
selamat membaca.....
.
.
.
.
******
"yuu naik saya udah beli tiket nya nih" ajak Faris.
"ayo lah" jawab Nindy.
"mas boleh liat tiket nya dulu" ucap penjaga Bianglala.
"ini bang tiketnya" ucap Faris yang menyerahkan tiketnya.
"ohh iyaa, silahkan masuk" ucap penjaga biangLala.
"gua duduk di sini aja deh" ucap Nindy sembari mendudukkan dirinya.
"ehh pegangan ntar Luh jatuh lagi" ucap Faris.
"apaan sih kak, orang aman" aja kok" jawab Nindy.
"yaa kan siapa tau nanti kamu jatuh, oh iya kamu belum jawab pertanyaan saya yang tadi" ucap Faris.
"yang mana" tanya Nindy yang sedang asik melihat pemandangan.
"Bryan siapa kamu" tanya Faris serius.
"mantan gua" jawab Nindy.
"ohh jadi tadi kalo kamu saya tinggal kamu bakal minta tolong manta kamu gitu" ucap Faris kesal.
"yaa ga gitu juga, lagian Bryan Sekarang lagi di luar negeri" ucap Nindy.
"beneran di luar negeri, kamu ga bohong kan awas aja nih yaa kalo kamu come back sama mantan kamu" ucap faris mengancam.
"yaa tergantung" jawab Nindy.
__ADS_1
"tergantung apa maksud kamu" tanya Faris.
"tergantung kalo Kakak selingkuh apa engga, kalo Kaka yaa aku tinggal come back sama mantan" jawab Nindy santai.
"awas aja kalau kamu berani" ucap Faris dingin
"bercanda ya ampun kak, serius Mulu sih hidup nya" ucap Nindy kesal.
"kata kamu saya sama mantan kamu gantengan siapa" tanya Faris penasaran.
"mau gua jawab jujur apa engga" tanya Nindy balik.
"yaa jujur lah"
"emmm kalo ganteng sih jelas gantengan kakak tapi kalo asik masih asikan mantan aku" jawab Nindy.
"ohh gitu" ucap Faris cemberut.
"ehhh kok kakak cemberut sih" ucap Nindy.
"ga papap, udah lah ga udah terlalu peduli sama saya" ucap Faris ngambek.
"kakak ngambek nih ceritanya" ucap nya.
"di siapa juga yang ngambek"
"kakak aku mau gulali boleh ga" tanya Nindy yang sudah turun dari Bianglala.
"yaudah sana beli" jawab cuek.
"yaa gua gak bawa duit, pinjem duit Luh dulu yaa"
"minta aja sana sama mantan kamu" ucap Frais yang melangkah kan kakinya ke parkiran.
"ihhh kok gua di tinggal sih, kak tungguin dong" ucap Nindy yang lari mengejar Faris.
"kak, kakak kenapa sih" ucap Nindy yang kini di belakang nya.
"Kakak marah yaa sama aku" ucapnya yang langsung memeluk Faris dari belakang.
"ihh kamu apaan sih peluk-peluk saya, lepas ihh" ucap Faris yang sebenarnya senang di peluk Nindy.
"gak mau, sebelum kakak ga kaya gini lagi" ucap Nindy yang malah mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"iyaiyaaa saya udah ga marah nihh" ucap Faris yang membalikkan badannya.
"beneran" ucap Nindy memastikan.
"iyaaa" ucap Faris menganggukan kepalanya.
"yaudah lepas ihh, malu tuh di liatin orang" ucanya lagi.
"ga mau ah, gua udah nyaman gini"
"ya nanti kalo kita udah nikah kamu bisa peluk saya sepuasnya"
"ihhh apaan sih" ucap Nindy yang langsung melepaskan pelukan nya karena malu.
"udah yu pulang" ajak Nindy.
"tadi bukannya kamu minta beli gulali ya, yu kita beli" ajak Faris.
"ga jadi, gua ga bawa uang" jawab Nindy
"saya yang bayarin"
"tadi Katanya ga mau bayarin" ucap Nindy kesal.
"ya kan tadi saya lagi kesel sama kamu" ucap Faris yang melangkah kan kakinya ke penjual gulali.
"lagian siapa suruh make acara ngambek-ngambekan" ucap Nindy setengah berteriak.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komennya yaaa terimakasih....
"