Satu persatu Bagas memasukkan potongan ayam tersebut Bagas kaget ketika ada letupan minyak dan tak menyangka bagaimana bisa menggoreng ayam semenakutkan ini.
Bagas mengambil tutup panci dan memegang nya di posisi depan untuk melindungi dirinya dari letupan minyak pose nya seperti kapten Amerika namun beda nya Bagas menggunakan tutup panci.
Reina yang melihat tingkah laku lucu Bagas hanya tertawa, ia tak pernah melihat ada orang yang menggoreng ayam dengan tingkah yang begitu.
"kamu ngapa ketawa?...gak lucu tau Rei" ucap Bagas sambil menggoreng dengan gerakan ke kiri dan ke kanan mundur dan maju juga.
"lagian goreng ayam doang kenapa sampai kayak gitu Bagas... pake tutup panci segala haduhh" bela Reina dengan nada yang menahan ketawa.
"ini demi menyelamatkan ketampanan muka ini dari letupan minyak laknat" sela Bagas bergurau.
mereka ber dua memasak dan tertawa bersama, menciptakan senyuman manis di bibir mereka masing masing dan salah satu nya tak menyadari bahwa ada perasaan yang timbul di hati nya.
__ADS_1