Dicampakkan Ayah Dari Anakku

Dicampakkan Ayah Dari Anakku
EP 7


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 20:00 Reina , Adel dan Bagas sedang menikmati makan malam mereka dengan lahap.


"Enak banget Rei ayam balado nya"ungkap Adel girang.


"Iyalah kan ayam nya di goreng sama Abang mu yang ganteng ini " jelas Bagas membagakan diri nya yang telah berjuang menggoreng ayam nya tadi.


"Dihh...kalo goreng doang mah Adel juga bisa kale. Yang bikin enak tu bumbu balado nya tau" saut Adel ke Abang nya.


Setelah selesai makan malam Adel dan Bagas tak langsung pulang ke rumah nya, mereka ber tiga kini tengah Menonton film di Netflix dengan posisi sejajar dimana Adel di tengah Reina di samping kiri dan Bagas di samping kanan.


dua jam mereka habiskan waktu untuk menonton film tersebut kini telah selesai Bagas dan adel pamit untuk pulang ke rumah nya, karena sudah malam dan Adel besok harus sekolah waktu nya Adel belajar untuk ujian besok.


Reina mengantar Bagas dan Adel sampai ke depan pintu kontrakan nya.


"Jangan lupa pintu nya di kunci, jendela nya juga, kalo ada yang datang gak usah di bukain kalo bukan aku" ucap Bagas sebelum memasuki mobil nya.


"Iya.." balas Reina dengan senyuman manis ke arah Bagas dan Adel , setelah mendapat jawaban dari Reina Bagas pun menancapkan gas nya dan pergi.


"da da Rei....." teriak Adel dengan membuka jendela mobil dan kepala nya keluar sambil melambaikan tangan nya pada Reina.


Reina membalas lambaian tangan Adel dan tersenyum , Setelah Bagas dan Adel pergi Reina masuk ke dalam dan mengunci pintu nya , karna lelah Reina ingin segera tidur namun sebelum tidur Reina membersihkan badan nya tak lupa meminum susu ibu hamil yang tadi sudah di beli Bagas.


.............................................


Saat ini Reina tengah menyiapkan sarapan nya , ia memasak nasi goreng kesukaan nya . Kini ia duduk dan menikmati sarapan nya itu tak terasa nasi goreng yang berada di piring nya sudah habis.


Tak puas hanya dengan nasi goreng kini Reina mengambil dua potong roti dan menaruh selai strawberry di atas nya, rasa nya begitu nikmat di tambah dengan susu yang ia minum.


Selesai dengan kegiatan pagi nya Reina pun bersiap untuk pergi bekerja, ia merasa sangat senang di hari pertama nya bekerja kini Reina sudah siap dan berangkat menuju cafe tempat nya bekerja .

__ADS_1


Reina menaiki angkutan umum yaitu bus , karna uang nya sedikit Reina harus berhemat sampai tanggal ia mendapat gaji.


Reina turun dari bus dan berjalan sekitar 7 menit untuk sampai di cafe tersebut, begitu sampai disana sudah ada Tika , Yesi dan yang lain sedang menata meja dan kursi.


"Pagi...semua..." Salam Reina kepada semua yang ada di cafe


"Pagi juga.."


"Pagi.."


"Pagi...."


Begitu lah balasan dari yang lain nya, mereka sudah tau dengan Reina karena kemarin Adel mengenalkan Reina pada mereka semua, Reina ingin mereka tak membeda bedakan nya walaupun posisi nya sebagai manajer Reina meminta semua nya memanggil nama nya saja tak perlu pakai embel embel Bu manager dan semua menyetujui nya mereka juga berbincang bincang selayak nya teman pada umum nya pun mulai bekerja dengan senang hati.


Di sisi lain kini Bagas tengah membuka mata nya , ia baru saja bangun dari tidur nya Bagas hari ini masih cuti besok baru ia mulai bekerja di rumah sakit .


tangan nya meraih handphone nya dan melihat angka yang tertera di layar ponsel nya, jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas lama sekali ia tidur ya ucap Bagas dalam hati.


Bagas lupa bahwa ponsel Reina sudah ia buang saat Reina di rawat karena ponsel nya rusak parah dan tak bisa di gunakan lagi.


Kini jam makan siang, Bagas berniat ingin melihat pekerjaan Reina dengan menghampiri nya ke cafe sekalian ia makan di sana juga , Bagas sudah mandi dan rapi kemudian keluar menuju tempat tujuan nya.


Saat di perjalanan Bagas baru ingat bahwa ia tak bisa menghubungi Reina , pasal nya ponsel Reina rusak parah akibat kejadian lalu di saat Bagas tak sengaja menyerempet Reina.


Bagas berhenti di toko handphone ia masuk dan memilih model handphone untuk Reina, Bagas memilih iPhone 12 untuk Reina ia ingin Reina memiliki ponsel yang sama dengan punya nya , Bagas juga membeli gantungan HP dimana ia membeli bulan untuk diri nya sendiri dan bintang untuk Reina.


setelah selesai memilih handphone dan yang lainnya untuk Reina Bagas membayar nya dan kembali melanjutkan perjalanan menuju cafe.


Bagas tak sadar akan tingkah laku nya pada Reina yang bisa di bilang ia sedang jatuh cinta namun Bagas tak menyadari nya , ia berfikir mungkin ini hanya rasa kepedulian nya terhadap Reina itu saja pikir nya Bagas.

__ADS_1


Bagas tengah memakirkan mobil nya di area parkir cafe , kini mobil sudah terparkir dan Bagas segera turun dari mobil nya dengan membawa ponsel untuk Reina.


Bagas masuk dan duduk di cafe itu, ia tak melihat Reina, ada seorang pelayan datang ke arah nya dan menanyakan apa pesanan Bagas .


"permisi pak Bagas mau pesan apa ya?" tanya Tika dengan tangan memegang pulpen dan buku pesanan.


Bagas melihat lihat menu yang ada di buku menu cafe dan memilih beberapa, Tika dengan cekatan mencatat pesanan Bagas saat Tika hendak pergi Bagas mencegah nya.


"tunggu.." cegah Bagas.


"iya pak.."balas Tika


"di mana Reina ?"tanya Bagas pada Tika


" Reina sedang ada di ruangan nya pak... mau saya panggil kan ?" balas tanya Tika


"iya tolong panggil kan Reina.." ucap Bagas dan Tika pun berjalan menuju ruangan manajer.


Bagas juga tak ingin makan sendirian juga lagian tadi Bagas memesan makanan untuk dua porsi.


tak lama Reina keluar dari ruangan nya menghampiri Bagas dan duduk di sana, Bagas yang melihat Reina datang menjadi membenarkan posisi duduk nya dengan punggung di tegapkan Reina terlihat cantik dengan setelan jas manajer membuat nya terlihat dewasa walaupun usia nya masih muda.


"ada apa ya gas?" tanya Reina pada Bagas


" temenin aku makan oke" balas Bagas pada Reina.


"tapi kan.."ucap Reina terpotong oleh omongan Bagas.


"tenang aja walaupun ini cafe punya Adel aku tetep bayar kok, oiya kamu aku traktir tadi aku sudah pesan untuk dua porsi"jelas Bagas.

__ADS_1


Reina yang sudah mulai terbiasa dengan sifat Bagas pun tak bisa melawan nya, lagian ia juga belum makan siang perut nya dari tadi juga sudah berbunyi tetapi masi ada pekerjaan tadi.


__ADS_2