
"yeeyy, akhir nya jadi juga" ujar mama Desi dan Reina dengan gembira setelah makanan utama buatan mereka ber 2 siap di sajikan tepat pada waktu nya.
Reina yang sudah berdandan sebelum berangkat dan Desi yang sudah berdandan dari tadi sebelum mulai memasak, hanya tinggal mencuci tangan nya lalu bersama sama .
setelah Desi dan Reina sudah mencuci ke 2 tangan nya , mereka ber 2 menyajikan makanan makanan yang sudah di buat ke meja makan.
saat Reina dan Desi tengah menyajikan makanan di meja makan, bel rumah berbunyi tanda tamu nya datang.
'ttiiingg....' bunyi bel rumah
"iya...." sahut mama Desi berjalan menuju pintu untuk membuka nya meninggalkan Reina yang sudah selesai memindahkan semua makanan dari dapur ke meja makan.
"silahkan masuk...."ajak Desi kepada ke 3 tamu tersebut , yang tak lain adalah orang tua Dirga dan adik nya.
Devan, cara dan Evan datang terlebih dahulu sebelum Dirga, setelah pintu terbuka mereka ber 3 melangkah masuk ke dalam.
"Devan.."panggil Faisal sambil berjalan menuju Devan berdiri.
mereka semua yang ada di sana bersalaman satu persatu, termasuk Reina dan Deon juga.
Adel yang mendengar suara bel rumah nya berbunyi segera keluar dari kamar nya dari atas ke bawah.
Adel menuruni tangga , pandangan nya tak melihat sosok Dirga, melainkan keluarga dari Dirga.
ia segera menuruni tangga lalu bersalaman dengan ayah ibu dan adik dari Dirga.
"wahh, Adel sudah besar rupa nya" ujar Devan saat Adel menghampiri nya untuk bersalaman.
"tambah cantik aja anak nya Des.." puji Vara pada Adel.
"hehehehe....." jawab Adel hanya tersenyum menerima pujian itu.
"mari mari " ajak Desi kepada semua orang ke ruang makan.
mereka yang ada di sana mengikuti sang tuan rumah, dan duduk berhadapan di antara ke w keluarga di kursi masing-masing.
baru saja mereka semua mendudukkan tubuh nya, suara bel rumah berbunyi lagi yang tanda nya tamu yang lain datang juga.
"biar aku aja." ujar Adel lalu bangkit dari duduk nya, berjalan ke arah pintu untuk membuka nya.
dengan perasaan yang senang karena pria pujaan hati nya datang, Adel membuka pintu nya lalu melempar kan senyum manis milik nya pada tamu tersebut.
__ADS_1
Dirga membalas senyum milik Adel lalu menyerahkan buah tangan yang ia bawa ke sana pada Adel.
"ini buat om dan Tante..." ujar Dirga sambil menyerahkan nya.
"eh makasih ga, padahal gak perlu repot-repot"jawab Adel lalu mengajak Dirga ke ruang makan bersama.
Dirga berjalan di belakang Adel yang sedang menuntun nya ke meja makan, semua yang ada di meja makan langsung menatap nya yang baru saja datang.
Dirga terkejut melihat papa dan keluarga nya ikut makan malam bersama, sedetik kemudian ia menyadari ada sepasang mata yang tertuju pada nya.
diri nya di buat lebih terkejut lagi dengan kehadiran Reina yang duduk di samping Tante Desi.
langkah nya terhenti sebentar, ia melihat mata Reina yang sedang berkaca kaca menatap ke arah nya.
"ayo duduk ..." ujar Adel yang membuat Dirga kembali sadar.
"eh iyaa..."jawab Dirga lalu duduk di samping adik nya Evan dan Adel yang duduk di kursi depan nya.
Reina dengan sekuat tenaga menahan diri nya agar tak menangis, ia juga terkejut dengan kedatangan Dirga di tempat ini.
"ma, aku permisi dulu..." ucap Reina yang sudah tak dapat menahan air mata nya.
"iya" jawab mama Desi.
Dirga hanya melihat Reina yang pergi dari meja makan tersebut, ia ingin menyapa nya namun bingung dengan situasi nya.
Reina masuk ke dalam kamar mandi lalu membebaskan air mata yang sedari tadi ia tahan.
ia menangis sejadi jadi nya dalam diam dengan membekap mulut nya dengan tangan nya sendiri di kamar mandi tersebut agar tak ada yang mendengar tangisan nya.
5 menit Reina sudah menangis di dalam sana
, ia menatap diri nya sendiri ke arah cermin yang ada di dalam lalu menghentikan tangisan nya.
"ayo Reina , kamu gak boleh kayak gini terus..." ujar Reina menyemangati diri nya sendiri.
"berhenti tangisin orang kayak Dirga, dia gak pantas buat kamu tangisin...."sambung Reina.
"buat dia nyesal Reina bukan kamu"Reina.
Reina mencoba merilekskan pikiran nya dengan menahan dan menghembuskan nafas nya perlahan.
__ADS_1
hhuuupp......fffyyuuuuhhhhh.......
hhhuuupp....ffhuuuhhhh.....
hhhuuupp ffhuuuhhhh.......
hhhuuupp ffhuuuhhhh.......
hhuuupp fffyyuuuuhhhhh.................
setelah dirasa pikiran nya cukup tenang, Reina menyalakan air yang ada di wastafel lalu membasuh wajah nya dengan air.
ia membasuh wajah nya 5 x lalu mengeringkan nya dengan tisu dan merapikan kembali make up nya.
selesai merapikan make up nya tadi, Reina dengan segera kembali menuju ke ruang makan menyusul mereka.
rasa yang dulu pernah ada memang sulit untuk di hilangkan, namun dulu dan sekarang berbeda.
ada rasa cinta dan ada rasa benci yang saling bercampur yang di rasakan oleh Reina saat ini, namun seperti nya rasa bencilah yang begitu besar sehingga membuat rasa cinta terkikis lama kelamaan.
Reina segera duduk kembali di kursi nya, lalu ikut bergabung bersama mereka yang sedang menikmati hidangan.
"maaf lama.."bisik Reina pada Bagas yang berada di samping Deon.
"gakpapa kok (◠‿・)" jawab Bagas pada Reina.
posisi nya , Desi duduk di samping kanan Reina dan Deon di samping kiri Reina, Bagas juga duduk di samping Deon.
jadi Deon berada di tengah-tengah Bagas dan Reina, saat mulai makan malam nya Bagas tadi memang makan sambil menyuapi Deon karena Reina yang sedang berada di toilet.
Deon yang masih kecil tentu perlu di suapi sambil bercanda agar ***** makan nya tak berkurang, begitu lah anak kecil yang tak begitu ***** makan ketika tak ada yang membuat nya menarik.
"sini gantian...kamu lanjutin makan nya gas..."ucap Reina yang mengambil alih menyuapi Deon.
"kamu juga makan Rei.."ujar Bagas pada Reina.
yang akhir nya Reina menyuapi yang Deon sesekali ia juga menyuapi diri nya sendiri , dan Bagas yang makan sambil mengajak Deon bercanda.
_______________________________________
•gambaran nya
__ADS_1