
setelah pengumuman tentang perjodohan Adel dan Dirga, mereka semua memutuskan untuk pulang dari rumah keluarga Abimanyu tersebut karena jam yang sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
tinggal lah Reina, Deon dan Dirga yang belum pulang dari rumah tersebut, tadi keluarga Dirga sudah pulang terlebih dahulu.
" Del, ma, pa Reina sama Deon pulang dulu ya..." pamit Reina pada ke 2 orang tua Bagas.
"loh gak nginep aja di sini ?" tanya mama Desi pada Reina.
"maaf ma, kayak nya gak bisa, ada kerjaan yang harus Reina selesaikan malam ini "jawab Reina menolak dengan sopan.
"yasudah, hati hati ya...."ujar mama Desi dan papa Faisal.
"yuk.."ajak Bagas untuk keluar.
Bagas akan mengantar Reina pulang ke rumah nya, Reina membuka pintu rumah terlebih dahulu untuk membiarkan Bagas lewat.
karena ke 2 tangan Bagas saat ini sedang menggendong Deon yang sudah tertidur, jadilah Reina membukakan pintu untuk nya dan berjalan keluar bersama.
" om tante...Dirga juga pamit pulang ya...."ujar Dirga pada Faisal dan Desi.
"Del..aku pamit dulu ya"sambung nya Dirga yang juga pamit pada Adel.
"iya..hati hati ya dir...."jawab Adel pada Dirga.
setelah berpamitan, Dirga pun segera keluar juga dari rumah keluarga Abimanyu tersebut, ia berjalan ke mobil nya yang terparkir tepat di sebelah mobil Bagas.
tring...tring..tring...
saat Bagas baru saja meletakkan Deon di bangku belakang dan hendak menutup pintu mobil nya, suara dering hp nya berbunyi.
saat ia melihat siapa nama yang menelfon nya malam malam begini, tertera nama Bima di layar ponsel nya.
"halo? ngapa malam malam telfon gua bim?" Bagas mengangkat telepon nya segera.
"halo gas, tolong ke rumah sakit sekarang juga gas"jawab Bima dengan nada tegas pada Bagas.
"ada pasien darurat, gua gak bisa nanganin nya sendiri, tolong gas"sambung Bima.
Reina yang tengah membuka pintu terhenti, ia melihat Bagas sedang menjawab telfon entah dari siapa ia tak tahu.
tapi Reina bisa melihat wajah Bagas yang saat ini seperti bimbang, Reina pun tak jadi masuk ke dalam mobil lalu berjalan menghampiri Bagas yang tengah berdiri.
__ADS_1
"gas? ada apa, kok kayak bimbang gitu ?" tanya Reina pada Bagas.
"nggak ,ini Bima telfon "jawab Bagas.
"kata nya ada pasien darurat" sambung nya.
"oh! kalau gitu cepet kamu ke rumah sakit sekarang!!!" suruh Reina pada Bagas.
"iya, tapi setelah antar pulang kamu sama Deon dulu " ujar Bagas .
"gak!!!,kamu harus utamain pasien itu gas" ucap Reina.
"aku sama Deon pulang naik taksi aja ya.."jelas Reina .
"gak gak, ini udah malam Reina..."jawab Bagas yang sedikit khawatir jika Reina pulang menggunakan taksi malam malam begini.
"apa kamu nginep aja di sini Rei"tawar Bagas.
"gak bisa gas, deadline nya harus nanti malam file itu harus di kirim.."jelas Reina.
"udah, aku sama Deon pulang naik taksi aja Bagas.."sambung Reina.
dan dari perdebatan Reina dan Bagas itu membuat Dirga yang tak jauh dari posisi mereka mendengar percakapan Reina dan Bagas.
seketika terlintas ide yang bagus, ia berniat untuk mengantarkan Reina dan Deon pulang mengganti kan Bagas .
Dirga berjalan ke arah Reina dan Bagas yang berdiri tak jauh dari tempat nya,
"ada apa ni bang?"tanya Dirga basa basi pada Bagas.
"gak, ini gua harus ke rumah sakit dan yang antar Reina sama Deon pulang tu gak ada"jelas Bagas pada Dirga .
"ah!, gua minta tolong aja sama Lo buat antar Reina dan Deon pulang dir"sambung Bagas yang mendapat ide.
Karna ia sudah mengenal Dirga, Bagas merasa lebih baik Dirga mengganti kan nya dari pada Reina dan Deon harus pulang naik taksi.
Bagas khawatir jika terjadi apa apa pada Reina dan Deon jika naik taksi malam malam, akan lebih baik dan aman jika Reina dan Deon pulang di antar Dirga, pikir Bagas.
"ehh, aku sama Deon pulang naik taksi aja gas!!"ujar Reina yang terkejut kala Bagas meminta Dirga untuk mengantar nya pulang.
"aku khawatir Reina...pulang sama Dirga aja ya.."ujar Bagas lembut.
__ADS_1
"tapi gas,...."
"oke bang gakpapa, gua bisa anter kok"ucap Dirga memotong Reina yang hendak berbicara.
"makasih ya,"jawab Bagas pada Dirga.
"gas, aku pulang naik taksi aja ya.."ulang Reina.
"kamu kenapa gak mau di antar pulang sama Dirga? kalian ada masalah?"tanya Bagas pada Reina dengan nada rendah.
"...bukan gitu..tapi.............."ujar Reina yang bingung mau kasih alasan apa lagi pada Bagas.
ia tak mungkin memberi tahu Bagas tentang Dirga saat ini, belum waktu nya ia menjelaskan pada Bagas, ia takut.
"udah gakpapa Rei....mau ya??"bujuk Bagas pada Reina.
Reina yang tak mendapat alasan lagi untuk menolak pun mau tak mau menyetujui nya.
Reina mengangguk kan kepala nya, " iya deh..."jawab Reina.
setelah mendapat jawaban dari Reina, Bagas kembali membuka pintu mobil penumpang tempat Deon yang sedang tertidur di sana.
Bagas menggendong Deon lagi, lalu berjalan bersama Reina ke mobil nya Dirga, ia meletakkan Deon di mobil nya Dirga dan menutup kembali pintu mobil nya.
sebelum menutup pintu mobil Dirga, Bagas menyempatkan mencium kening Deon yang tengah tertidur pulas di bangku penumpang dan mengusap kepala Deon sebentar.
Reina pun naik mobil Dirga di bangku depan sebelah bangku supir, di ikuti Dirga yang juga masuk di bangku supir.
setelah masuk semua ke dalam mobil kecuali Bagas, sebelum melajukan mobil nya Dirga pun menurunkan kaca mobil nya dan akan pamit pada Bagas.
"bang, gua berangkat ya...."pamit Dirga pada Bagas yang masih berdiri di samping mobil nya.
"jangan sampe lecet ya cewek gua" ujar Bagas bercanda pada Dirga.
"met malam ya Reina...."ucap Bagas pada Reina yang berada di kursi samping Dirga sehingga dapat mendengar nya.
"selamat malam juga Bagas.."jawab Reina sambil tersenyum pada Bagas .
"tenang aja bang, gua antar sampai selamat"jawab Dirga pada Bagas , walaupun ia tak terima saat Bagas menyebut Reina sebagai wanita nya.
"duluan bang.."sambung Dirga lalu menancap kan gas mobil nya dan melaju keluar dari perkarangan rumah keluarga Abimanyu tersebut.
__ADS_1
setelah mobil Dirga keluar dari perkarangan rumah nya, Bagas segera masuk ke dalam mobil nya sendiri.
ia segera menyalakan mesin mobil nya dan melajukan mobil nya ke rumah sakit.